house of ian saian karina back pack

Buat saya, berburu barang etnik itu memiliki nilai historisnya sendiri. Buat saya juga, mengoleksi barang etnik itu berarti pula mengoleksi benda-benda dengan nilai budaya yang tinggi. Maka dari itu, saya gemar sekali ‘berinvestasi’ dengan barang-barang koleksi yang memiliki nilai historis dari kultur budaya tertentu. Betapa tidak, untuk ke ajang fashion week di belahan dunia manapun, Anda akan tampil unik dan tidak ada duanya dengan koleksi barang etnik asli Indonesia yang Anda kenakan. Dibandingkan mengoleksi tas super mahal keluaran brand terkenal, ada baiknya sekarang Anda mulai memasukkan benda-benda etnik dalam daftar koleksi Anda.

Itulah salah satu alasan yang membuat saya jatuh hati dengan Saian Karina Back Pack ini. Kain yang digunakan pada tas ini merupakan kain asli tenunan motif etnik khas budaya Indonesia. Keren, kan? Pilihan warnanya juga cocok sekali dengan warna-warni asli musim tropis Indonesia yang bold. Pilihan motif ini juga cocok dengan kehadiran tren Asia Baru pada panggung fashion week Spring / Summer 2013 lalu, yang sarat dengan kehadiran motif-motif etnik dan khas dari eksotisme negara-negara Asia. Tidak ingin ketinggalan ikutan tren ini, kan?

Kelebihannya lagi adalah 3-way style gaya desain tas tersebut. Uniknya, tas ini bisa dijadikan sebagai back pack karena memiliki back shoulder strap, lalu berubah menjadi tote bag dengan chunky handle strap lalu voila! Berubah lagi menjadi postman bag dengan long shoulder strap yang bisa dibongkar pasang di bagian samping. Jadi dengan satu tas ini, Anda berhasil mendapatkan tiga gaya desain. Efektif banget, kan? Buat saya sih ini menjadi nilai tambah yang menjadi alasan kenapa tas ini sangat layak beli.

Material yang digunakan juga menurut saya termasuk material kualitas tinggi yang tidak akan menempatkan tas ini di kelas yang sama dengan tas-tas souvenir yang biasa Anda dapatkan di daerah-daerah pusat pariwisata. Selain material tenunan kain etnik asli kerajinan tangan, tas ini juga memiliki perpaduan bahan genuine leather yang dikerjakan dengan kerajinan tangan. Belum lagi, tas ini juga ternyata didesain untuk waterproof atau tahan air (walaupun sejujurnya saya tidak terlalu yakin dengan bagian waterproof yang total, karena tas ini sebagian besar terdiri dari material kain).

Untuk ‘ruang-ruang’-nya, tas ini juga sanggup memuat banyak, lho. Hal ini juga yang membuat saya jatuh cinta, karena sejujurnya saya tipe orang yang memikirkan efektifitas fungsi dari sebuah tas (termasuk seberapa banyak barang bawaan yang bisa dibawa di dalam satu tas tersebut). Tas ini memiliki satu main compartment yang cukup luas, satu front buckle fastening pocket (yang artinya saku depannya memiliki buckle pengunci yang membuat barang bawaan Anda aman dari risiko jatuh di jalan), lalu dua side flap pockets atau dua kantong di sisi kiri dan kanan yang memiliki tutup dengan sistem flap. Nah, sejujurnya saya agak meragukan side flap pockets ini karena kantong tidak terkunci dengan maksimal. Jadi hati-hati dalam meletakkan barang berharga di sisi kiri dan kanan ini yah.

Well, anyway dengan berbagai macam kelebihan dan kekurangan yang dimiliki tas ini, saya tetap merekomendasikannya, simply because kelebihannya jauh lebih banyak daripada kekurangannya. Even dengan harga yang menurut saya tidak murah yaitu sebesar Rp1.650.000. Namun, bentuk dan motifnya yang one of a kind membuat tas ini sangat eye-catching dan worth to buy. Well, let us start to preserve our local heritage with one of this Saian bag. Tertarik untuk ikutan?


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY