Mainan (yang tepat) adalah salah satu elemen penting dalam proses tumbuh kembang si kecil. Ada banyak manfaat bagi si kecil jika moms memberikannya mainan yang tepat.

Artinya, moms nggak bisa sembarangan dalam memilih mainan untuk si kecil, lho! Bisa-bisa bukannya mendatangkan manfaat, malah membahayakan buah hati moms.

Lalu apa aja sih yang perlu moms perhatikan ketika memilih mainan untuk si kecil? Inilah 7 tips untuk bantu moms memilih mainan yang tepat untuk si kecil!

1. Mainan berwarna cerah dan mencolok

mainan-warna-cerah-dan-mencolokVia Playland

Siapa yang bilang warna nggak penting dalam memilih mainan? Sebenarnya, mainan yang memiliki beragam warna terang dan mencolok bisa membantu merangsang pertumbuhan kognitif anak. Selain itu, warna-warna cerah ini juga akan melatih indera penglihatan (perseptif) si kecil.

Moms juga bisa memanfaatkan mainan-mainan ini untuk mengajarkan konsep warna pada si kecil sembari bermain bersama, lho! Tentu si kecil akan jadi lebih cepat memahami dan menghafal warna dengan cepat karena tidak monoton (mudah dibedakan).

2. Memilih mainan sesuai usia si kecil

mainan-sesuai-usia

Via Asuh Anak

Nggak semua mainan cocok untuk segala jenis umur. Moms harus mengetahui kira-kira mainan apa yang tepat bagi si kecil yang sesuai dengan perkembangan dan kemampuan motorik usianya.

Misalnya untuk anak usia enam bulan ke atas, berikanlah mainan yang berwarna cerah, mengeluarkan bunyi dan tidak berukuran terlalu kecil. Karena, kemampuan motorik kasar (gerak lengan, kaki, badan) yang tengah berkembang.

Moms nggak perlu bingung jika sulit menentukan mainan seperti apa yang cocok untuk usia si kecil. Karena, mainan yang baik selalu memiliki label keterangan usia agar moms selalu bisa membuat pilihan.

3. Bisa dicuci atau mudah dibersihkan

mainan-bisa-dicuci

Via NICI Mania

Anak kecil cenderung memasukkan mainan mereka ke dalam mulut. Belum lagi, mungkin saja si kecil melempar dan menjatuhkan mainannya di tempat yang kotor.

Mainan yang kotor akan menjadi sarang bagi kuman dan bakteri sangat berbahaya untuk kesehatan si kecil.

Jadi, pilihlah mainan yang bisa dicuci, atau setidaknya mudah dibersihkan sehingga moms bisa mencuci mainan secara rutin. Lap dengan cairan anti-septik atau dijemur juga bisa membantu.

Hal ini membantu mainan tetap bebas dari kuman dan bakteri yang menempel pada mainan.

4. Hindari mainan berukuran kecil

mainan-berukuran-kecil

Via Safebee

Ukuran mainan juga sangat penting! Untuk anak berusia di bawah tiga tahun, pilihlah mainan yang berukuran besar. Hal ini untuk menghindari mainan tersebut tertelan oleh si kecil.

Menelan dan tersedak mainan adalah masalah yang sangat serius. Jadi, usahakan moms selalu memperhatikan label choking hazard untuk menghindari bagian yang bisa masuk ke mulut, hidung, atau telinga si kecil.

Hindari mainan yang tidak memiliki komponen-komponen kecil seperti kancing, bros, atau bahkan sekrup yang mudah terlepas dari mainan. Terkadang komponen-komponen tersebut kasat mata, sehingga moms harus benar-benar memperhatikannya.

5. Pilih mainan yang mengasah logika dan kreativitas anak

mainan-mengasah-logika

Via OH Baby

Mainan yang baik bukanlah mainan yang sekedar menyenangkan, tetapi juga bisa mendidik dan menjadi sarana belajar untuk si kecil. Dalam hal ini, moms berperan dalam memilih mainan yang cocok untuk perkembangan si kecil.

Mainan yang bisa mengasah logika dan kreativitas seperti puzzle sangat bagus untuk melatih ketangkasan dan kemampuan berpikir si kecil.

Moms bisa mengaplikasikan tips-tips dari atas: carilah puzzle yang besar potongannya, berbahan plastik agar mudah dibersihkan, dan berwarna cerah!

6. Perhatikan bahan mainan

beban-mainan

Via The Asian Parent

Perhatikan juga bahan mainan yang akan moms beli.Ā  Meski terkadang tampak tidak berbeda, namun bahan sintetik yang terdapat dalam mainan ada yang bisa membahayakan si kecil. Untuk itu, moms perlu jeli memperhatikan label mainan sebelum membelinya.

Selain itu, hindari mainan yang menggunakan tali, pita, atau sejenisnya dengan panjang lebih daripada 30 cm. Hal ini disebabkan bahan mainan seperti ini bisa menyebabkan si kecil terlilit bahkan sampai tercekik!

7. Bisa dimainkan bersama

bisa-dimainkan-bersama

Via LikeSuccess

Dengan mainan yang bisa dimainkan bersama-sama, si kecil bisa meningkatkan kemampuannya berkomunikasi dan juga berinteraksi sosial dengan teman-teman sebaya, moms dan dads, serta saudaranya.

Hal ini sangat baik agar si kecil belajar bagaimana bekerja sama dan akur dengan orang lain, terutama orang yang paling dekat dengannya.

 

Sebenarnya memilih mainan untuk si kecil nggak sesulit yang dibayangkan bukan? Namun meski terdengar sepele, moms tetap harus memberikan perhatian ekstra dan selalu berhati-hati dalam memilih mainan untuk si kecil, ya.

Dengan tips-tips yang baru saja kita bahas, moms parti jadi makin percaya diri dalam memilih mainan untuk si kecil? Yuk, temukan berbagai mainan untuk si kecil secara online di Blibli.com.

Ruth

Ruth

Happy mommy of twin 3yo, living in Jakarta and working for digital media company.

That's why I like to doing some research and asking for some opinion to my friends via social media, messenger apps, or even small gathering at cafe.

Iā€™m living in a daily activity filled with innovative books about parenting and interior that come bundled with extra hot chocolate marshmallow and home-made cake.
Ruth

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY