Friends, udah tahu kan kalau The Jadugar adalah salah satu artworker yang akan menemani para pengunjung BFF 2017? Yep, di BFF 2017 yang akan berlangsung 8-9 April 2017 nanti, kamu akan bisa menikmati karya Sinema Labirin dari mereka!

Blog Blibli Friends dapet kesempatan buat ngobrol bareng Anggun dan Henry Foundation (Batman), punggawa The Jadugar soal konsep Sinema Labirin harus kamu coba di BFF 2017! Mereka kami temui di sela-sela proses produksi yang bertempat di Gudang Sarinah Ekosistem, Jakarta Selatan.

Anggun terlihat sibuk “memainkan” berbagai sayuran dan peralatan dapur di depan kamera. Akan seperti apakah nasib sayuran dan peralatan dapur di tangan The Jadugar? Simak sesi ngobrol kami dengan mereka yuk!

Batman tengah menjalani proses kreatif untuk sinema Labirin di BFF 2017 nanti
Anggun tengah menjalani proses kreatif untuk sinema Labirin di BFF 2017 nanti

Habis baca artikelnya, jangan lupa buat beli tiket BFF 2017 di sini sekarang juga!


Sebenarnya kenapa pakai konsep sinema labirin?

Anggun: Sebenernya ini karyanya banyak bisa interaksi, jadi pengunjung gak hannya menonton tapi beriteraksi. Pengunjung gak hanya menonton tapi bisa berinteraksi sampai selesai, ada interaksi dengan ruangnya, menyelesaikan perjalanan labirin dulu jadi bisa melanjutkan keseluruhan ceritanya.

Jadi idenya pengunjung tidak hanya selesai menonton, tapi ada pengalaman berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Pengalaman seperti apa yang bakal dialami pengunjung ketika masuk Sinema Labirin?

Batman: Sebenarnya kalo kisah masih rahasia sih. Kalau filmnya sebenernya ada 2 ending, makanya ada labirin. Nonton film yang pertama itu belum selesai, kalo mau selesai itu harus cari endingnya. Labirin itu jadi cara buat pilih ending yang kesatu atau kedua.

Pengunjung dibebaskan buat tau endingnya?

Batman: Kalo mau tau endingnya dia harus ulang dari awal lagi. Jadi ya kalo mau liat yang berikutnya harus ulang dari awal. Mungkin nanti sistem ngomongnya nggak langsung masuk semua, 10 atau 20 orang dulu masuk, nanti ada timingnya. Jadi gak semua orang bisa masuk kapanpun. Jadi ya kayak bioskop aja gitu tayang, setengah jam ada lagi.

Kalo sistemnya belum kita desain sih.

Sinopsisnya gimana nih?

Batman: Jadi sebenernya ini cerita tentang ada sekelompok sayur mayur sama sekelompok perabotan dapur, nanti terjadi konflik di antaranya. Itu kurang lebihnya, kalau lengkapnya harus dateng langsung ke sinema labirin hehehe.

Sayur mayur yang jadi tokoh di Sinema Labirin BFF 2017
Sayur mayur yang jadi tokoh di Sinema Labirin BFF 2017

Ini ada setting dapur, kenapa harus dapur yang muncul? Apakah kalian suka memasak?

Anggun: Mungkin idenya itu karena hal sehari-hari. Terus abis itu banyak yang menarik dari 2 hal itu, teksturnya atau fungsinya. Lalu banyak imajinasi dari benda-benda dan bentuknya, balik lagi ke tekstur itu. Suka membayangkan sebenernya kalo dunia anak-anak itu suka melihat sesuatu itu serba lebih, serba dilebih-lebihkan. Jadi mereka suka sama sesuatu yang tidak nyata. Contohnya kalo dia melihat suatu benda, dia juga berkenalan sama bentuk yang lebih besar.

Pernah membayangkan peralatan dapur di rumah jadi monster? Teh Jadugar siap mewujudkannya!
Pernah membayangkan peralatan dapur di rumah jadi monster? Teh Jadugar siap mewujudkannya!

Misalnya kalo liat dia liat sesuatu, dia asosiasikan dengan binatang yang berbentuk besar, tidak lazim sekarang. Anak kecil itu suka sekali dengan dinosaurus. Bentuknya udah gak bisa dia temukan lagi. Terus liat bentuk buah, itu juga tiba-tiba imajinasinya bisa berkembang kea rah yang tadi. Itu ada dunia monster, ada mutan, ada yang membesar, mengecil, itu buat anak-anak menarik.

Mungkin idenya gitu sih, kalau kita ketemu anak kecil atau kalau kita dekat dengan mereka, tiba-tiba suka kebawa ke hal yang mereka bayangkan seperti itu. Makanya oh menyenangkan juga ya melihat sudut pandang itu. Idenya dari situ. Kalo semuanya jadi monster gimana ya? hal yang sehari-hari kita liat punya nyawa. Gituu…

Berapa lama kalian develop konsep sinema labirin?

Batman: Kalo idenya sih udah lama dari taun lalu. Untuk produksinya kurang lebih sebulan lah sampe post pro, sampe kelar maksudnya.

Makin penasaran kan dengan film yang dibuat The Jadugar spesial buat kalian yang dateng ke BFF 2017? Buat Moms dan Dads, jangan khawatir karena si kecil juga bisa diajak berinteraksi dan mencoba langsung pengalaman sinema labirin buatan mereka!

Gak hanya buat keluarga, kamu yang datang bersama teman atau pasangan juga tetap bisa menikmati karya khusus ini hanya di BFF 2017.

Ayo beli tiketnya sekarang juga dan siap-siap ketemu karya The Jadugar di Ecopark Ancol, 8-9 April 2017 nanti!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY