Perbedaan Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis

Source by id.wikihow.com

Perbedaan Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis — Mendengarkan musik memang jadi aktivitas yang paling menyenangkan. Buat Blibli Friends yang nggak puas hanya jadi pendengar, juga bisa menciptakan musik sendiri dengan menggunakan alat-alat musik. Tapi, menciptakan musik nggak hanya memainkan alat musik secara random. Kamu juga perlu menguasai tangga nada. Tangga nada adalah rangkaian atau susunan nada-nada dengan jarak tertentu. Nada tersebut bisa saja menjadi tinggi atau rendah. Bergantung dari komposisinya, beberapa lagu bahkan bisa memiliki nada rendah dan tinggi secara bergantian.

Jenis tangga nada pun ternyata juga bermacam-macam. Tangga tanda secara umum dibedakan jadi 3, yaitu pentatonis, diatonis, dan kromatis. Nah, dari ketiganya, masih banyak juga yang kesulitan bedakan tangga nada pentatonis dan diatonis. Daripada bingung, yuk baca ulasan perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis di bawah ini.

BACA JUGA: Mengenalkan Musik Pada Anak

_______________________________

  1. Tangga Nada Diatonis

Tangga nada diatonis adalah komposisi tangga nada yang banyak banget digunakan di karya musik modern atau kontemporer. Jenis tangga nada berjumlah 7 ini biasanya menggunakan interval 1 atau interval setengah. Tangga nada ini juga dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu tangga nada mayor dan tangga nada minor.

Tangga nada mayor adalah jenis tangga nada yang dipakai pada lagu-lagu yang menggambarkan suasana ceria. Susunan nada dari tangga nada minor biasanya memiliki jarak 1 – 1- ½ – 1 – 1 – 1  – ½. Kebanyakan lagu anak-anak menggunakan tangga nada mayor, lho. Lagu-lagu seperti “Lihat Kebunku” dan “Naik Delman” yang diciptakan Ibu Sud, maupun lagu “Balonku” dari AT Mahmud juga menggunakan nada ini. Selain itu, lagu daerah dengan nada ceria dan catchy seperti “Ampar-Ampar Pisang”, “Manuk Dadali”, dan “Gundul Pacul” juga digubah dengan tangga nada diatonis mayor.

Berbeda dari jenis tangga nada diatonis mayor, diatonis minor malah menampilkan kesan yang mellow dan sedikit sendu. Tangga nada ini terbagi lagi jadi 3 jenis, yaitu tangga nada minor asli, harmonis, dan melodis. Cara membedakannya adalah, tangga nada minor asli cuma memiliki nada pokok. Jadi, jangan heran kalau tangga nada ini sama sekali nggak memiliki tanda kromatis.

Sedangkan, jenis tangga nada minor harmonis, tiap nada dinaikkan menjadi setengah. Tapi, pola naik turun nada tetap sama. Nada minor melodis cuma menaikkan not nada ke-6 dan ke-7. Saat diturunkan pun, nadanya hanya turun setengah saja. Beberapa lagu seperti “Mengheningkan Cipta” karya Truno Prawit, “Gugur Bunga”, dan “Indonesia Pusaka” karya Ismail Marzuki termasuk ke dalam lagu yang pakai tangga nada diatonis.

  1. Tangga Nada Pentatonis

Perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis yang paling kelihatan adalah, nada pentatonis cuma punya nada pokok berjumlah 5 buah saja. Tangga nada pentatonis dibagi jadi 2 bagian, yaitu Slendro dan Pelog. Slendro adalah jenis tangga nada pentatonis yang mengusung nada 1 2 3 4 5 6 1 dengan kesan irama yang ceria dan upbeat banget. Sebaliknya, pelog punya nada 1 2 3 4 5 6 7 yang lebih kalem. Contoh lagu populer yang menggunakan tangga nada pentatonis slendro adalah “Jali-Jali”, “Kincir-Kincir”, dan “Suwe Ora Jamu”. Sedangkan lagu dengan nada pentatonis pelog adalah “Lir-Ilir”, “Te Kate Dipanah”, dan “Cing Cangkeling”.

_______________________________

BACA JUGA: Tips Beli Alat Musik Online 

Main musik jadi makin seru dengan belanja peralatan musik di Blibli. Toko online ini tawarkan berbagai peralatan musik berkualitas yang bisa kamu pilih di kategori Home & Living. Mulai dari keyboard, piano, gitar, dan lain sebagainya. Harga yang ditawarkan juga beragam dan pastinya terjangkau. Apalagi, kalau kamu manfaatkan promo Rezeki Bulan Cinta dari Blibli. Belajar perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis pastinya jadi jauh lebih nyambung dan seru.

DAPATKAN ALAT MUSIK BERKUALITAS DI SINI!

Rejeki Bulan Cinta

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY