Setelah puas menyaksikan sesi kualifikasi, tiba saatnya race day! Saat itu, pukul 11:00 pada hari Minggu (26/10), Sirkuit Sepang, Malaysia sedang dihujani panas matahari hingga membuahkan suhu 36 derajat. Suasana bertambah panas karena keadaan area di luar tribun sirkuit sangat ramai oleh para penggemar MotoGP yang didominasi oleh fans Valentino Rossi #46. Hal itu bisa dilihat dari atribut mereka yang berwarna kuning.

Belakangan, saya baru tau jika seperti dilansir MotoGP.com, jumlah penonton di Sirkuit Sepang saat itu mencapai 80.000 orang. Wow! Saat itu, mereka yang masih berada di luar area sirkuit, kebanyakan sedang melihat-lihat booth-booth otomotif kelas dunia yang menyajikan deretan barang otomotif (khusus sepeda motor) pilihan.

IMG_5518 DSC00709

Namun, karena merasa ogah belanja akibat membawa uang secukupnya, saya pun bergegas menuju sirkuit untuk melihat Shell Advance Asia Talent Cup yang merupakan jembatan pebalap muda Asia untuk berkompetisi di tingkat dunia. Sayang, Hammar yang merupakan satu-satunya pebalap Indonesia yang tampil di Sepang, Malaysia hari itu gagal naik podium. Hal itu dapat dimaklumi. Pasalnya dari 23 pebalap yang berkompetisi, cowok kelahiran Pare-Pare tersebut start dari posisi paling buncit. L

Kompetisi pun berlanjut ke Moto3 yang memenangkan Efren Vazquez (SaxoPrint-RTG). Nggak lantas menang mudah, kompetisi yang menggunakan motor bertenaga 250cc selama 18 putaran ini punya banyak unsur drama di dalamnya. Yap, Vazquez berhasil menjadi juara lantaran menang di detik-detik akhir dari Jack Miller yang berada di posisi dua. Sementara, adik dari Marc Marquez, Alex Marquez finish di posisi empat. Hal itupun membuat gelaran Moto3 harus mencari juaranya pada pentas terakhir di sirkuit Valencia.

Suasana sirkuit saat itu ramai oleh dukungan supporter Malaysia yang memang menitipkan empat wakilnya. Meskipun hanya dua pebalap yang berhasil finish yaitu Hafiq Azmi (SIC-AJO) di posisi 13 dan Hafiza Rofa (SIC-AJO) yang berada di posisi buncit, 20, namun riuh dukungan untuk para pebalap Malaysia sungguh membuat saya iri. “Kapan lagi Indonesia yang notabenenya penuh dengan pengendara sepeda motor ini memiliki wakil berlaga di kompetisi balap motor dunia,” pikir saya.

DSC00472 DSC00460 2

Well, jarum jam di tangan menunjukan pukul 14:20. Kompetisi pun berlanjut ke gelaran Moto2 yang ‘memakan’ 19 putaran. Berbeda dengan Moto3 yang belum menentukan juaranya musim ini, pada Moto2 juaranya ditentukan di Sepang. Kompetisi yang menggunakan motor bertenaga 600cc ini, menempatkan pebalap asal Spanyol, Tito Rabat sebagai juara. Meskipun dirinya hanya berhasil finish di posisi 3 dibelakang Maverick Vinales sang juara Moto2 Sepang musim ini dan Mika Kallio di posisi 2.

DSC00479 DSC00482

Setelahnya, para penggemar MotoGP yang datang pun dihibur oleh aksi Stunt Show yang diselenggarakan di tengah sirkuit. Menggunakan motor berkekuatan besar, aksi stunt show yang disuguhkan kali ini menurut saya mirip dengan aksi stunt show yang biasa diselenggarakan di daerah Kemayoran, Jakarta.

DSC00523 DSC00499

Dan… Saat yang paling ditunggu pun tiba. Satu per satu, umbrella girl dan masing-masing tim MotoGP masuk ke sirkuit. Diikuti oleh para pebalap MotoGP yang keluar dari paddock masing-masing untuk mengitari sirkuit Sepang. Saat itu, sekitar pukul 16:00, suasana sirkuit sudah sangat ramai oleh penonton yang datang. Bahkan, tidak hanya di area tribun yang sudah disediakan, penonton membludak hingga arena perbukitan yang ada di Sirkuit Sepang.

Helikopter pun semakin intens berputar, melaporkan keadaan sirkuit yang bisa dilihat di layar berukuran besar dari tribun tempat saya berada. Komentator yang berbicara menggunakan bahasa Melayu dan terkadang menggunakan bahasa Inggris pun semakin gencar berkomentar. Seisi sirkuit saat itu, ramai meneriakan nama pebalap favoritnya masing-masing. Yang tentu saja di dominasi oleh nama Valentino Rossi seperti yang sudah saya tulis di awal artikel. Bendera dukungan juga semakin gencar dikibarkan..

(Bersambung ke Part III-End)

Kadek

Kadek

Kadeko - Football for live, listen to Punk Rock and a "Red blood and White bones" person. A day without laughs is wasted for me.
Kadek

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY