Nggak semua foto mudah untuk dipotret bak memotret selfie. Dalam menjalankan profesinya, fotografer terkadang harus mengorbankan waktu, tenaga, atau pikiran untuk menemukan cara memotret suatu hal dengan sempurna.

Tahukah kamu foto-foto seperti apa yang bisa bikin semua fotografer, bahkan yang profesional sekalipun, pusing tujuh keliling? Ini dia.

1. Close up hewan buashewan-buas

Menjadi fotografer dari media-media yang mengekspos kehidupan hewan-hewan liar, seperti National Geographic, tentunya nggak mudah. Kamu harus memiliki keberanian ekstra untuk mendekati para hewan liar dan kesiapan untuk melarikan diri ketika mereka mengejarmu. Belum lagi, jika mereka bergerak dengan aktif.

Terkadang, para fotografer bahkan harus melakukan observasi kehidupan dari hewan yang ingin ia potret selama berhari-hari hingga berbulan-bulan. Dengan begitu, ia dapat mengetahui kapan harus memotret mereka, kapan mereka aktif mencari makan, atau kapan mereka akan melakukan hal-hal tertentu.

Lebih sulit lagi ketika hewan yang ingin dipotret ada di dalam laut. Selain harus menyelam untuk dapat menemui mereka, sang fotografer pun harus menunggu momen yang tepat atau menggunakan trik tertentu agar dapat menarik hewan tersebut datang ke depan kamera. Ketika sudah dekat pun, siapa yang nggak deg-degan takut diserang?

2. Kilat atau petir

petir

Kilat atau petir merupakan salah satu fenomena alam yang menakjubkan saat tertangkap kamera, terutama jika sang fotografer beruntung untuk mendapatkan kilat dengan pola atau bentuk yang unik. Tapi, boro-boro dapat yang unik, berhasil memotret satu kilat saja sudah hoki.

Mencari tempat terjadinya kilat mungkin nggak begitu sulit, karena badai dapat terjadi dimana-mana setiap hari. Namun, momentum yang tepat untuk ‘menangkapnya’ nggak semudah itu. Seorang fotografer harus bersabar dan siap mengambil banyak foto sekaligus hingga ia bisa mendapatkan keseluruhan kilat dalam fotonya.

Memotret kilat juga sangat berbahaya, lho. Sang fotografer harus menemukan tempat berlindung yang pas, namun kamera dan tripod-nya harus ditinggal di tempat pemotretan. Banyak fotografer yang memilih mengendalikan kameranya dengan remote control untuk mempermudah dan mengamankan diri mereka. Amit-amit bisa tersambar petir!

3. Angin puting beliungangin-puting-beliung

Sebelas dua belas dengan kilat, angin puting beliung juga merupakan objek fotografi yang sangat berbahaya. Bedanya, kerusakan yang disebabkan angin puting beliung bisa lebih parah dan fenomena alam ini juga ‘mengejar’. Fotografer yang hendak memotret angin puting beliung, sebaiknya tahu persis arah yang akan dilaluinya.

Melalui ramalan cuaca, fotografer akan dapat memperhatikan arah dari angin besar tersebut. Setelah itu, ia pun harus menyusun beberapa rencana untuk menemukan posisi yang tepat untuk memotret dan langsung kabur ketika angin puting beliungnya mendekat.

Fotografer yang rela mengambil foto angin puting beliung memang harus memiliki keberanian super untung melawan maut. Di kala semua orang berusaha kabur sejauh-jauhnya, mereka justru mencari cara untuk mendekat. Hati-hati jangan sampai keseret, ya!


BACA JUGA Leica M-P (Typ 240) Grip: Kamera Edisi Terbatas dengan Lapisan Karet Bet PingPong


4. Medan yang ekstrimpendaki

Kamu tahu kan kalau fotografer profesional harus membawa seperangkat peralatan fotografi yang banyak itu? Bagi masyarakat awam yang biasanya hanya membawa sebuah kamera tanpa embel-embel lain, melihat para fotografer yang harus membawa-bawa perangkatnya saja sudah terlihat merepotkan.

Bukan hanya sekedar bawa ke taman atau studio foto, para fotografer profesional bahkan membawa peralatan-peralatan tersebut ke daerah-daerah dengan angle yang sulit. Ya, bayangkan saja mendaki gunung Everest yang sudah susah didaki tanpa barang bawaan. Namun, dari kontribusi mereka, kita sekarang bisa melihat gunung Everest tanpa harus pergi mendaki.

Wah, ternyata untuk bisa mengambil gambar-gambar sempurna, para fotografer nggak hanya harus punya keahlian memotret, namun juga fisik yang kuat untuk mengangkat perlengkapannya, ya.

5. Foto pre-weddingprawediing

wedding

Via Bored Panda

Memotret sepasang intan yang sedang jatuh cinta memang mudah. Tapi memotret mereka dengan background yang kece nggak semudah yang dibayangkan. Terkadang, sang fotografer harus rela bersentuhan dengan kubangan demi mendapatkan potret yang cetar, seperti gambar di atas.

Ada kalanya mereka harus rela bergantung-gantung dengan tali pengaman demi mendapatkan potret sepasang calon pengantin di tengah-tengah pendakian. Belum lagi kalau ketemu dengan pasangan yang ingin ini itu dan minta mengambil foto ulang melulu hanya karena poni rambutnya tergeser 5 mm ke kanan. Ngeselin, kan?

Selain harus kuat bersabar, khususnya para fotografer jomblo harus mempunyai kekuatan mental yang besar untuk melindungi diri dari rasa baper dan iri terhadap pasangan-pasangan yang dipotret. Kasihan, ya?

Bagaimana? Bagi para fotografer, sudah pernahkah kamu melakukan lima hal di atas untuk mendapatkan foto yang sempurna? Jangan lupa hunting kamera oke serta lensa-lensa yang bervariasi untuk mendapatkan foto yang oke juga, seperti yang ini. Bagi kamu yang sering difotoin, hargailah usaha para fotografer yang siap melakukan apa saja demi foto terindahmu.

Rio

Digital agency’s worker, amateur internet scholar, professional gamer also very in love to running in a field and swimming. A community person who loves touring with bike or motorcycle.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY