Olahraga lari memang sedang marak saat ini. Selain didukung dengan banyaknya acara lari seperti perlombaan segala jenis marathon ataupun fun running, saat ini komunitas lari pun kian bertebaran di berbagai daerah.
Ditambah, masuknya berbagai equipment lari membuat ‘olahraga sederhana’ ini semakin seru untuk dilakoni. Sebenarnya apa manfaat lari untuk kesehatan? Seperti yang dilansir oleh Boldsky lari memiliki berbagai manfaat antara lain:

– Kesehatan jantung. Sirkulasi darah akan menjadi lancar saat berlari, ini bermanfaat untuk mencegah terjadinya penyakit jantung koroner.
– Kesehatan pencernaan. Ada gangguan pencernaan? Nah, Olahraga lari membuat metabolisme tubuh lancar, termasuk menyehatkan kesehatan pencernaan.
– Mempercepat kerja otak. Akan banyak oksigen masuk dalam jaringan tubuh, termasuk otak saat berlari. Hal ini secara otomatis akan membuat otak menjadi sehat.
– Mengurangi risiko diabetes. Lari akan memangkas risiko menderita diabetes hingga setengahnya!
– Menurunkan berat badan. Jika ingin menurunkan berat badan, olahraga lari adalah cara tercepat untuk membakar kalori.
– Meningkatkan daya tahan tubuh. Jika dilakukan secara teratur, lari akan meningkatkan ketahanan tubuh. Maka akan terhindar dari alergi, batuk, juga flu.
– Penyingkir stres. Saat berlari, sistem pernafasan akan bekerja maksimal menerima dan mengeluarkan udara yang membantu menyingkirkan stres dalam tubuh.
– Tidur nyenyak. Bagi yang mengalami gangguan tidur, setelah berlari, maka otot tubuh akan mengirimkan sinyal untuk beristirahat. Hal ini akan membuat Anda tidur lebih nyenyak.

Well, semua manfaat diatas memang terbukti sudah saya dapatkan dari olahraga lari. Namun, perlu diakui jika saya hanya memiliki sedikit waktu untuk bisa berlatih secara serius untuk berolahraga. Ditambah, untuk berolahraga secara serius, saya harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk menyewa jasa seorang pelatih.
Ya, seperti cowok pada umumnya, rasa malas memang selalu menghampiri ketika ada waktu luang. Padahal, saya ingin sekali memiliki badan yang sehat dan atletis secara alami. Dan menurut saya, hal itu hanya bisa didapat melalui olahraga yang rutin dan serius. Untuk itu, saya coba untuk mencari cara agar tidak lagi malas untuk berolahraga.
Akhirnya saya pun memutuskan untuk mencoba sebuah jam tangan merek TomTom, dan berikut TomTom Watch review saya pada pemakaian berlari di malam hari.

Fisik

–       Layar jam ini cukup lebar. Membuat angka terlihat jelas saat berolahraga.

–       Satu kontrol. Kontrol pada jam ini terdapat di bawah layar. Memudahkan penggunaan.

–       Kaya grafis dan lampu. Penggunaan jam ini menjadi semakin menarik karena sistem latihan diperkaya dengan tampilan grafis. Plus dengan lampu menyala yang disentuh pada layar.

–       Bodi dari jam tangan ini bisa terlepas dari talinya. Hal itu membuat bodi jam ini menjadi tidak fit dengan talinya alias gampang lepas ketika tidak dipakai. Selain tali untuk dipakai di tangan, di boks juga terdapat tali untuk dikaitkan ke sepeda agar bisa memakai TomTom Watch untuk bersepeda.

photo (1)

 

Grafis

–       Lari dengan menggunakan jam ini bagai ditemani seorang pelatih. Jika memberi target sebelum melakukan ‘pelarian’, maka di setiap kilometer jam akan bergetar. Seolah memberi semangat di tengah ‘hujan peluh’.

photo 4

–       Langkah dan detak jantung juga bisa diukur dan terlihat pada layar. Membuat konsistensi dalam berolahraga semakin terjaga.

–       Teknologi QuickGPSfix Technology membuat saya bersemangat untuk dapat berlari dengan kecepatan. Karena grafis percepatan ini memang mendukung seseorang untuk melakukan sprint.

 

Pemakaian

–       Ada empat jenis latihan yang terdapat pada jam ini. Yaitu lari luar ruangan, lari di dalam ruangan, bersepeda dan berenang. Jam ini membuat diri saya semangat untuk mencoba triathlon  hehe..

–       Tahan air, cuaca dan keringat adalah hal yang terpenting dari sebuah jam olahraga. Dan setelah berlari lebih dari 5 kilometer, saya tidak merasakan ada panas apapun dari jam ini.

–       Baterai pada jam ini harus di cas. Kabel pengecas-nya terdapat di dalam boks.  Namun, tidak bersama charger mengharuskan saya mencari colokan USB yang terhubung ke listrik untuk pengecasan. Baterai jam ini terbukti tahan dengan pemakaian sampai 10 jam.

–       Training and goals. Dengan pengaturan awal yang terhubung dengan berat dan tinggi badan, olahraga bisa jadi optimal saat saya memakai jam ini untuk berlatih ataupun dengan target.

–       Share your goals! Caranya adalah dengan menginstall TomTom MySports mobile app di komputer dan terkoneksi dengannya. Namun karena saya ingin mendapat suasana yang nyata setelah berlari, jadi saya share dengan foto langsung jamnya.

photo

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY