Mainan dan anak ibarat dua sisi mata uang, tak bisa dipisahkan dan tak lengkap bila salah satunya tidak ada. Namun bagi orangtua, mainan dan anak terkadang menjadi ujian kesabaran. Belum satu jam mainan dibereskan dan karpet digulung, eh, ditinggal menyiapkan susu sebentar mainan sudah berserakan di ruang tamu. Padahal sebentar lagi akan ada saudara berkunjung. Capek rasanya.

Kejadian seperti di atas bukan hal yang aneh bagi seorang Moms. Beres-beres mainan anak secara beruntun bukan hal yang aneh. Membelikan mainan bagi anak memang bisa meningkatkan imajinasi dan saraf motorik mereka. Tapi di sisi lain, hal tersebut seperti menjadi bumerang, karena Moms yang harus beres-beres lagi.

Tapi sebenarnya mainan bukan sekadar menjadi sumber kesemrawutan rumah. Mainan juga bisa menjadi ajang edukasi bagi anak, khususnya dalam mengajarkan disiplin. Bila bisa menyiasatinya dengan tepat, Moms bisa membangun kedisiplinan anak melalui mainan mereka. Misalnya saja anak menyukai berbagai bentuk mainan diecast seperti ini.

Anda bisa mengajarkan kedisiplinan kepada anak dengan koleksi diecast miliknya. Bagaimana caranya?

  • Ajari anak kesadaran bahwa setiap barang selalu ada tempatnyakids

Bila Moms membelikan mainan diecast untuk anak, ada baiknya juga membelikan kotak penyimpanan diecast. Kotak ini berbentuk seperti kaleng biskuit, tapi di dalamnya terdapat sekat-sekat berbahan busa sebagai tempat penyimpanan diecast. Dengan adanya tempat diecast seperti ini, anak akan belajar melihat dan menyadari jika ada barang yang tak sesuai tempatnya.

  • Terapkan sistem hadiah dan hukuman pada si kecilhadiah dan hukuman

Bila si kecil sudah memiliki kotak penyimpanan khusus, biasakan anak untuk menyimpan diecast koleksinya ke dalam kotak tersebut. Moms mungkin bisa menerapkan sistem reward and punishment untuk mengajarkan disiplin kepada anak. Misalnya saja bila anak bisa merapikan diecast dalam seminggu berturut-turut, Anda bisa membelikan hadiah es krim untuknya. Tapi bila tidak mau membereskan diecast, Anda bisa memberikan punishment seperti larangan bermain diecast selama 1-2 hari.

  • Jadikan mainan sebagai salah satu faktor pendorong utama pembelajarantoy

Anak adalah orang yang belajar secara trial and error. Maka, saat melihat bahwa ia lebih sering dapat hadiah jika disiplin, biasanya si anak akan mengulangi hal yang disenanginya. Karena itu, bila si kecil penyuka diecast, Moms bisa melihat dan membelikan koleksi diecast istimewa seperti edisi Spiderman di Blibli.com yang memberikan banyak kemudahan seperti bebas ongkos kirim. Β Tentu syaratnya harus diberlakukan. Misalnya minimal sebulan harus selalu rapi menaruh mainannya. Lewat sehari saja, hadiah dibatalkan.

Oh ya, mengajarkan anak untuk membereskan diecast kesayangan mereka tidak hanya melatih kedisiplinan bagi mereka. Membereskan mainan dengan wadah khusus untuk koleksi mainan mereka juga bisa melatih anak bekerja sistematis. Moms bisa mengajarkan anak menyusun diecast berdasar tipe kendaraan atau edisi diecast. Misalnya saja menyusun diecast model sedan di satu kotak tersendiri dan menyimpan model truk di kotak yang berbeda.

Cara-cara di atas terlihat sederhana. Tapi bila bisa diterapkan secara disiplin kepada anak, hal tersebut akan membawa banyak manfaat baginya.

Ruth

Ruth

Happy mommy of twin 3yo, living in Jakarta and working for digital media company.

That's why I like to doing some research and asking for some opinion to my friends via social media, messenger apps, or even small gathering at cafe.

I’m living in a daily activity filled with innovative books about parenting and interior that come bundled with extra hot chocolate marshmallow and home-made cake.
Ruth

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY