Sesaat kemudian, para pebalap MotoGP tiba dari putaran pertama berhenti di masing-masing tempat mereka akan lakukan start yang ditentukan oleh babak kualifikasi sehari sebelumnya. Valentino Rossi memang tampak sebagai bintang di Sepang hari itu. Meskipun start dari posisi 6, media terlihat mengerubungi di tempat VR46 tengah menyiapkan motornya dan melakukan briefing kecil dengan tim Yamaha. Malah, banyak juga orang yang berselfie-ria berlatarkan VR46 sedang bersiap saat itu. Entah dari mana orang-orang itu berasal, yang pasti menurut saya itu sangat mengganggu pemandangan. (Dan membuat hati menjadi iri tentunya.)

DSC00559

Berbeda dengan kompetisi balap sebelumnya, MotoGP dapat waktu lebih lama untuk persiapan di sirkuit. Masing-masing pebalap MotoGP saat itu punya persiapan yang berbeda. Ada yang berdoa, ada yang serius mempersiapkan motornya dengan tim, ada yang bercengkrama dengan umbrella girl dan ada juga yang melakukan ‘ciuman keberuntungan’ dengan kekasih hati. Maklum, menggeber motor berkekuatan 800-1000cc memang bukanlah hal yang mudah. Hal itu membuat persiapan matang di setiap sirkuit pun sangat diperlukan. Termasuk pada gelaran di Sepang kali ini.

DSC00579 DSC00586

Sesudahnya, dengan bantuan anggota tim, motor pun dinyalakan. Kesan pertama saya mendengar suara motor berukuran sangat besar dan kinclong alias memantulkan cahaya saat itu sangat menyenangkan. Membayangkannya lagi saja membuat saya tersenyum. Suaranya sangat ‘bulat’ dan mencerminkan kegarangan yang luar biasa. Bagai dihuni oleh ratusan kuda di dalamnya, motor yang siap ditunggangi tersebut akan didaulat membawa pengendaranya melintasi 20 putaran Sirkuit Sepang dengan kecepatan rata-rata 160 km/jam.

Well, saat melakukan start, perasaaan yang menyenangkan tadi pun berubah menjadi perasaan yang menggembirakan. Saya pun tersadar, begitu banyak reaksi ditunjukan oleh orang-orang saat itu di tribun. Bagaimana para pebalap kenamaan dunia itu berlomba untuk menjadi yang terdepan berbuah suara geberan motor yang menyisakan titik hilang para pebalap yang ‘merebah’ di tikungan. Ungkapan bahwa Sepang memang tidak pernah mudah pun saya lihat nyata di depan mata. Dan seperti apa adanya, balapan hari itu berlangsung mengagetkan.

DSC00652

Espargaro dan Bautista crash di titik hilang dan hanya bisa saya saksikan lewat tayangan layar besar di depan saya. Sementara, Dani Pedrosa yang start di posisi kedua dan sempat memimpin balapan pun tergelincir! Alhasil, impian mengakhiri musim di posisi dua untuk Pedrosa pun pupus. Namun, dukungan untuk Pedrosa yang berada di posisi paling buncit saat itu di Sepang tidak pernah surut. Setiap Pedrosa lewat Kemudian berturut-turut, Lorenzo mengambil alih ‘rombongan’ dengan berada di posisi terdepan. Diikuti rekan setimnya, Valentino Rossi yang berangsur-angsur merangsek ke posisi dua dengan diikuti Marc Marquez yang melorot dan berhasil ambil tempat di posisi ketiga.

Saling pacu motor hingga 9 putaran, Valentino Rossi yang baru saja alami kecelakaan mengerikan di Aragon tampil mengesankan dengan membalap rekan setimnya saat balapan menyisakan 11 putaran. Tiga besar pun dihuni Rossi, Lorenzo dan Marquez hingga beberapa saat kemudian, Lorenzo melebar yang akhirnya diambil alih oleh Marquez. Saat itu, jantung seakan berpacu mendengar gerungan motor dan melihat para pebalap melintas di depan mata. Variasi teriakan dan gestur para supporter pun jadi pemandangan unik saat pebalap melintasi trek lurus tempat saya berada.

DSC00393 DSC00666

Dan saya pun menjadi saksi kedigdayaan Honda pada pentas MotoGP kali ini. Bagaimana pabrikan dengan slogan “Satu Hati” tersebut melewati pabrikan yang punya slogan “Semakin di Depan” di trek lurus menggugah memori saya. “Oh, saya sangat merindukan bagaimana era Biaggi (Yamaha) vs Rossi (Honda) di awal 2000-an,” besit saya kepada rekan disebelah. Yap, setelah Marquez berada di posisi terdepan, Rossi pun tak mampu menyalipnya. Apalagi Lorenzo. Dan kemenangan pun menjadi milik Marquez saat itu yang dengan hasil tersebut membukukan rekor 12 kemenangan dalam satu musim menyamai Mick Doohan di tahun 1997.

DSC00724 IMG_5587

Setelahnya, penjagaan yang kurang ketat di Sirkuit Sepang membuat sirkuit jebol. Yap, penonton merangsek masuk ke sirkuit dan asik berfoto ria. Uniknya, dominasi pendukung Valentino Rossi membuat kemenangan dan catatan rekor Marquez saat itu kurang terasa di Sepang. Pun ketika pesta di podium dimulai. Terdengar sayup-sayup teriakan “Rossi-Rossi-Rossi” oleh para penggemarnya di Malaysia. Dan saya pun meninggalkan Sirkuit Sepang dengan sebesit pertanyaan. “Kira-kira, apa ya, yang akan dominan diteriakan jika MotoGP digelar di Sentul?”

Kadek

Kadek

Kadeko - Football for live, listen to Punk Rock and a "Red blood and White bones" person. A day without laughs is wasted for me.
Kadek

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY