Memaksimalkan Perkembangan Anak dalam Masa Peka

Bubu pernah dengar Metode Montessori? Metode yang digagas oleh Dr. Maria Montessori ini adalah cara belajar yang mengutamakan kebebasan anak untuk belajar sesuai ritme mereka sendiri. Montessori memberikan kesempatan pada anak-anak untuk mengerjakan kegiatan yang mereka inginkan lalu mengobservasi kesiapan anak untuk mempelajari hal baru.  Dalam metode Montessori, Dr. Maria juga memperkenalkan konsep milestone yang dikenal dengan tahap perkembangan anak.

Pentingnya 6 Tahun Pertama pada Perkembangan

Elvina Lim Kusumo, seorang praktisi Montessori dan pendiri IndonesiaMontessori.com, menjelaskan dalam bukunya Montessori di Rumah: 55 Kegiatan Keterampilan Hidup bahwa Montessori mengenal empat tahap perkembangan anak atau planes of development. Salah satu tahap yang penting adalah tahap awal pembentukan diri secara individual atau first plane pada usia 0-6 tahun.  Tahap first plane ini juga disebut sebagai masa peka, anak-anak bisa menyerap banyak sekali informasi di tahap ini. Perlu dicatat nih Bubu, tahap perkembangan anak ini ditandai dengan beberapa karakteristik khusus, yaitu:

  • Tahap first plane ini sangat penting untuk perkembangan eksplorasi dan pertumbuhan fisiologi.
  • Anak dengan mudah menyerap pengetahuan, bahasa, dan budaya melalui indranya. Pada masa ini orangtua harus lebih berhati-hati dalam berucap dan bersikap karena otak anak mampu dengan cepat menyerap segala sesuatu bagaikan spons lho!
  • Anak butuh keteraturan, stimulasi motorik halus dan kasar, pengasahan indra, dan lebih mudah menangkap sesuatu yang bersifat konkret. Di tahap ini penting untuk memberikan anak kesempatan mengerjakan segala sesuatu sendiri.

Memaksimalkan Masa Peka Anak

Pada masa peka, anak-anak akan merasa tergugah dan terpikat oleh aspek-aspek khusus di lingkungan sekitarnya.   Ia juga menjelaskan bahwa setiap tahapan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak.

Masa peka ini dibagi ke dalam beberapa aspek, yaitu:

  • Gerakan (0-1 tahun)
  • Bahasa (0-6 tahun)
  • Keteraturan (2-4 tahun)
  • Musik (2-6 tahun)
  • Masalah toilet (18 bulan-3 tahun)
  • Keramahan dan sopan santun (2-6 tahun),
  • Indra (2-6 tahun)
  • Menulis (3-4 tahun)
  • Membaca (3-5 tahun)
  • Hubungan ruang (4-6 tahun)
  • Matematika (4-6 tahun)

Pada setiap tahapan, Bubu dan Pak Suami bisa memberikan stimulasi yang sesuai dengan usia si Kecil. Namun, perlu diingat bahwa awal dan akhir masa peka juga bisa berbeda setiap anak, ya. Stimulasi yang diberikan selama masa peka bisa berupa kegiatan bermain sambil belajar dengan alat penunjang seperti buku-buku aktivitas atau mainan edukasi. Sekarang ini, Bubu bisa dengan mudah menemukan berbagai buku aktivitas atau mainan edukasi yang sesuai dengan usia anak atau aspek keterampilan yang ingin dilatih.

Berbagai Pilihan Mainan Edukasi untuk Memaksimalkan Masa Peka Anak

Keterampilan-keterampilan di atas memang masih dapat dipelajari di kemudian hari, tetapi membutuhkan kerja keras dan latihan bertahun-tahun. Itu sebabnya, belajar satu atau dua bahasa relatif mudah bagi anak-anak usia dua dan tiga tahun daripada sebagian besar orang dewasa. Oleh karena itu, masa peka ini harus dimaksimalkan karena bersifat sementara dan tidak datang dua kali.

Itu tadi bahasan mengenai pentingnya 6 tahun pertama pada perkembangan anak dan pentingnya memaksimalkan setiap tahapan masa peka. Peran Bubu dan Pak Suami penting lho untuk mendukung proses belajar anak agar lebih efektif pada masa ini. Semangat mendampingi si Kecil belajar, ya!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY