Menilik Pilihan utama para profesional: DSLR atau Mirrorless?

 

Demi bisa bersaing dengan kamera smartphone yang saat ini semakin banyak muncul dengan spesifikasi tinggi (bahkan ada yang lebih canggih dari digital camera) pabrikan kamera ternama di dunia saat ini banyak yang mulai mengusung kamera mirrorless sebagai produk unggulan.

Hal ini dimulai sejak 10 tahun lalu saat pabrikan kamera legendaris asal Jerman, Leica, memperkenalkan kamera analog dengan kemampuan sensor besar yang lebih dikenal dengan nama kamera Mirrorless. Yang kemudian dikembangkan oleh Panasonic dan Olympus di tahun 2008.

Saat itu, pabrikan kamera mulai berlomba-lomba untuk mengembangkan kemampuan kamera mirrorless karena dinilai bakal menjadi inovasi yang serius untuk melawan kedigdayaan DSLR. Tak ayal, mulai dari Nikon, Sony sampai Fujifilm pun terus menggenjot penjualan kamera mirrorless buatan mereka sendiri dalam tiga tahun terakhir.

Sebenarnya, apa sih keunggulan kamera mirrorless yang menurut saya bisa jadi alternatif para professional yang berada di antara kamera smartphone dan DSLR? Well, jika ditelisik mulai dari ukurannya saja, kamera mirrorless merupakan kamera dengan spek tinggi yang memiliki berat standar. Tidak seringan smartphone atau seberat DSLR.

doc. setsail
doc. setsail

Ambil contoh kamera mirrorless teranyar dari Sony yaitu Sony Alpha 7 II yang punya berat 599g termasuk baterai. Hal ini memudahkan kamera mirrorless untuk dibawa kemana saja. Misalnya dibawa traveling, ataupun melakukan sesi photo shoot di dalam atau luar ruangan.

Namun, jangan lupa jika ukuran standar juga bisa jadi momok bagi para fotografer profesional dalam menentukan pilihan, mirrorless atau DSLR. Karena, ukuran standar yang dimiliki kamera mirrorless cenderung membuat fotografer pro susah menstabilkan kamera dalam mengambil image.

A7II_front-1200

Beruntung, Sony Alpha 7 II telah dilengkapi dengan inovasi 5-axis sensor-shift image stabilization hingga 24MP full-frame CMOS sensor pada A7 II. Hal ini memungkinkan para fotografer pro agar bisa mengambil gambar sama stabilnya seperti menggunakan kamera DSLR yang cenderung punya ukuran besar untuk bodi.

Belum lagi, sistem AF (autofocus) kamera mirrorless saat ini sudah sangat canggih. Sehingga mengambil foto ataupun video jadi sangat mudah jika dilakukan dengan kamera mirrorless yang punya kesan anti-blur. Contohnya adalah Sony Alpha 7 II yang punya sistem Hybrid pada AF-nya. Hal ini membuat sistem AF bekerja 30% lebih cepat dan 1.5x lebih baik dari seri terdahulu Sony Alpha 7.

ISO-100-DSC01450 by scott everett
ISO-100-DSC01450 by scott everett
Converted from RAW using Adobe ACR 8.7 - Adjustments limited to minor exposure/WB/color tweaks - sharpness/NR are ACR defaults
Converted from RAW using Adobe ACR 8.7 – Adjustments limited to minor exposure/WB/color tweaks – sharpness/NR are ACR defaults
ISO-100-DSC01004 by scott everett
ISO-100-DSC01004 by scott everett
Converted from RAW using Adobe ACR 8.7 - Adjustments limited to minor exposure/WB/color tweaks - sharpness/NR are ACR defaults.
Converted from RAW using Adobe ACR 8.7 – Adjustments limited to minor exposure/WB/color tweaks – sharpness/NR are ACR defaults.

Bagi para fotografer profesional, kelebihan kamera mirrorless dibanding DSLR juga bisa dinikmati dari suara ‘cekrek’ yang hampir tidak terdengar. Hal ini yang mampu membuat fotografer bisa lebih leluasa untuk mengambil gambar di suasana yang tenang seperti upacara perkawinan ataupun event olahraga golf.

Salah satu hal yang juga ditakutkan oleh profesional dalam pertimbangan dalam membeli kamera mirrorless adalah masalah lensa. Banyak profesional bertanya tentang kesediaan lensa yang bisa dieksplorasi oleh kamera mirrorless.

Namun, jika melihat dari terus berkembangnya inovasi dalam kamera mirrorless lensa bukanlah hal yang perlu dikuatirkan. Karena, pabrikan juga terus memproduksi lensa yang bisa dieksplorasi dengan kamera mirrorless. Apalagi, saat ini sudah ada adapter yang memungkinkan kamera mirrorless untuk menggunakan lensa-lensa vintage.

Well, jika melihat spesifikasi Sony Alpha 7 II memang dapat dipastikan jika Anda akan melihat masa depan di kamera ini. Bagaimana tidak, A7 II yang dibekali dengan prosesor Sony Bionz X terbaru ini menjamin para pemotret untuk dapat gambar dengan detail sempurna.  Nggak percaya? Coba aja lihat speknya!

450169-sony-alpha-7-ii

Sony Alpha 7 II quick spec

Body type           SLR-style mirrorless

Max resolution 6000 x 4000

Effective pixels 24 megapixels

Sensor size         Full frame (35.8 x 23.9 mm)

Sensor type        CMOS

ISO         100-25600

Lens mount        Sony E (NEX)

Focal length mult.            1×

Articulated LCD Tilting

Screen size         3″

Screen dots        1,230,000

Min shutter speed          30 sec

Max shutter speed         1/8000 sec

Format MPEG-4, AVCHD, XAVC S

Storage types    SD/SDHC/SDXC, Memory Stick Duo/Pro Duo/Pro-HG Duo

USB        USB 2.0 (480 Mbit/sec)

Weight (inc. batteries)   599 g (1.32 lb / 21.13 oz)

Dimensions        127 x 96 x 60 mm (5 x 3.78 x 2.36″)

GPS        None

xsony-alpha-7II-microsite-rev.jpg.pagespeed.ic.55QlpkgOtw

Bagaimana, tertarik pre-order Sony A 7 II? Cek di blibli.com dengan klik disini, mumpung banyak hadiahnya!

 

Kadek

Kadek

Kadeko - Football for live, listen to Punk Rock and a "Red blood and White bones" person. A day without laughs is wasted for me.
Kadek

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY