Perbedaan Kopi Robusta dan Arabika, Coffee Person Wajib Merapat

perbedaan kopi robusta dan arabika

Perbedaan Kopi Robusta dan Arabika ー Nggak cuma nikmat yang bikin nagih, kopi merupakan minuman yang menyimpan segudang manfaat. Karena itu cukup banyak orang menambahkan kopi sebagai minuman wajib yang nggak boleh terlewat setiap harinya.

Secara umum, kopi terbagi menjadi dua jenis; robusta dan arabika. Eits, tapi jangan asal ngopi, kamu juga harus tahu apa saja perbedaan kopi robusta dan arabika kalau ngaku sebagai coffee lover sejati. Selain memiliki cita rasanya sendiri, kedua jenis kopi ini juga punya beberapa ciri dan keunikannya masing-masing. Yuk, intip apa saja yang membuat robusta dan arabika istimewa:

BACA JUGA: Kopi Instan Asal Nusantara yang Cocok untuk Penikmat Kopi

____________________

1. Rentang Harga

Perbedaan pertama kopi robusta dengan arabika terletak pada rentang harga. Di pasaran, kopi robusta yang banyak dikemas dalam bentuk bubuk siap seduh ini dibanderol dengan harga yang lebih murah karena rasanya cenderung sama, yakni di kisaran Rp 25 ribu untuk setiap 100 gramnya.

Lain halnya dengan kopi arabika yang terkenal memiliki banyak variasi karakter rasa. Semakin unik karakter rasanya, maka harganya pun akan semakin tinggi, yakni antara Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribuan per 100 gram sesuai daerah asalnya. Apalagi kalau di pasaran ketersediaannya terbatas. Wah, bisa-bisa kamu harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan kopi yang biasa dijual dalam bentuk biji untuk mempertahankan kualitas aroma serta rasanya.

2. Rasa dan Aroma

Kopi robusta dikenal karena aroma dan rasanya yang kuat dan cenderung kasar setelah melalui proses sangrai. Akan tetapi di mata pecinta kopi, rasa robusta digambarkan terlalu netral dan sedikit kurang bervariasi. Biji kopi robusta yang belum disangrai aromanya mirip kacang-kacangan. Untuk penikmat jenis kopi yang strong, robusta-lah pilihannya.

Sementara untuk kopi arabika memiliki banyak varian aroma serta rasa. Aroma biji kopi arabika yang belum melalui proses penyangraian tercium begitu segar mirip blueberry. Tapi kalau sudah disangrai, aromanya bisa sangat bermacam-macam. Aroma yang tercium mirip kacang-kacangan, rempah, buah, bahkan seperti semburat wangi bunga. Saat menyapa lidah pun kopi arabika yang diseduh akan memberikan pengalaman rasa yang begitu kaya. Karena memiliki kandungan gulanya lebih tinggi, kopi arabika akan terasa asam dan manis. Jadi kamu nggak perlu menambahkan gula.

3. Kadar Kafein

Nah, lanjut ke perbedaan kadar kafein yang terkandung di dalam robusta dan arabika. Di antara kedua jenis kopi ini, yang cukup tinggi jumlah kafeinnya adalah robusta, yakni di kisaran 1,8 – 4 persen. Tingginya kadar kafein pada robusta membuatnya memiliki rasa nendang yang cenderung pahit.

Beda dengan robusta yang kadar kafeinnya cukup tinggi sehingga banyak dikreasikan untuk mengurangi rasa strong-nya, kopi arabika memiliki rasa yang lembut dan nggak pekat ketika diseduh karena emang kandungan kafeinnya Cuma 0,9 – 1,4 persen saja. So, banyak yang memilihnya karena nyaman di lambung.

4. Bentuk Biji Kopi

Di mata penikmat kopi sejati tentu tidak sulit membedakan ciri fisik antara kopi robusta dengan arabika. Tapi kalau kamu belum tahu, biji arabika terlihat sedikit memanjang dengan bentuk agak pipih. Ukurannya pun agak besar.

Untuk ukuran, biji kopi robusta memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan biji kopi arabika. Selain itu, biji kopi robusta juga terlihat padat dengan bentuk sedikit membulat. Kalau dilihat dari teksturnya, kopi robusta terlihat lebih kasar ketimbang biji kopi arabika.

Lantaran bentuk dan juga struktur biji yang berbeda inilah, teknik roasting robusta dan arabika pun nggak sama.

5. Lokasi Tumbuh

Hal terakhir yang menjadi pembeda antara kopi robusta dan arabika adalah lokasi tumbuhnya. Membutuhkan suhu udara yang hangat untuk tumbuh, tanaman kopi robusta banyak ditanam di dataran rendah, yaitu di bawah 700 mdpl. Di alam, tanaman kopi robusta ini ternyata sangat rentan diserang hama, lho.

Nggak seperti tanaman kopi robusta yang membutuhkan udara lebih hangat untuk bisa tumbuh dengan baik, tanaman kopi arabika justru harus ditanam di daerah dengan ketinggian antara 700 – 1700 mdpl yang memiliki suhu udara sejuk di kisaran 16 – 20 derajat Celcius. Kalau ditanam di daerah yang kurang dari 700 mdpl, tanaman kopi arabika akan rentan terserang penyakit daun karat atau Hemileia Vastatrix (HV) yang menyebabkan ia tak bisa tumbuh dengan optimal.

____________________

BACA JUGA: 7 Tips Minum Kopi Hitam di Rumah dengan Lebih Nikmat

Itulah 5 perbedaan kopi robusta dan arabika yang wajib kamu ketahui. Nah, sekarang sudah nggak bingung lagi untuk membedakan kedua jenis kopi ini, bukan?

Nah buat kamu yang ngaku coffee person, yuk langsung cari kopi favoritmu di Blibli. Mulai dari kopi 3 in 1 sampai kopi hitam bisa diantar ke rumah kamu, lho.

DAPATKAN KOPI FAVORIT DENGAN KUALITAS TERBAIK DI SINI!

Nadine

Hi, my name is Nadine, a fashion stylist who loves makeup too! My routines are reading a bunch of information about fashion, lifestyle, and entertainment. Before that, I have another habit such as jogging, yoga, and sipping a glass full of smoothies every single morning. I like to hang out with my besties after work, enjoying a cup of green tea while discussing everything.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY