Moms, apakah si kecil malu berinteraksi dengan orang lain dan hanya bersembunyi di belakang moms setiap kali diajak kenalan? Wajar saja mom. Perlu moms ketahui, bahwa pemalu di usia tertentu merupakan hasil belajar dari lingkungan, bukan bagian dari kepribadian.

Setiap anak punya tanggapan yang berbeda-beda ketika diharuskan berinteraksi dengan lingkungannya. Akrab atau tidak, ia perlu mengamati dulu sebelum akhirnya ia bisa mencair atau menghindar.

Oleh karena itu, mungkin banget bagi moms untuk membuat si kecil lebih berani berinteraksi dan nggak pemalu di depan umum! Ini caranya!

1. Kenalkan si kecil dengan orang-orang di sekitarnya

kenalkan-dengan-sekeliling

Via – ExpertBeacon

Langkah pertama adalah membantu si kecil mengenal dunia di luar rumah. Si kecil akan lebih pemalu kalau ia merasa asing dengan dunia luar. Jadi, sering-seringlah mengajaknya ke luar rumah. Misalnya melakukan kunjungan ke tetangga, kondangan, ke taman, atau memasukkan si kecil ke PAUD.

Dengan begitu, si kecil akan terbiasa dalam mengenal lingkungan dan orang-orang baru. Ia akan menjadi lebih berani dan percaya diri. Hal ini juga memberikannya ruang untuk mengenal berbagai karakter dan cara berinteraksi, sehingga lebih mengerti cara menyesuaikan diri.

2. Jadilah role model bagi si kecil

jadi-role-model

Via – Huffingtonpost

Anak merupakan peniru yang ulung. Setiap gerak-gerik moms adalah contoh baginya. Oleh karena itu, moms perlu menunjukkan hal-hal positif yang menunjukkan bahwa moms dan dads pantas menjadi teladan yang baik.

Agar si kecil nggak pemalu di hadapan orang lain, moms bisa tunjukkan sikap baik nan ramah pada orang lain. Ini akan ‘direkam’ oleh si kecil untuk dipraktekkannya kepada orang lain.

3. Berikan pujian

beri-pujian

Via – Babble

Untuk menumbuhkan rasa percaya diri si kecil, moms bisa memberikannya pujian saat si kecil menunjukkan keberaniannya. Misalnya, ketika si kecil berani untuk menunjukkan sikap sopan santunnya, seperti cium tangan atau menyapa orang lain.

Moms bisa memujinya dengan menyebutnya sebagai “anak pintar” atau “mama bangga sama kamu”. Si kecil akan merasa perilakunya dihargai dan lebih yakin kalau yang dilakukannya adalah sesuatu yang benar dan menyenangkan.

4. Sesekali imingi dengan hadiah

beri-hadiah

Via – Parenthub

Selain pujian, moms juga bisa mengiminginya dengan memberikan hadiah sebagai bentuk reward terhadap usahanya untuk keluar dari zona amannya. Misalnya ketika berani memperkenalkan diri, atau tampil di hadapan penonton saat pentas seni.

Nggak perlu berbentuk barang, moms bisa memberikan elusan di kepala, acungan jempol, sebuah pelukan atau senyum manis. Hal ini nantinya akan memotivasi sang buah hati untuk terus berperilaku sama.

5. Jangan menjadikannya sebagai pusat perhatian secara tiba-tiba

jangan-jadikan-pusat-perhatian

Via – orlandomusicinstitute

Kakek dan nenek si kecil sedang bertamu ke rumah moms. Kemudian karena moms pernah cerita bahwa si kecil bisa main piano, moms jadi nggak sabar untuk menunjukkannya pada mereka.

Alhasil, moms tiba-tiba mendorong si kecil untuk bermain. Percaya deh, si kecil pasti langsung menghindari dan enggan bermain. Pasalnya, keberaniannya jadi ciut karena kepercayaan dirinya tiba-tiba terancam.

Nah, sebaiknya menyampaikannya secara halus dan pribadi. Moms bisa bilang “kamu main pianonya jago. Opa dan oma pasti pengen banget lihat. Mau ya, main buat opa oma kapan-kapan?” Cara ini memberikan kenyamanan buat si kecil, daripada harus memaksanya tanpa permisi.

6. Jangan melabelinya sebagai anak pemalu

jangan-labeli-sebagai-anak-pemalu

Via – thesuccessfulsinglemom

Seringkali tanpa disadari, moms mudah memberinya predikat sebagai anak pemalu. Padahal justru saat ia menunjukkan rasa malu atau bersembunyi, moms harus meyakinkan dirinya dan orang lain kalau ia bukan anak yang pemalu.

Kalau orang lain bilang “Halo, kok sembunyi?” saat dikenalkan, maka jangan merespon “Dia memang anaknya pemalu, memang begini.” Akan tetapi, dorong dia untuk berkenalan. Dengan respon seperti itu, si kecil bakal semakin yakin bahwa ia adalah anak pemalu dan nggak berani!

7. Biarkan si kecil bereksplorasi

bereksplorasi

Via – Soho Story

Sejak kecil, moms perlu memberikan kesempatan pada buah hati untuk melakukan eksplorasi terhadap segala hal yang ia inginkan. Jangan langsung say ‘no’ atau menakut-nakutinya.

Tentunya hal ini disertai dengan pengawasan moms. Tujuannya untuk membangun kepercayaan dirinya agar lebih berani terhadap apapun. Biarkan si kecil tumbuh dan berkembang membangun citra dirinya ya, moms!
Jika dilakukan secara tepat dan sabar, membantu si kecil lebih berani di hadapan lingkungan dan orang-orang baru nggak susah, moms. Yang terpenting di sini adalah peran moms dan dads untuk selalu memotivasinya.

Oh ya moms, mungkin si kecil pemalu dan kurang percaya diri karena merasa tampilannya belum oke. Nah, mungkin moms bisa menyiasatinya agar mereka tampil cakep di hadapan umum. Yuk moms, cek koleksi terbaru pakaian anak perempuan dan laki-laki sesuai style yang si kecil sukai di Blibli.com!

Ruth

Happy mommy of twin 3yo, living in Jakarta and working for digital media company.

That's why I like to doing some research and asking for some opinion to my friends via social media, messenger apps, or even small gathering at cafe.

I’m living in a daily activity filled with innovative books about parenting and interior that come bundled with extra hot chocolate marshmallow and home-made cake.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY