Berapa Berat Badan Ideal untuk Anak dan Gizi Apa yang Perlu Dipenuhi?

Via ibudanbalita.com

Memantau pertumbuhan anak menjadi hal yang wajib dilakukan oleh setiap orang tua. Pertumbuhan anak sangat mudah dilihat secara jasmani, karena berkaitan dengan perubahan ukuran fisik dan bentuk tubuh. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan data yang objektif adalah dengan mengukur berat badan, tinggi/panjang badan, serta lingkar kepala. Data pertumbuhan anak ini penting, karena jika terjadi gangguan yang tidak terdeteksi dan tidak ditindaklanjuti dapat menyebabkan hal-hal yang merugikan kualitas hidup sang anak kelak. Pertumbuhan yang tentunya juga penting adalah pengukuran berat badan anak.

Pengukuran berat badan anak sebaiknya dilakukan tiap bulan hingga anak berusia 1 tahun, lalu setiap 3 bulan hingga usia anak 3 tahun, dilanjutkan setiap 6 bulan hingga usia anak 6 tahun dan setelah anak berusia 6 tahun cukup dilakukan setahun sekali. Untuk mengetahui apakah berat badan anak sudah sesuai dengan umurnya, Bubu dapat mengacu pada kurva pertumbuhan anak usia kurang dari 5 tahun dari WHO, seperti yang terlihat pada Figure 1 & Figure 2. Garis yang berwarna hijau menjadi indikasi berat badan rata-rata untuk anak seusianya. Dari data berat badan dan umur, dapat diketahui apakah anak mempunyai berat badan normal, kurang, atau bahkan berat badan berlebih.

Figure 1. Berat badan menurut umur, anak perempuan sampai usia 5 tahun

Figure 2. Berat badan menurut umur, anak laki-laki sampai usia 5 tahun

Jika berat badan anak sudah ideal, tidak menjadi masalah bagi Bubu. Namun, jika berat badan anak berada di bawah rata-rata yang seharusnya, nutrisi apakah yang harus Bubu berikan?

Jawabannya tentu gizi yang seimbang. Penting bagi Bubu dan Pak Suami untuk perhatikan unsur “3J “ yaitu:

  1. Jumlah kalori harus mencukupi

Jumlah kalori akan dihitung oleh dokter menurut usia, berat badan, tinggi/panjang badan anak, kondisi kesehatan, aktifitas anak, dsb. Jadi, penting bagi Bubu dan Pak Suami untuk mengetahui kalau jumlah kalori yang diberikan ke setiap anak tidaklah sama.

  1. Jenis makanan

Agar nutrisi anak yang beratnya di bawah rata-rata terpenuhi, konsumsi makanan si Kecil harus mengandung cukup karbohidrat (seperti nasi, kentang, roti, ubi, jagung, singkong), protein (lauk hewani maupun nabati, seperti telur, daging ayam, daging sapi, seafood, tahu, tempe, kacang-kacangan), lemak (minyak zaitun, canola) serta kandungan vitamin, mineral dan serat yang terdapat pada sayuran dan buah. Penting juga untuk mengkonsumsi air yang cukup.

  1. Jadwal makan

Usahakan berikan si Kecil makan sebanyak 5-6x sehari dengan pembagian 3x makan utama (sarapan, makan siang, makan malam) dan 2-3x snack atau selingan (dibagi menjadi selingan pagi dan selingan sore). Disarankan jarak setiap waktu makan untuk anak adalah sekitar 2.5 hingga 3 jam.

Nah Bubu, itulah beberapa hal yang perlu Bubu dan Pak Suami perhatikan untuk memantau pertumbuhan anak, terutama dalam perkembangan berat badannya. Pastikan si Kecil makan makanan dengan gizi seimbang dan porsi cukup ya, agar ia dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Kini, Bubu dan Pak Suami tidak perlu repot lagi untuk belanja bahan makanan bernutrisi, cukup berbelanja di Bliblimart dan pesanan Bubu akan segera diantar 😊

*Sumber artikel dari Dr Ida Gunawan, MS SpGK (K)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY