Apakah Ibu Hamil dan Menyusui Boleh Berpuasa?

Ramadan sebentar lagi ya, Bubu! Artinya, sebentar lagi kita akan menjalani ibadah puasa yang telah dinantikan. Namun ada hal yang sering menjadi pertanyaan, apakah ibu hamil boleh berpuasa?

Secara kedokteran, ibu hamil boleh ikut berpuasa. Namun ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh Bubu yang sedang hamil sebelum menjalaninya.

  1. Jumlah Kalori

Selama masa kehamilan, ibu harus mengkonsumsi makanan lebih banyak dari biasanya. Jumlah yang dibutuhkan adalah sekitar 2.000-2.500 kkal/hari (tergantung usia kehamilan). Nah, jumlah kalori yang besar ini tetap harus Bubu penuhi selama berpuasa. Biasanya, porsi makan dapat dibagi mulai dari waktu berbuka sampai sahur. Jika porsi makanan dirasa terlalu banyak, Bubu dapat mengkonsumsi makanan yang berkalori padat seperti susu dengan campuran cereal, crackers sandwich, roti selai kacang dan yoghurt dengan muesli.

  1. Jumlah Cairan

Demikian pula dengan jumlah cairan yang harus dikonsumsi, ibu hamil tetap harus minum sesuai jumlah yang dianjurkan yakni sekitar 8-10 gelas/hari. Usahakan minum yang cukup saat sahur. Saat mendekati waktu imsak, dianjurkan juga untuk konsumsi minimal 1 gelas cairan yang kaya akan nutrisi, seperti jus buah, jus sayur atau susu.

  1. Kondisi Ibu & Janin

Pada awal masa kehamilan (trimester 1), seringkali ibu hamil mengalami mual dan muntah, sehingga asupan makan berkurang. Jika Bubu mengalami hal tersebut, maka tidak dianjurkan untuk berpuasa, karena pada masa awal kehamilan, nutrisi sangat dibutuhkan untuk pembentukan dan perkembangan sel otak maupun organ tubuh janin. Hal ini juga akan berpengaruh pada berat badan bayi saat dilahirkan nantinya. Namun, pada bulan-bulan akhir kehamilan (trimester ke 3), ibu hamil boleh berpuasa jika kondisi kesehatan ibu dan janin baik. Artinya, tekanan darah, kadar hemoglobin, kadar gula dan kondisi tubuh lainnya dalam keadaan baik dan sehat.

Lalu, bagaimana dengan ibu menyusui? Apakah ibu menyusui boleh berpuasa? Tentu saja boleh, namun dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:

  1. Jumlah Kalori

Jumlah kalori sehari yang diperlukan ibu menyusui harus tetap terpenuhi mulai dari waktu berbuka sampai sahur, yakni sekitar 2.500 kkal.

  1. Jumlah Cairan

Jumlah cairan yang dikonsumsi juga harus diperhatikan, minimal minum 8-10 gelas/hari. Jika ibu menyusui kekurangan cairan, hal tersebut akan berimbas juga pada kandungan ASInya. Oleh karena itu, Bubu harus dapat mengenali tanda-tanda dehidrasi, seperti haus, mulut kering, merasa lelah, pusing, lapar, mengantuk atau emosional. Jika tanda-tanda dehidrasi terasa semakin berat, maka dianjurkan bagi ibu menyusui untuk segera mengakhiri puasa dengan rehidrasi tubuh menggunakan cairan biasa (air) atau bisa juga dengan cairan berelektrolit seperti air kelapa dan jus buah.

  1. Produksi ASI

Seperti yang telah diketahui, disarankan agar ibu menyusui memberikan ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama. Oleh karena itu, Bubu juga harus perhatikan apakah produksi ASI terpengaruh ketika Bubu telah menjalani puasa selama beberapa hari. Salah satu tanda yang mudah diamati adalah kondisi bayi yang menjadi lebih rewel dan tidur dengan gelisah.

Sangat dianjurkan bagi ibu yang sedang hamil maupun ibu menyusui untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mulai berpuasa. Untuk Bubu yang sedang hamil, konsultasilah dengan dokter yang menangani Bubu selama masa mengandung, sehingga ia mengetahui kondisi dan perkembangan Bubu dari awal masa kehamilan. Sementara itu, untuk ibu menyusui, lakukanlah pemeriksaan diri ke dokter mengenai kondisi kesehatan ibu dan bayi sebelum mulai berpuasa.

Sehat-sehat selalu ya Bubu, selamat berpuasa! 😊

*Sumber artikel dari Dr Ida Gunawan, MS SpGK (K)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY