Rasa penasaran saya tentang HTC One M8 akhirnya terjawab sudah. Seperti diberitakan berbagai media online, smartphone terbaru dari HTC ini memang hadir dengan dua kamera utama pada bagian belakang.

Desain

HTC One M8 (1)
Tanpa perlu memegangnya, HTC One M8 sudah terlihat kokoh. Kesan tersebut muncul dari bahan aluminium yang membalut bodinya. Tak perlu heran karena HTC memang menambahkan komposisi bahan aluminium pada HTC One M8 hingga 90% dari HTC One generasi pertama.

Bukan cuma itu, tekstur matte yang melapisi materialnya juga sanggup memberi kesan mewah pada ponsel ini. Dilihat dari bentuknya, HTC One M8 memiliki bodi yang memanjang dan nyaman dipegang.

Tampak samping, HTC One M8 tidak terlihat tebal. Hal ini disebabkan oleh desain bodi bagian belakangnya yang dibuat lebih melengkung. Masih soal desain, HTC mengaplikasikan desain unibody pada HTC One M8 sehingga baterainya tidak dapat dilepas-pasang.

HTC One M8 (2)

HTC One M8 juga didesain dengan sedikit tombol. Di sisi atas, saya hanya menemukan satu tombol yang berguna untuk menyalakan dan mematikan ponsel, mengaktifkan mode Airplane dan Kid, serta menyetel ulang atau restart ponsel.

Pada sisi bawah, saya menjumpai satu port audio 3,5 mm untuk mendengarkan musik dan sebuah port microUSB untuk mencolokkan charger ketika akan mengisi ulang baterai.

HTC One M8 (3)

Kemudian di sisi kiri terdapat sebuah selot kartu nano SIM GSM. Sementara pada sisi kanan tersedia satu selot kartu memori eksternal microSD dan sebuah tombol pengatur volume.

Untuk yang bertangan mungil, Anda harus menggenggam ponsel agak ke bawah agar dapat menjangkau tombol pengatur volume dengan mudah.

Layar

Berbeda dengan pendahulunya yang berlayar 4,7 inci, HTC One M8 dibekali dengan layar berukuran 5 inci. Namun, HTC masih memasang resolusi yang sama, yaitu 1.920 x 1.080 pixel. Layarnya pun telah dilindungi pelapis Gorilla Glass 3 untuk mengurangi risiko terjadinya goresan.

Audio

Sama seperti pendahulunya, HTC masih menyematkan fitur BoomSound pada HTC One M8. Ini merupakan salah satu fitur yang membedakan jajaran HTC One dengan smartphone lain. Kehadiran fitur ini terlihat pada keberadaan dua buah speaker stereo yang diletakkan di bagian depan. Tepatnya di sisi atas dan bawah layar.

Suara yang keluar dari dua speaker stereo ini relatif keras dan jernih, baik saat mendengarkan lagu menggunakan speaker maupun headphone.

Kamera

Di sinilah letak keunikan HTC One M8 yang membedakannya dengan produk lain. HTC memasang dua buah kamera pada bagian belakang ponsel. Kamera utamanya masih mengandalkan teknologi Ultrapiksel seperti HTC One generasi pertama.

Di atas kamera utama ini terdapat satu kamera lagi yang ukurannya lebih kecil. Modul pada kamera yang lebih kecil ini berfungsi sebagai sensor yang dapat menangkap kedalaman dimensi foto.

HTC One M8 (4)

Saat mencoba memotret memakai kamera ini, saya juga bisa mendapatkan efek bokeh atau blur tanpa harus menggunakan aplikasi pihak ketiga. Berkat fitur UFocus pada HTC One M8, saya juga dapat menentukan bagian mana yang ingin ditonjolkan setelah foto jadi. Selain dua kamera belakang, HTC menyediakan pula satu buah kamera depan beresolusi 5 megapiksel. Ketika dicoba untuk selfie, hasil fotonya relatif tajam.

Secara sekilas, HTC One M8 dapat memenuhi hobi saya memotret objek-objek yang ditemui di sepanjang perjalanan. Di samping itu, antarmukanya yang sederhana juga sangat membantu saya saat mengoperasikan smartphone ini.

Sebagai produk premium, HTC One M8 dipasarkan dengan harga Rp9.499.000.  Namun blibliers bisa mendapatkan potongan harga hingga Rp1.500.000 selama masa pre-order pada tanggal 13-25 Juni 2014.

Penasaran seperti apa kecanggihan smartphone premium ini? Nantikan artikel berikutnya yang mengulas tentang performa HTC One M8 ini.

 


4 COMMENTS

  1. apakah di tangan/kantong celana rasanya terlalu besar? Saya sekarang pengguna iPhone 4s. Kepengen ganti, tapi masih mikir2 kenyamanan/ukuran M8

  2. ajib bener desain nya, tapi seandanya tulisan htcnya di ilangin (di bagian depan) terus di ganti dengan tobol back / call kayanya akan jadi lebih ajib lagi

LEAVE A REPLY