Jangan Sampai Terlambat, Moms! Ini Cara Mengenali Gejala DBD Pada si Kecil!

gejala dbd

Sebagai orang tua, moms tentu ingin si kecil terhindar dari segala bahaya dan penyakit. Berbagai cara dan upaya pasti telah moms lakukan setiap harinya. Akan tetapi, di musim penghujan seperti sekarang ini, semua hal harus diawasi dengan ekstra waspada, moms. Pasalnya, banyak penyakit yang mengintai, salah satunya demam berdarah dengue atau DBD.

DBD bisa terjadi pada siapa saja dan tidak memandang usia, lho, moms. Si kecil bisa jadi salah satunya. Jika diatasi jika dilakukan dengan langkah dan waktu yang tepat, demam berdarah tentu dapat disembuhkan. Akan tetapi, jika terlambat, nyawa bisa jadi taruhannya.

Sebagai bentuk waspada terhadap demam berdarah, yuk kenali gejala DBD dan tips mengatasinya, moms! Semua tips ini dipastikan akurat karena diberikan langsung oleh dokter anak berpengalaman, dr. Kurniawan Taufiq Kadafi, Sp.A(K), dari divisi Emergensi dan Rawat intensif Anak FKUB/RSSA Malang. Yuk, simak selengkapnya!

DAPATKAN PRODUK KESEHATAN UNTUK SI KECIL DENGAN HARGA TERJANGKAU DI SINI!!!

Demam bukan sembarang demam

gejala dbd
Via – Kidspot

Moms mungkin sering mendengar bahwa ciri utama seseorang terkena demam berdarah adalah demam tinggi. Permasalahannya, demam pada umumnya menyertai berbagai penyakit, seperti radang tenggorokan, flu, dan lainnya. Karena moms nggak asing dengan demam, banyak banget yang terkecoh dan menganggap hal tersebut wajar. Akan tetapi, apa sih perbedaan yang paling mendasar dari demam karena DBD dan yang bukan?

Menurut dokter Dafi, selain demam terkadang ditemukan paparan bintik-bintik merah pada kulit. Akan tetapi, tanda-tanda ini nggak selalu ditemukan. Perbedaan yang paling klasik antara demam ini nggak lain adalah grafik demam yang menyerupai pelana kuda. Maksud pelana kuda ini yaitu berupa siklus panas turunnya; demam tinggi dari hari pertama hingga hari keempat, lalu turun pada hari kelima hingga ketujuh, dan kemudian naik lagi pada hari selanjutnya.

Fase kritis dari grafik demam pelana kuda ini bukan saat demam kembali naik di hari ketujuh atau kesian, lho, moms. Fase kritisnya justru terjadi pada saat demam turun, di hari ketiga atau keempat.

DAPATKAN BERBAGAI JENIS TERMOMETER UNTUK PERIKSA DEMAM SI KECIL DI SINI

Peka terhadap tanda syok yang ditunjukkan si kecil

gejala dbd
Via – My Southern Health

Moms masih belum peka soal demam DBD yang menyerupai pelana kuda? Kalau iya, mungkin tanda syok yang muncul bisa jadi sinyal khusus. Dokter Dafi menyatakan bahwa saat DBD, si kecil sering memberikan tanda syok tertentu.

Fase syok ini hampir sebagian besar muncul ketika suhu tubuh sedang nggak demam atau saat demam turun. Mengapa syok bisa terjadi, ya? Syok terjadi karena adanya kebocoran pembuluh darah. Nah, kebocoran pembuluh darah akan mengakibatkan hantaran oksigen terhambat.

Akibatnya, muncullah beberapa tanda, misalnya si kecil terus-terusan tertidur, nggak ingin bermain, kebingungan, tangan dan kaki dingin, bahkan sampai terjadi kejang hingga pendarahan.

ATASI DEMAM SI KECIL DENGAN PILIHAN OBAT-OBATAN KHUSUS ANAK DI SINI, MOMS!

Bagaimana jika masih ragu dengan tanda yang terlihat?

gejala dbd
Via – Working Mother

Kalau masih bingung, secara sederhananya, dokter Dafi menjelaskan bahwa moms bisa melakukan antisipasi terhadap gejala DBD dengan cara berikut. Jika si kecil terkena demam, berikan obat penurun panas terlebih dahulu.

Setelah tiga hari, jika demam nggak kunjung turun, segera ke dokter dan lakukan pemeriksaan darah. Atau, jika setelah tiga hari demam sudah turun, namun si kecil belum menunjukkan tanda aktif seperti biasa dan malah cenderung tidur terus, malas, atau kebingungan, jangan ragu untuk segera membawanya ke dokter.

CEGAH DBD DENGAN PANTAU SUHU TUBUH SI KECIL DENGAN PILIHAN ALAT BERIKUT

Apa yang perlu diberikan pada si kecil saat terkena DBD?

gejala dbd
Via – Mums Grapevine

Bagaimana jika si kecil positif DBD? Apa yang perlu moms berikan? Menurut dokter Dafi, untuk anak-anak, nggak ada rekomendasi khusus soal makanan. Moms justru harus memberikan banyak cairan sebelum ke dokter untuk mengantisipasi kebocoran pembuluh darah.

Lalu, jika si kecil sehat dan nggak terkena DBD, itu bagus. Namun, tetap jangan lengah, ya, moms! Tetap cegah selalu berkembangnya nyamuk di lingkungan sekitar karena nyamuk adalah vektor yang membawa virus dengue dari satu penderita ke penderita lainnya.

PILIHAN MULTIVITAMIN UNTUK MEMBUAT SI KECIL PULIH BISA MOMS DAPATKAN DI SINI


Nah, itu dia pemaparan singkat dari dokter Dafi mengenai gejala DBD dan tips mengatasinya. Semoga pemaparan dari dokter Dafi ini bermanfaat untuk para moms semua, ya.

Jika ada pertanyaan atau ingin bertemu dan konsultasi langsung dengan dokter Dafi, moms bisa menghubungi Beliau langsung di Instagramnya @kurniawankadafi. Nggak hanya soal gejala DBD, moms juga bisa ajak dokter Dafi diskusi lebih lanjut soal buku-buku yang ditulis beliau terkait dunia medis anak-anak.

Kalau moms membutuhkan alat-alat untuk memeriksa kondisi si kecil di rumah, seperti termometer, obat-obatan anak, dan vitamin yang membuatnya selalu sehat, langsung aja ke Blibli.com. Ada banyak promo terbaik khusus produk ibu dan anak pekan ini. Yuk, buruan #BlibliSekarang.

DAPATKAN PRODUK KESEHATAN UNTUK SI KECIL DI SINI SEKARANG JUGA

Ruth

Happy mommy of twin, living in Jakarta and working for a digital media company. That's why I like to do some research and asking for some opinion to my friends via social media, messenger apps, or even small gathering at a cafe.

I’m living in a daily activity filled with innovative books about parenting and interior that come bundled with extra hot chocolate marshmallow and home-made cake.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY