Yang Dapat Dilakukan Ketika Si Kecil Perlu Dirawat di NICU

Photo via freepik.com

Kelahiran si Kecil merupakan momen yang dinanti-nantikan oleh Bubu, Pak Suami, serta keluarga dan kerabat lainnya. Namun, apa yang terjadi ketika kebahagiaan tersebut seketika berubah ketika si Kecil mengalami suatu kondisi kesehatan yang menyebabkan ia perlu dirawat di Neonatal Intensive Care Unit (NICU)? Hati Bubu mungkin terasa seperti hancur karena bayangan untuk dapat menimang dan menyusui si Kecil harus tertunda hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

Dalam kondisi seperti ini, sangat wajar bila Bubu merasa sedih, takut, khawatir, dan emosi tidak nyaman lainnya. Berdasarkan penelitian, memang tingkat stress yang dialami ibu dari anak yang dirawat di NICU lebih tinggi daripada ibu dengan bayi yang sehat (Ziya, et al. 2009). Menurut Trumello et al., (2018) kondisi ibu dengan anak yang perlu dirawat di NICU mengalami tingkat depresi dan kecemasan yang tinggi. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan bantuan atau pendampingan segera dari pihak rumah sakit terkait kondisi psikologis ibu. Namun, pada kenyataannya di Indonesia, tidak semua rumah sakit memiliki pelayanan psikologis yang memadai, sehingga Bubu dan Pak Suami perlu berperan aktif untuk mencari cara atau memberdayakan diri agar dapat menjalani kondisi yang tidak ideal ini. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Bubu dan Pak Suami lakukan.

  1. Sadari kondisi emosi diri

Luangkan waktu sejenak untuk bicara dari hati ke hati dengan Pak Suami atau orang yang dipercaya. Berbagi mengenai apa yang Bubu rasakan adalah kegiatan yang sangat baik agar Bubu bisa menerima perasaan sedih, cemas, takut dan kecewa dengan lebih nyaman. Bisa jadi Pak Suami pun merasakan hal yang serupa dan justru ketika berbagi perasaan ini, sehingga Bubu dan Pak Suami semakin saling mengerti dan dapat saling menguatkan.

  1. Buka jalur komunikasi yang baik dengan perawat dan dokter

Beberapa NICU tidak mengizinkan pendamping berada setiap saat di dalam ruangan. Walaupun Bubu dan Pak Suami rasanya sedih atau kecewa sekali karena tidak bisa mendampingi Kecil di masa awal kelahirannya, namun memang saat ini berada di NICU merupakan pilihan terbaik bagi si Kecil. Berkomunikasi setiap hari dengan perawat di NICU dapat membantu Bubu dan Pak Suami mendapatkan informasi terkini mengenai si Kecil. Selain mengenai kondisi kesehatannya, Bubu dan Pak Suami juga dapat menanyakan bagaimana pola tidur si Kecil atau bagaimana si Kecil merespon pemberian asupan susu ketika Bubu tidak bisa langsung menyusuinya.

  1. Perhatikan kebutuhan pribadi Bubu

Seringkali pikiran dan perhatian Bubu terokupasi pada si Kecil yang sedang berada di NICU, hingga melupakan kebutuhan pribadi. Ingatkan dan paksakan diri untuk tetap mendapatkan asupan yang sehat, istirahat yang cukup, serta menjaga kebersihan diri. Terutama saat ini kondisi Bubu pun masih dalam tahap pemulihan paska melahirkan atau operasi.

  1. Bantu si Kakak beradaptasi

Apabila si Kecil yang berada di NICU bukanlah anak pertama Bubu dan Pak Suami, ingatlah untuk membantu Kakak dari si Kecil untuk beradaptasi dengan situasi ini. Jelaskan pada Kakak mengenai kondisi adiknya di rumah sakit. Luangkan waktu setiap hari untuk bersama anak-anak Bubu lainnya, sehingga mereka tidak merasa ditinggalkan atau diabaikan karena kondisi ini. Carilah bantuan dari keluarga atau teman untuk membantu menjaga dan menemani mereka ketika Bubu dan Pak Suami perlu berada di rumah sakit.

  1. Persiapkan diri jika kondisi berjalan dalam waktu yang cukup Panjang

Dalam beberapa kasus, bayi perlu untuk menginap di NICU lebih lama, bahkan hingga beberapa bulan. Oleh karena itu, penting bagi Bubu untuk mempersiapkan diri, pasangan, dan keluarga di rumah jika kondisi ini berjalan dalam waktu yang cukup panjang. Apabila demikian, mencari dukungan sosial melalui komunitas orang tua yang memiliki kondisi serupa dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan informasi dan dukungan sosial.

Meskipun mengetahui bahwa si Kecil perlu dirawat di NICU dapat mendatangkan kecemasan bagi Bubu dan Pak Suami, tetaplah berpikiran positif agar Bubu dan Pak Suami bisa saling menguatkan. Bubu juga dapat sharing dan bertukar pikiran dengan para orang tua lainnya di komunitas Sahabat Ibu Pintar. Tetap semangat ya, Bubu dan Pak Suami!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY