Terinspirasi dari keinginan untuk mendokumentasi perjalanan surfingnya Tahun 2002 di Australia dengan kualitas profesional, Nick Woodman pun akhirnya merilis kamera digital bernama GoPro yang hingga saat ini terus dikembangkan dan menuai popularitas.

Namun, perlu diingat jika bukan GoPro yang akan dibahas lebih lanjut pada artikel kali ini. Melainkan (akhirnya) kemunculan lawan sepadan dari kamera digital asal Negeri Paman Sam tersebut yaitu Sony Action Cam AS100V. Yap, lawan sepadan memang kata yang tepat untuk Sony Action Cam AS100V jika disandingkan dengan GoPro.

IMG_3541

Dengan desain layaknya handycam versi mungil, kamera digital teranyar dari pabrikan asal Negeri Sakura tersebut mampu mengambil gambar video hingga 1080p pada 60 frames per second (atau 720p at 120fps), dan bitrate mencapai 50Mbps. Bahkan, harus diakui jika Sony Action Cam AS100V menang telak dalam pengambilan gambar di low-light alias dalam keadaan remang-remang.

Dibandingkan dengan GoPro HERO3+ Black yang punya kekuatan di kualitas asli dari sebuah gambar, Sony Action Cam AS100V menghasilkan gambar yang lebih berwarna, sedikit noise dan punya exposure mantap untuk pengambilan gambar yang jelas dalam keadaan gelap.

photo 2

Meskipun kedua kamera mengklaim bahwa memiliki derajat sama dalam hal angle kamera, namun nyatanya Sony Action Cam AS100V gambar yang dihasilkan kamera ini punya kecenderungan lebih lebar dari GoPro HERO3+ Black. Berikut adalah gambar yang saya ambil di dalam ruangan cukup cahaya dan kurang cahaya.

IMG_3426 photo 1

Untuk pemakaian pada fitur kamera digital, Sony Action Cam AS100V juga lebih mudah karena punya dua tombol navigasi (up and down). Merekam pun lebih mantap karena tombol merekam besar dan kuat sementara kemudahan muncul karena lampu indikator saat merekam berada di depan kamera.

IMG_3549 IMG_3545

Masalah audio, Sony Action Cam AS100V punya kemampuan rekam lebih jelas dan menghasilkan suara stereo yang jernih dibanding GoPro HERO3+ Black. Namun untuk mode Pro, kamera digital satu ini punya kekurangan karena harus memakai SDXC-level micro SD card yang cenderung mahal di pasaran. Belum lagi, Sony Action Cam AS100V juga hanya tahan pada kedalaman 4.8m saat berada di dalam air.

Meskipun begitu, saya merasakan kelebihan Sony Action Cam AS100V yang punya kemampuan menyimpan tenaga baterai sangaaat lama mencapai 2 jam 40 menit untuk mengambil gambar tanpa menyalalakan Wi-Fi dan GPS. Hal itu pun berguna untuk saya yang seringkali merekam sebuah konser musik.

Well, saat saya pertama kali mendapat Sony Action Cam AS100V di tangan, harus diakui jika saya cukup terkesan dengan kelengkapan yang diberikan oleh Sony. Pasalnya dalam kemasan, Sony Action Cam AS100V menyertakan LiveView remote control dengan layar, case anti-air, dan beberapa stand untuk menempatkan kamera.

IMG_3554

Meskipun Sony Action Cam AS100V juga bisa singkron ke smartphone untuk pemakaiannya (PlayMemories Mobile), namun menurut saya LiveView remote control yang disertakan oleh Sony kali ini merupakan nilai plus yang tidak dimiliki oleh pesaingnya. Yap, harus diakui jika dengan hadirnya Sony Action Cam AS100V maka dominasi GoPro di pasaran telah memulai babak baru.

Kadek

Kadek

Football for life, listen to Punk Rock and a "Red blood and White bones" person. A day without laughs is wasted for me.
Kadek

1 COMMENT

  1. Halo Abhi, saya bantu jawab yaa. Untuk live view, tetap bisa dipantau jika sudah download aplikasi Sony Action Cam. Nah, untuk harga coba cek link terkait di tulisan yaa 🙂

LEAVE A REPLY