Memberi Hadiah Saat Anak Mendapat Nilai Bagus Di Sekolah

Photo via pexels.com

Ketika si Kecil mendapat nilai bagus di sekolah, rasanya Bubu ikut senang ya! Saking senangnya, biasanya kita merasa perlu memuji dan memberikan hadiah untuk si Kecil. Tapi, sebenarnya baik tidak ya, memberikan hadiah ketika nilai si Kecil bagus?

Penelitian dari Dweck dan Leggett (1988) menunjukkan bahwa respon orang tua terhadap prestasi anak sangat mempengaruhi motivasi mereka. Respon yang tepat akan membuat anak semakin memotivasi diri, namun respon yang kurang tepat akan membuat anak menjadi kurang termotivasi bahkan bisa membuat performanya menurun.

Ketika anak mendapat nilai bagus, terkadang Bubu dan Pak Suami merasa perlu memberikan sesuatu untuk menghargai hasil belajar si Kecil. Namun, berdasarkan penelitian, terlalu fokus dengan pujian yang berlebihan justru bisa membuat si Kecil merasa tertekan, lho… Mari kita bahas lebih dalam ya Bubu!

 

Photo via pexels.com
 

Memberikan Pujian yang Tepat

Rasanya mudah sekali untuk bisa menyebut “Duh, pintarnya anak Bubu…” atau “Gitu dong… nilai matematikanya bagus!” Namun, menurut psikolog anak Shari Young Kuchenbacker, PhD, cara memuji yang seperti ini ternyata tidak efektif dan justru memberi dampak negatif ke anak lho Bubu. Memuji anak “pintar” dapat memberi tekanan bahwa mereka harus selalu berhasil karena mereka “pintar.” Atau, ketika disebut “pintar”, ada beberapa anak yang merasa menjadi tidak perlu bekerja keras karena berpikir “Toh, saya sudah pintar dari sananya.” Pujian yang juga dianggap berbahaya adalah pujian yang menggunakan kata-kata: “Nah gitu dong…” atau “Tumben…” Kalimat-kalimat pujian ini akan membuat anak merasa perilaku mereka tidak diharapkan sebelumnya, karena ketika mereka memberikan hasil yang baik dianggap sebagai hal yang mengejutkan. Lho kok, mau memuji saja jadinya susah ya? Lalu pujian yang bisa dipakai yang seperti apa dong?

Penulis Growth Mindset, Carol Dweck, Phd, mengatakan bahwa fokus pada proses akan membuat anak percaya bahwa dengan meningkatkan usaha/proses, mereka dapat meraih hasil yang lebih baik.

Jadi, daripada memuji dengan kata “pintar”, kita sebaiknya bisa memuji anak dengan menghargai proses kerja keras mereka, seperti: “Wah, kamu pasti kerja keras ya untuk dapat nilai bagus ini!” Memang jadi agak panjang ya pujiannya, tapi dengan begini, anak jadi paham bahwa mereka bisa meningkatkan hasil apapun jika mereka bekerja keras.

Bagaimana dengan Memberikan Hadiah?

Memberikan hadiah sebagai rewards bisa membuat anak hanya mau melakukan sesuatu jika ada imbalan. Bubu tentunya tidak mau si Kecil jadi pribadi yang pamrih kan ya, walau merayakan keberhasilan anak itu penting. Setiap keberhasilan yang diraih anak – bukan sekadar nilai bagus namun bisa juga keberhasilan kecil seperti merapikan kamar sendiri – tentunya mereka raih dengan usaha yang tidak sedikit. Nah, disinilah peran hadiah, sebagai perayaan dari hasil kerja keras mereka. Jadi, daripada kita katakan bahwa: “Kalau Kakak nilainya bagus, nanti Bubu belikan sepeda ya…” Sebaiknya kita katakan hal seperti “Terima kasih ya Kak untuk kerja kerasnya, ini ada sedikit hadiah untuk merayakan hari ini!” – dengan demikian, sama-sama memberikan hadiah, tapi kesan yang diberikan sangat berbeda.

Nah, sekarang Bubu tidak perlu khawatir lagi ya mengenai memberikan hadiah atau pujian kepada si Kecil. Asal dilakukan dengan cara dan untuk alasan yang tepat, boleh-boleh saja kok!

YUK DAFTAR SAHABAT IBU PINTAR DI SINI!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY