Pertama-tama, saya mengucapkan selamat berpuasa yaa, mohon maaf bila review-review sebelumnya ada salah kata πŸ™‚ Di bulan puasa ini, bukan berarti kita bermalas-malasan dan membiarkan puasa menghambat rutinitas kita. Nah, setelah kemarin membahas Jawbone UP vs. Nike FuelBand, tampaknya banyak juga yang penasaran pesaing satunya lagi, FitBit Flex. Setelah mencoba UP & FuelBand, sudah seadilnya kita mencoba FitBit Flex. Bagus untuk mengukur aktifitas kita, terutama di bulan puasa.

Nike, seperti yang kita tahu, adalah produsen sepatu dan banyak keperluan olahraga lainnya, sedangkan Jawbone berangkat dari gadgets, Bluetooth, speaker, dll. Kalau FitBit, didirikan tahun 2007, merupakan perusahaan yang mendedikasikan misinya untuk membentuk manusia yang lebih sehat. Mereka mengatakan bahwa FitBit membuat kita berjalan 43% lebih banyak. Produk-produknya meliputi FitBit Flex, Zip, One danΒ Aria (timbangan WiFi). Yuk, kita coba FitBit Flex.

Desain

FitBit Flex seperti halnya UP & FuelBand, dikenakan sebagai gelang, didominasi material dari karet, dan menggunakan pedometer/acceleratorΒ untuk mengukur gerak, langkah, kecepatan pengguna. Dari bentuknya, Flex merupakan yang paling konvensional. Tidak memiliki display sebagus FuelBand, atau bentuk se-berbeda UP, Flex hadir dengan 2 warna dasar, hitam & abu-abu dan bila di tap 2 kali, terlihat progress bar berupa 4 buah titik. Yang menarik dari bentuknya adalah konsep dimana kita bisa mencabut “otak”nya dari Flex tersebut. Artinya, gelangnya, adalah aksesoris. Artinya, kita bisa berganti-ganti warna! Selain hitam, gelang ini bisa berganti menjadi oranye, hijau dan biru. Saya pikir ini brilliant, satu hal yang tidak dimiliki UP atau FuelBand.

Setting it up

Mengeset Flex untuk pertama kali memang agak berbeda. Pertama, untuk men-chargenya, Flex mengharuskan kita mencabut intinya, otaknya tadi, untuk di masukkan kepada chargernya, lalu dimasukkan ke USB. Dan Flex menyediakan USB receiver lagi untuk menghubungkannya dengan komputer. Agak redundant memang, harusnya chargernya bisa termasuk USB receiver-nya tadi. Well, tapi sesudah di set up untuk pertama kalinya, segalanya lebih gampang.

Charging Flex

Syncing

Sync melalui Bluetooth, ke aplikasi yang tersedia di iOS & Android, bernama FitBit, atau menggunakan USB receiver yang terpisah tadi ke komputer. Apa yang Flex ukur? Sebenarnya lebih mirip dengan UP. Langkah, jarak, kalori, tidur, makan dan minum (dua yang terakhir tentunya input secara manual). Yang membedakan dari UP adalah cara mengukur tidurnya, yaitu bisa dipakai, dan diatur ke “sleep mode” di Appsnya, atau bila lupa nih, bisa dimasukkan secara manual di Apps tadi juga. UI lebih menarik UP, Fitbit lebih serius ._.

Flex juga tahan air hingga tahap kehujanan atau dipakai mandi, jangan direndam yaa.. Dan salah satu kelebihan kecilnya lagi adalah langsung mendapatkan 2 gelang yang sama warnanya dalam 2 ukuran berbeda yang masing-masing pun bisa disesuaikan. Gitu aja sih..


So I’ve tried it all, sekarang sih agak bingung memilih yang mana. Kalo readers, pilih apa?

ALL

Oh iya, bila Flex dipakai tidur, bisa di set sebagai alarm getar pribadi yang tidak akan membangunkan pasangan. Well, err.. if you ever need to wake up earlier and sneak out….

Dijual di Blibli? kita tunggu πŸ˜‰

Kadek

Kadek

Football for life, listen to Punk Rock and a "Red blood and White bones" person. A day without laughs is wasted for me.
Kadek

8 COMMENTS

  1. Kalau sama jawbone up bagusan mana gan?
    Dari sisi kemudahan penggunaan, battery life?
    Bakal ada di blibli ga ya? πŸ™‚

LEAVE A REPLY