Handling Multiple Trauma: Cara Tepat Menangani Cedera Karena Jatuh

Photo via freepik.com

Pernahkah tanpa sengaja si Kecil terjatuh ketika ia bermain?

Semoga tidak ya Bubu. Kalaupun pernah terjadi, semoga cedera yang dialami si Kecil tidak signifikan. Sebagai orang tua, kita memang harus selalu waspada dengan kegiatan yang dilakukan oleh anak, karena jika si Kecil mengalami cedera dan kita salah dalam menanganinya, trauma yang ditimbulkan justru bisa semakin parah. Berikut adalah beberapa hal yang Bubu dan Pak Suami perlu ketahui jika si Kecil atau anggota keluarga lain tanpa sengaja terjatuh saat berkegiatan di rumah.

Jatuh dan Cedera yang Dapat Ditimbulkan

Perlu Bubu dan Pak Suami ketahui, jika seseorang terjatuh, ia dapat mengalami cedera pada bagian tubuh yang berbeda, tergantung pada posisi jatuhnya. Beberapa bagian tubuh yang dapat mengalami cedera adalah sebagai berikut:

  1. Cedera Kepala
  2. Cedera Leher
  3. Cedera Tulang Belakang
  4. Cedera Tulang Ekor/Tulang Duduk
  5. Dislokasi/Keseleo
  6. Patah Tulang Fraktur (bagian kaki, bagian tangan, bagian dada, dan bagian tubuh yang lainnya)
  7. Multiple trauma (cedera terjadi pada seluruh bagian tubuh nomor 1-6 dan terjadi pendarahan)

Multiple Trauma dan Cara Penanganan yang Tepat

Setiap cedera yang ditimbulkan akibat terjatuh, misalnya jatuh dari tangga, memiliki penanganan yang berbeda. Kita harus curigai bahwa cedera yang ditimbulkan adalah multiple trauma. Pertolongan yang dapat dilakukan pada korban yang dicurigai mengalami multiple trauma harus dilakukan secara hati-hati, yakni sebagai berikut:

  1. Minta korban jangan bergerak

Hal ini penting untuk menghindari terjadinya cedera yang lebih parah jika posisi korban berubah.

  1. Tanya korban apa yang terjadi
  2. Tanyakan hal dasar, seperti hari atau tanggal

Jika salah dalam menjawab untuk pertanyaan yang mendasar (misalnya menyebutkan nama), maka dapat diasumsikan bahwa terdapat benturan pada kepala.

  1. Tanyakan korban bagian tubuh yang terasa sakit

Hal ini untuk memastikan area tubuh mana yang tidak boleh banyak digerakan.

  • Jika terasa sakit pada bagian leher atau punggung, jangan pindahkan korban

ika korban terasa sakit daerah leher, kemungkinan ini disebabkan oleh cedera trauma kepala. Langkah yang harus diingat untuk tidak sembarangan menangkat korban dan harus dilakukan stabilisasi di daerah kepala agar kepala korban tidak bergerak kiri – kanan. Semakin banyak pergerakan di daerah kepala, resiko cedera lebih serius atau kematian bisa terjadi. Jika korban muntah, kejang dapat diasumsikan korban mengalami gegar otak. Gegar otak tidak selalu terjadi saat itu juga. Perhatikan perilaku atau tingkah laku korban. Jika terjadi perbuahan dalam waktu 1×6 jam/1×12 jam/1×24 jam segera bawa ke RS untuk diperiksa CT Scan dengan menggunakan mesin MRI.

Namun, jika korban jatuh dengan posisi duduk dan terkena tulang ekor (tulang pantat), kondisi ini sangat berbahaya. Minta korban untuk jangan bergerak dan pastikan untuk memanggil tim paramedic karena korban harus dipindahkan dengan alat khusus. Untuk korban yang mengalami cedera di daerah tulang ekor, penolong dapat menilai seberapa kondisi parahnya dari timbulnya bau BAB, air seni, ereksi (untuk pria). Jika ditemukan ini salah satu hal ini, maka korban dapat dipastikan mengalami kelumpuhan.

  1. Minta korban untuk menggerakan bagian jari kaki atau tangan

Hal ini untuk memastikan bahwa tidak ada saraf yang terputus.

Jika kita menemukan korban dengan kondisi adanya bau kotoran seperti keluar urine dan buang air besar, hal ini mengindikasikan adanaya kelumpuhan pada anggota gerak bagian bawah. Jika pada kasus ini korbannya adalah laki-laki, dapat dilihat juga reaksi ereksi pada alat vital korban. Ketika kita menemukan korban dengan kondisi terjatuh dari tangga, sangat disarankan untuk segera menghubungi tim medis untuk mendapatkan pertolongan, karena kondisi seperti ini membutuhkan pertolongan khusus dan alat-alat medis khusus.

Pertolongan Pertama untuk Cedera Karena Jatuh

Hal-hal yang dapat kita lakukan sebagai pertolongan pertama ketika menemukan korban yang jatuh dari tangga adalah sebagai berikut:

  1. Jangan gerakan korban, terutama pada area bagian tubuh yang patah
  2. Kompres dengan air dingin atau es batu untuk mengurangi bengkak
  3. Ikat dengan . Bidai merupakan teknik untuk memimobilisasi area yang diindikasikan patah/terkilir. Teknik bidai dibutuhkan untuk memastikan si anak tidak menggerakan terlalu banyak area yang cedera. Ini harus dilakukan dengan teknik yang benar dan dilakukan oleh awam terlatih atau tenaga medis yang profesional.
  4. Panggil bantuan dan tunggu pertolongan dari tenaga medis untuk memindahkan korban
  5. Jika korban masih dapat berdiri, segera periksakan ke rumah sakit

Nah Bubu, itulah beberapa hal yang perlu Bubu dan Pak Suami ketahui sebagai tanda pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan karena terjatuh di rumah. Selalu waspada dan berhati-hati ya, Bubu dan keluarga. Jika membutuhkan pertolongan darurat tenaga medis, Bubu dapat menghubungi nomor 119. Stay safe and healthy!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY