Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum siap menggelar Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2014.

Bertempat di GOR Bulutangkis Jati, Kudus, Jawa Tengah, audisi bakal dihelat selama tiga hari penuh pada 5-7 September 2014. Audisi ini merupakan salah satu upaya PB Djarum untuk menjaring bibit-bibit muda bulutangkis dari Sabang sampai Merauke untuk diseleksi dan kemudian menerima beasiswa bulutangkis.

20120713115910Ribuan_peserta__bersiap_untuk_mengikuti_audisi_umum
Seperti dituturkan oleh Program Director Djarum Foundation Yoppy Rosimin, peminat audisi tahun ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. PB Djarum telah menerima sekitar 1.800 aplikasi pendaftaran lewat situs www.pbdjarum.org. Peserta yang mendaftar adalah atlet muda dengan kisaran usia 10-15 tahun yang berasal dari seluruh pelosok Indonesia.

“Lihatkan Tontowi Ahmad berasal dari Sumpiuh, Banyumas (Jawa Tengah),  lalu Mohammad Ahsan dari Palembang (Sumatera Selatan), Liliyana Natsir dari Manado (Sulawesi Utara), Vita Marissa asal Jakarta, atau Praveen Jordan asal Bontang (Kaltim). Fakta ini menunjukkan bahwa bibit pebulutangkis andal bisa datang dari mana saja,” ujar Yoppy.

Tak hanya jumlah peserta yang lebih banyak, tahun ini PB Djarum juga menerjunkan para mantan pemain untuk melihat langsung bakat-bakat muda bulutangkis Indonesia. Sebut saja Christian Hadinata, Susy Susanti, Lius Pongoh dan Yuni Kartika, turut hadir di Kudus.

Audisi tahun ini pun tak cuma mencari bakat-bakat pemain sektor tunggal seperti audisi sebelumnya. Namun sejumlah pelatih ganda PB Djarum yang ahli di nomor ganda dan juga mantan pemain seperti Antonius Budi Ariantho dan Rudy Gunawan Haditono turun langsung menyeleksi peserta.

Untuk menyegarkan suasana audisi, PB Djarum juga membuat booth-booth yang dapat menghibur peserta dan pengunjung di acara ini diantaranya booth games virtual bulutangkis.

Sejumlah bintang-bintang bulutangkis PB Djarum seperti Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Mohammad Ahsan, Praveen Jordan dan Debby Suanto juga hadir dalam acara meet and greet untuk memotivasi para peserta audisi. Di acara malam apreasiasi malam para peserta Audisi Umum juga dihibur oleh para artis ibukota, seperti juara Idola Cilik, duo Bagas Difa dan band Cangcuters.

Ajang pencarian atlet berbakat ini juga diapresiasi PP PBSI selaku induk bulutangkis di Indonesia. Pembinaan bibit-bibit muda merupakan cikal bakal perkembangan bulutangkis Indonesia khususnya dalam upaya menjalankan roda regenerasi.

“Program beasiswa bulutangkis PB Djarum merupakan salah satu bentuk upaya pencarian bibit bulutangkis muda berbakat hingga ke pelosok Indonesia. Program ini tentunya sangat bermanfaat bagi pembinaan demi meneruskan prestasi bulutangkis Indonesia di masa yang akan datang.

Lewat beasiswa bulutangkis, semua atlet dari seluruh Indonesia punya kesempatan untuk menunjukkan potensi dan bakat mereka. Audisi ini juga dapat membantu para pembina dan pemandu bakat untuk melihat sejauh mana bakat dan potensi atlet-atlet muda serta menyeleksi mereka untuk pembinaan lebih intensif di klub” kata Gita Wirjawan, Ketua Umum PP PBSI.

“Program beasiswa dari PB Djarum ini sangat membantu tak hanya bagi para atlet, tetapi juga bagi PBSI, karena membantu proses menyaring bakat muda. Ditengah keprihatinan prestasi bulutangkis, ternyata minat atlet-atlet muda ini luar biasa sekali. Hampir dua ribu orang yang mendaftar audisi, menurut saya ini adalah pencapaian yang luar biasa. Semoga di tangan bibit-bibit muda inilah bulutangkis Indonesia kembali jaya,” kata Susy Susanti.

 

Info dari: HUMAS PBSI

 

Kadek

Kadek

Football for life, listen to Punk Rock and a "Red blood and White bones" person. A day without laughs is wasted for me.
Kadek

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY