Perbedaan Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis, Sudah Tahu?

Oct 19, 2020.By
Bagikan
Foto: Sumber Image

Tangga nada diatonis ternyata terbagi lagi menjadi tangga nada diatonis minor dan mayor loh. Kemudian, ada juga tangga nada pentatonis dan kromatis. Simak macam-macam dan perbedaan tangga nada dianotis, penatonis, serta kromatis berikut ini.

_______________________________

Perbedaan Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis — Mendengarkan musik memang jadi aktivitas yang paling menyenangkan. Buat Blibli Friends yang nggak puas hanya jadi pendengar, juga bisa menciptakan musik sendiri dengan menggunakan alat-alat musik. Tapi, menciptakan musik nggak hanya memainkan alat musik secara random. Kamu juga perlu menguasai tangga nada. Tangga nada adalah rangkaian atau susunan nada-nada dengan jarak tertentu. Nada tersebut bisa saja menjadi tinggi atau rendah. Bergantung dari komposisinya, beberapa lagu bahkan bisa memiliki nada rendah dan tinggi secara bergantian.

Jenis tangga nada pun ternyata juga bermacam-macam. Tangga tanda secara umum dibedakan jadi 3, yaitu pentatonis, diatonis, dan kromatis. Nah, dari ketiganya, masih banyak juga yang kesulitan bedakan tangga nada pentatonis dan diatonis. Daripada bingung, yuk baca ulasan perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis di bawah ini.

BACA JUGA: Mengenalkan Musik Pada Anak

_______________________________

Definisi Tangga Nada

Di dalam dunia musik ada yang dinamakan tangga nada. Nah, pengertian dari tangga nada ini adalah rangkaian berjenjang dari nada-nada mulai dari nada dasar sampai nada oktafnya (rangkaian nada dalam jarak tertentu). Atau lebih lebih sederhananya tangga nada ini merupakan suatu unsur yang bikin musik bisa terdengar lebih merdu dan asyik. Contohnya dari nada do, re, mi, fa, sol, la, si dan do tinggi. Sedangkan fungsinya untuk menciptakan suatu keindahan, yang meliputi unsur melodi, ritmis beserta keharmonisan yang bisa memberikan keindahan khusus pada sebuah lagu karena nada bisa saling berkesinambungan. 

Jadi bisa diibaratkan tangga nada ini seperti tangga pada kehidupan sehari-hari. Ada saatnya naik dan naik lagi semakin tinggi namun ada kalanya harus turun dan turun lagi semakin rendah. Dan yang menjadi jeda antara nada satu dengan lainnya disebut interval. Nah, kalau interval ini contohnya dalam kehidupan sehari-hari adalah jarak antar anak tangga. Ada yang jaraknya jauh ada juga yang mempunyai jarak dekat. Tanpa kehadiran tangga nada, tidak pernah ada suara yang bisa dipahami dan dinikmati. Nada terdengar garing, tidak indah, biasa saja dan tidak bisa disebut sebagai seni.

Macam-macam Tangga Nada

Tangga nada terdiri dari beberapa macam yang mana setiap jenisnya mempunyai bunyi khas yang berbeda sehingga membuat musik dapat didengarkan dengan fungsi khusus yang bisa disesuaikan dengan kondisi, situasi atau kebutuhan. Selain tangga nada diatonis (terdiri dari tangga nada diatonis minor dan diatonis mayor) serta tangga nada pentatonis (terdiri dari tangga nada pelog dan slendro) seperti sudah dijelaskan di atas, ada juga tangga nada kromatis.

1. Tangga Nada Diatonis

Tangga nada diatonis adalah komposisi tangga nada yang banyak banget digunakan di karya musik modern atau kontemporer. Jenis tangga nada berjumlah 7 ini biasanya menggunakan interval 1 atau interval setengah. Tangga nada ini juga dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu tangga nada mayor dan tangga nada minor.

Tangga nada mayor adalah jenis tangga nada yang dipakai pada lagu-lagu yang menggambarkan suasana ceria. Susunan nada dari tangga nada minor biasanya memiliki jarak 1 – 1- ½ – 1 – 1 – 1  – ½. Kebanyakan lagu anak-anak menggunakan tangga nada mayor, lho. Lagu-lagu seperti “Lihat Kebunku” dan “Naik Delman” yang diciptakan Ibu Sud, maupun lagu “Balonku” dari AT Mahmud juga menggunakan nada ini. Selain itu, lagu daerah dengan nada ceria dan catchy seperti “Ampar-Ampar Pisang”, “Manuk Dadali”, dan “Gundul Pacul” juga digubah dengan tangga nada diatonis mayor.

Tangga nada diatonis minor menampilkan kesan yang mellow dan sedikit sendu. Tangga nada ini terbagi lagi jadi 3 jenis, yaitu tangga nada minor asli, harmonis, dan melodis. Cara membedakannya adalah, tangga nada minor asli cuma memiliki nada pokok. Jadi, jangan heran kalau tangga nada ini sama sekali nggak memiliki tanda kromatis.

Sedangkan, jenis tangga nada minor harmonis, tiap nada dinaikkan menjadi setengah. Tapi, pola naik turun nada tetap sama. Nada minor melodis cuma menaikkan not nada ke-6 dan ke-7. Saat diturunkan pun, nadanya hanya turun setengah saja. Beberapa lagu seperti “Mengheningkan Cipta” karya Truno Prawit, “Gugur Bunga”, dan “Indonesia Pusaka” karya Ismail Marzuki termasuk ke dalam lagu yang pakai tangga nada diatonis.

2. Tangga Nada Pentatonis

Perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis yang paling kelihatan adalah, nada pentatonis cuma punya nada pokok berjumlah 5 buah saja. Tangga nada pentatonis dibagi jadi 2 bagian, yaitu Slendro dan Pelog. Slendro adalah jenis tangga nada pentatonis yang mengusung nada 1 2 3 4 5 6 1 dengan kesan irama yang ceria dan upbeat banget. Sebaliknya, pelog punya nada 1 2 3 4 5 6 7 yang lebih kalem. Contoh lagu populer yang menggunakan tangga nada pentatonis slendro adalah “Jali-Jali”, “Kincir-Kincir”, dan “Suwe Ora Jamu”. Sedangkan lagu dengan nada pentatonis pelog adalah “Lir-Ilir”, “Te Kate Dipanah”, dan “Cing Cangkeling”.

3. Tangga Nada Kromatis

Tangga nada kromatis atau sering juga disebut aksidental merupakan tangga nada yang memakai 12 macam nada dan jarak antar notnya ½. Tangga nada kromatis juga merupakan turunan dari nada diatonis mayor yang mana bagian nada yang nilainya 1 (pada diatonis mayor) akan dipecah menjadi ½ dan ½ pada nada kromatis. Contohnya: C – Cis – D – Dis – E – F – Fis – G – Gis, A – Ais dan selanjutnya. 

Tangga nada kromatis juga sering dipakai pada ke-12 nada oktaf. Walau demikian hanya 7 oktaf pertama dari abjad yang digunakan untuk nama nada. Contohnya A, B, C, D, E,F,G dan 5 nada lainnya dalam nada kromatis diberi nama dengan simbol yakni tanda kress (meninggikan not dibelakangnya ½ nada) , tanda mol (merendahkan not dibelakangnya ½ nada) dan tanda pugar atau tanda natural (mengembalikan nada yang sebelumnya ditinggikan atau direndahkan)

Ketukan bisa dibilang sebagai salah satu dasar yang harus dipahami dalam bermain musik, ini karena ketukan adalah unsur yang membentuk musik. Bila tidak paham atau salah ketukan, musik yang dihasilkan akan berantakan. Ketukan juga menunjukkan panjang pendeknya sebuah nada, semakin banyak ketukan maka semakin panjang nadanya. Dan pada tangga nada kromatis umumnya memiliki ketukan atau birama 4/4.

Tangga nada kromatis seringkali dipakai pada jenis lagu seperi lagu jazz, lagu rohani, pop dan blues. Contohnya ada pada lagu Indonesia Pusaka dan Bungong Jeumpa. 

_______________________________

BACA JUGA: Tips Beli Alat Musik Online 

Main musik jadi makin seru dengan belanja peralatan musik di Blibli. Toko online ini tawarkan berbagai peralatan musik berkualitas yang bisa kamu pilih di kategori Home & Living. Mulai dari keyboard, piano, gitar, dan lain sebagainya. Harga yang ditawarkan juga beragam dan pastinya terjangkau. Apalagi, kalau kamu manfaatkan promo Big Payday Murah No Drama yang dilaksanakan tanggal 25-27 November 2021 dari Blibli. Belajar perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis pastinya jadi jauh lebih nyambung dan seru, deh!

DAPATKAN ALAT MUSIK BERKUALITAS DI SINI!

Blibli Big Payday November 2021

Tag:
Apa Yang Kamu Fikirkan?
0
0
0
0
0
0
0
0
0 Komentar

Artikel Lainnya

Lihat Semua Artikel