Usia balita merupakan masa-masa emas (golden age) si kecil, karena mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang pesat terutama pada otaknya. Inilah saat si kecil belajar banyak hal dari sekitarnya, dan menunjukkan kemampuan berpikir yang semakin substansial.

Sangat penting bagi moms untuk memanfaatkan masa-masa ini untuk memastikan pertumbuhan yang baik bagi si kecil. Caranya, moms bisa melakukan 9 hal ini untuk melatih otaknya untuk menjadi pribadi yang cerdas!

1. Bermain puzzle

puzzle

Kemampuan si kecil dalam mengingat sangatlah berpengaruh pada kecerdasan otaknya. Karena itu moms harus melatih kemampuan ini. Salah satu cara yang bisa moms lakukan yaitu dengan mengajaknya bermain puzzle.

Ketika bermain puzzle, si kecil akan terlibat dalam proses menyatukan potongan gambar yang ada hingga menjadi satu gambar yang lengkap.

Pengalaman ini dapat membantunya untuk lebih mudah mengingat gambar/objek yang ada pada puzzle serta meningkatkan kemampuan problem solving-nya.

Selain itu, puzzle juga bisa memberikan pengetahuan bagi si kecil mengenai komponen yang harus ada agar suatu objek menjadi utuh. Misalnya, jerapah harus memiliki 4 kaki, badan, leher yang panjang, kepala, mata, telinga dan juga sepasang tanduk.

Moms bisa memberikan informasi ini sambil memberikan pertanyaan pada si kecil saat bermain puzzle! Misalnya dengan berkata, “Wah, jerapahnya belum ada kepala. Kepalanya yang mana ya? Yang benar kepalanya ditaruh dimana hayoo?”

Hal ini membantu si kecil berusaha mengkonseptualisasi dan memvisualisasikan sesuatu yang masih abstrak atau belum kelihatan.

2. Minta si kecil untuk berceritaminta-si-kecil-bercerita

Via Huffington Post

Jika selama ini biasanya moms sering bercerita dan si kecil hanya mendengarkan. Moms bisa mencoba untuk mengubah pola ini dengan membuatnya berbalik menjadi pencerita.

Saat si kecil bercerita, ia dapat melatih kemampuannya dalam mengungkapkan apa yang telah ia pelajari/ketahui. Pola pikirnya yang masih berantakan pun dapat dilatih untuk lebih terstruktur secara perlahan-lahan.

Moms bisa memintanya untuk bercerita mengenai apa saja yang ia lakukan hari ini dan juga mengenai cerita yang ia dapatkan dari buku yang dibacakan oleh gurunya di sekolah.

3. Minta ia mengajari momsmengajari

Via Reader’s Digest

Selain memintanya untuk bercerita, moms juga bisa memintanya untuk mengajari moms hal-hal yang telah diajari kepadanya di sekolah.

Ketika si kecil berusaha mengajari moms cara bermain bola atau hal apapun, ia akan kembali mengaktifkan ingatannya mengenai pelajaran tersebut. Ia pun bisa menjadi lebih mengerti pelajaran tersebut karena ia akan berusaha menjelaskan dan mengajarkannya pada moms.

Tanpa disadari, moms akan memberinya pengalaman baru yang dapat membuat sebuah keterampilan semakin mudah dan lancar dilakukan. Siapa tahu pelan-pelan bisa menjadi passion yang ia tekuni.

4. Mintalah ia menggambarkan lebih seringmenggambar

Via Very Well

Untuk melatih kemampuan visualisasi (otaka kanan) si kecil, moms bisa memintanya untuk menggambarkan objek-objek yang moms sebut. Misalnya, moms bisa memintanya untuk menggambarkan meja belajarnya di sekolah.

Mungkin pada awalnya ia akan kesulitan untuk menjelaskan meja belajar yang ada dalam bayangannya itu memiliki bentuk seperti apa. Karena itu, moms bisa memintanya untuk menggambar meja tersebut di kertas.

Ketika kemampuan visualisasinya sudah semakin baik, si kecil pun perlahan bisa menggambarkan objek yang moms sebut dengan kata-kata. Moms juga jangan lupa untuk mendorong agar ia semakin kreatif dan imajintatif dalam menggambar.

5. Bermain tebak-tebakan “siapa yang muncul terlebih dahulu”tebak-tebakan

Via Two Bright Lights

Pada usia ini si kecil mulai bisa mengerti bahwa suatu objek bisa berubah bentuk secara berurutan. Untuk mendukung pengetahuannya mengenai hal ini, moms bisa mengajarinya sambil bermain tebak-tebakan.

Misalnya moms bisa bertanya, “kalau ulat berubah jadi kepompong, kepompong akan berubah jadi apa?” atau “kalau sebuah telur mau berubah jadi katak dewasa, dia harus berubah jadi apa dulu? Kecebong atau katak kecil?”

Dengan pertanyaan-pertanyaan ini, si kecil akan berusaha mengingat urutan yang benar dari perubahan yang moms tanyakan.

Agar si kecil bisa lebih mudah mengingat urutan ini, moms bisa memperlihatkannya gambar-gambar dari perubahan yang ada. Moms juga bisa memintanya untuk menjawab dengan menunjuk pada gambar.

Lebih bagus lagi jika ada reward di setiap akhir permainan ini. Misalnya moms memberi bintang, kue, atau permen. Si kecil bakal semakin termotivasi untuk mengetahui dan belajar lebih.


BACA JUGA 9 Tips Buat Moms Ketika Mengganti Popok Si Kecil


7. Tanyakan berbagai pertanyaan kepadanyatanyakan-pertanyaan

Via Huffington Post

Si kecil akan belajar untuk mulai mandiri pada usia balita ini, karena itu moms harus memberinya beberapa pertanyaan agar ia bisa mulai membuat keputusannya sendiri.

Moms bisa menanyakan pertanyaan seperti “mainan apa yang pertama harus dibereskan terlebih dahulu ya dari lantai?” dan juga “kenapa kita harus menoleh kiri kanan saat ingin menyeberang jalan?”.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membuat si kecil berpikir mengenai cara untuk menyelesaikan suatu masalah dan juga membuatnya mengerti bagaimana cara lingkungannya bekerja.

Selain itu, moms juga bisa memberikan pertanyaan berupa pilihan kepadanya. Misalnya seperti “kamu mau pakai baju warna biru ini atau warna merah?”

Memberikan pilihan kepada si kecil dapat membuatnya menjadi lebih mandiri. Selain itu pilihan tersebut juga bisa membantunya belajar untuk membuat pilihan yang akan mempengaruhi kehidupan sehari-harinya.

7. Ajari ia kata-kata yang memiliki pelafalan samaajari-kata2

Via Understood

Karena ingatannya yang semakin baik, si kecil akan memiliki rasa ingin tahu yang amat tinggi terhadap berbagai hal, salah satunya yaitu pada bahasa.

Untuk mendukung kecerdasannya dalam berbahasa, moms bisa mengajarkannya arti dari kata-kata yang pelafalannya sama. Misalnya seperti, “sama, lama, nama, mama” dan juga “itu, siku, liku, bisu”.

Dengan mengajarinya hal ini, si kecil bisa tahu bahwa kata-kata yang pelafalannya sama ternyata memilii arti yang berbeda. Ia pun akan memiliki kosakata yang banyak!

Coba jelaskan pengertian dari kata-kata tersebut sesederhana mungkin agar ia bisa lebih mudah mengerti. Jangan lupa juga untuk mengajarkannya mengingat semua alfabet dan juga angka.

8. Berilah ia waktu untuk bermain dengan imajinasi

imajinasiVia Jonas Wouters

Pernahkah moms melihat cara karakter Andy dalam serial film Toy Story bermain dengan mainannya? Pada film tersebut Andy menggunakan imajinasinya untuk membuat cerita seru versinya sendiri bersama seluruh mainan yang dimilikinya.

Cara bermain seperti ini sangatlah penting untuk dilakukan si kecil lho moms. Ya, si kecil harus lebih sering berimajinasi!

Berimajinasi memiliki peran penting agar si kecil dapat mempelajari berbagai hal dengan mudah dan juga meningkatkan kemampuannya untuk menyelesaikan masalah.

Tanpa imajinasi, si kecil hanyalah seperti robot yang harus diberi asupan pengetahuan terus-menerus. Ia tidak memiliki kemampuan dalam dirinya untuk mengembangkan dan menggunakan setiap pengetahuan yang sudah dimilikinya.

Karena itu moms harus memberikannya waktu untuk berimajinasi. Jangan terlalu melimitasinya ketika bermain, kecuali ia salah berucap atau bermain dengan sesuatu yang berbahaya.

Biarkanlah ia bermain dengan mainannya dan berpura-pura menjadi karakter superhero idolanya. Jika perlu, moms bisa ikut bermain dengannya dan mengikuti alur cerita yang ia ciptakan.

Ketika ia nggak memiliki alat yang ia butuhkan untuk aksinya seperti jubah, moms bisa memberikannya benda yang mirip, seperti handuk atau kain. Apapun untuk menunjang imajinasinya.

Usahakan untuk menjauhinya dari menonton tv dan bermain komputer ataupun tablet. Benda-benda tersebut bisa mematikan potensi imajinasi yang dimilikinya.

9. Ajak ia pergi bermain ke luarbermain

Via Parents

Pada saat pergi ke luar, si kecil akan menemukan berbagai hal yang tidak akan ia temukan ketika berada di dalam rumah. Padahal, dunia di luar rumah sangat penting untuk menstimulasi rasa ingin tahunya.

Karena itu, mulailah sering-sering ajak ia pergi jalan-jalan ke taman, kebun binatang, akuarium, pantai, ataupun museum. Pembelajaran yang memberinya kesan lebih akan sangat membantu kemampuannya dalam mengingat lho moms.

Selain itu, ia juga bisa benar-benar mengetahui bentuk dan suasana dari suatu objek bila ia langsung melihat objek yang asli dengan kedua matanya sendiri. Yang pasti, si kecil akan memiliki memori bertualang bersama moms di tempat-tempat yang akan sangat berkesan baginya.

Terakhir, disarankan untuk moms agar selalu menjawab pertanyaannya tentang segala hal. Semakin banyak ia menanyakan “apa itu?” merupakan petanda kognisinya semakin terstimulasi. Jangan terlalu sering mengabaikan atau mengubah topik. Bisa-bisa rasa ingin tahunya sirna.

Masa emas ini sangatlah memiliki peran penting dalam kehidupan si kecil kelak. Karena itu, moms harus melakukan segala hal yang dapat mendukung tumbuh kembang otaknya termasuk dengan melakukan sembilan hal di atas.

Selain mendukung si kecil dari aktivitas yang dilakukan, moms nggak boleh lupa untuk selalu memberinya nutrisi memadai yang dapat mendukung perkembangan otaknya pada masa ini. Dengan adanya dukungan yang tepat dari luar dan dalam, si kecil pun siap untuk belajar dan bertumbuh menjadi anak yang cerdas!

Ruth

Ruth

Happy mommy of twin 3yo, living in Jakarta and working for digital media company.

That's why I like to doing some research and asking for some opinion to my friends via social media, messenger apps, or even small gathering at cafe.

I’m living in a daily activity filled with innovative books about parenting and interior that come bundled with extra hot chocolate marshmallow and home-made cake.
Ruth

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY