Tips Merintis Usaha Coffee Shop Kekinian Menurut Co-Founder Kopikir

Buat Blibli Friends yang punya resolusi 2019 bikin bisnis, coffee shop bisa jadi pilihan yang menarik. Selain karena target market-nya yang luas dan bisa mencakup berbagai kalangan, ternyata memulai bisnisnya gak perlu modal besar, lho! Ditambah Indonesia sendiri merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, jadi gak heran kalau kopi asal negara kita sudah terkenal di mancanegara seperti Luwak atau Toraja.

Baik dengan membeli franchise atau memulai konsep baru, merintis usaha coffee shop tetap butuh business plan yang matang. Layaknya membuat bisnis-bisnis lainnya, banyak aspek yang harus direncanakan matang-matang agar bisnis yang kita buat bisa profitable. Mulai dari menentukan target customer­ yang tepat, lalu menghitung biaya operasional operational cost untuk menghitung modal dan forecast revenue untuk bisa menentukan kapan bisa balikmodal. Selain itu perlu juga ada marketing plan yang matang agar produk yang ditawarkan bisa laku dipasaran.

Buat menjawab itu semua, kali ini tim editorial Blibli berkesempatan mewawancarai Dela Arundina, selaku Co-Founder dari Kopikir, brand kopi kekinian yang produknya sudah banyak dinikmati oleh masyarakat. Yuk, simak!

Dela Arundina, Co-Founder Kopikir

Blibli: Halo Mba Dela, salam kenal ya. Boleh diceritain gak cerita dibalik berdirinya brand Kopikir?

Dela: Awal kami terjun ke bisnis kopi karena kami sangat suka ngopi. Kemudian di awal 2015, bersama teman, kami mendirikan coffee shop. Di pertengahan tahun 2017, kami memutuskan membuat micro roastery kopi

Blibli: Apa sih yang menginspirasi kalian membuat usaha kopi?

Dela: Selain karena kami suka kopi dan penikmat kopi, kami juga menyadari bahwa bisnis minuman akan selalu berkembang. Apalagi dengan pertambahan konsumen penikmat kopi yang semakin meningkat

Blibli: Bagaimana cara membuat business plan yang tepat?

Jawaban: Membuat business plan yang pertama adalah mengerti dahulu apa yang menjadi kebutuhan, dan memberikan solusi terhadap kebutuhan itu sendiri. kemudian setelah mendapat solusinya, lakukan perhitungan kebutuhan modal yang detail, disertai analisa keuangan ketika bisnis berjalan. Bagi kami, kunci membuat business plan adalah produk yang menjadi solusi, analisa keuangan sederhana, target pasar yang jelas, serta channel distribution. Kami menggunakan business model canvas dari Strategyzer untuk memetakan bisnis yang kami kerjakan.

Blibli: Berapa sih kira-kira modal yang dibutuhkan untuk membuka bisnis kopi kekinian?

Dela: Kalo ingin kafe yang kekinian, yang harus diperhatikan adalah tempat dan lokasi. karena itu adalah komponen terbesar dari modal. jika sudah punya tempat, you already half way there

Blibli: Terakhir nih, ada gak tips-tips untuk Blibli Friends di luar sana yang ingin merintis usaha seperti ini?

Dela:

Tips untuk Blibli Friends,

  1. kenali dahulu alasan mengapa ingin berbisnis, temukan motivasi diri dan strong why
  2. kenali pasar yang ingin dituju
  3. cari hero yang menjadi model ideal bisnis kita; misal: ingin punya kedai kopi seperti Starbucks. Dengan memiliki hero, serta merta kita menentukan pasar dan produk yang ingin dijual
  4. terus belajar dan berinovasi

harus dimulai, karena ide hanya akan jadi ide semata jika tidak direalisasi

LIHAT JUGA PRODUK SELENGKAPNYA DARI KOPIKIR

Nah, itu dia Friends wawancara kita dengan salah satu pendiri bisnis coffee shop di Indonesia, Kopikir. Gimana? Sudah siap untuk memulai bisnis kopi kekinian? Jangan lupa sebelum memulai bisnis ini, pastikan Kamu juga niat menjalaninya sesuai passion-mu biar nanti gak berasa ketika menjalaninya. Pelan-pelan siapa tahu bisa bisnis Kamu bisa berkembang dan membuka banyak lowongan pekerjaan dan bisa jadi entrepreneur yang menginspirasi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY