Cegah Stunting, Inilah Pilihan Sumber Protein untuk MPASI

Apakah Moms pernah mendengar istilah “stunting”? Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang dialami anak-anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi sejak dari dalam kandungan hingga dua tahun pertama kehidupan. Ciri-ciri anak yang mengalami stunting adalah tinggi badan yang lebih rendah daripada standar usianya. Bahkan, stunting juga dapat memengaruhi perkembangan otak, sehingga kemampuan mental dan proses kognitif si kecil terganggu.

Membaca tentang stunting saja sudah cukup bikin merinding ya, Moms. Kita tentu berharap agar buah hati kesayangan dijauhkan dari gangguan kesehatan ini. Tapi, stunting bisa dicegah kok, asalkan Moms tahu caranya.

Nah, sekarang kita belajar sedikit lebih dalam soal pencegahan stunting. Ternyata, salah satu penyebab stunting adalah kekurangan asupan asam amino esensial. Asam amino adalah senyawa organik yang bergabung menjadi protein. Fungsi dari asam amino esensial antara lain untuk pembentukan tulang, otot, dan organ lainnya, mendukung kecerdasan dan kemampuan kognitif anak, hingga antioksidan.

Jadi, sekarang Moms sudah tahu “senjata” untuk mencegah stunting. Moms mesti memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) dengan gizi seimbang untuk si kecil. Moms bisa memakai panduan “isi piringku” yang mengandung 50 persen buah dan sayur, serta 50 persen karbohidrat dan protein untuk memastikan kualitas makan anak. Pada bagian sisi piring protein, moms harus memenuhi kebutuhan anak yaitu 1,1 gram protein per kilogram berat badan per hari.

Berikut ini pilihan protein untuk MPASI. Catat ya Moms!

Telur

Via Pexels

Telur adalah salah satu sumber protein yang mudah didapat dan murah harganya. Satu butir telur ukuran medium mengandung 5,5 gram protein. Tetapi, jika Moms ingin memilih telur untuk MPASI anak di bawah usia 1 tahun, sebaiknya ambil bagian kuningnya saja, karena putih telur bisa menyebabkan alergi.

Satu kuning telur mengandung 2,7 gram protein dan nutrisi penting lainnya seperti zat besi dan vitamin A, D, E, K. Tetapi, ingat bahwa bagian kuning telur juga memiliki kolesterol tinggi. Jadi, sebaiknya batasi pemberian telur untuk bayi sebanyak 1-2 butir per minggu saja ya.

CEK SLOW COOKER DIGITAL UKURAN 0,8 LITER YANG PAS UNTUK PORSI MPASI

Ayam

Via Pexels

Ayam adalah salah satu sumber protein pertama yang bisa dikenalkan kepada bayi melalui MPASI. Satu potong ayam dengan berat 100 gram mengandung 20-25 gram protein. Moms bisa membaginya sesuai kebutuhan protein harian si kecil.

Untuk MPASI, moms bisa memilih ayam kampung yang tidak disuntik hormon. Tetapi, jika Moms hanya menemukan ayam broiler di tukang sayur, maka harus tahu cara pengolahan yang benar, yaitu dengan membuang kulit, lemak, dan air rebusan pertama.

MUNCHKIN FOOD GRINDER INI BISA MENGHALUSKAN MAKANAN AGAR LEBIH MUDAH DIKONSUMSI OLEH SI KECIL

Daging

Via Pexels

Daging merah merupakan sumber protein yang baik untuk anak karena mudah dicerna oleh tubuh si kecil. Setiap 100 gram daging merah mengandung 20-25 gram protein. Sesuaikan porsi daging merah tersebut untuk memenuhi kebutuhan protein anak.

Jika Moms ingin memberikan daging merah untuk si kecil, pilihlah daging yang sudah dibuang lemaknya. Cara mengolah daging merah untuk MPASI anak yang belum punya gigi geraham, yaitu dengan menggunakan blender atau mencincang halus menggunakan pisau. Kalau anak sudah punya gigi, Moms bisa memberikan daging yang dipotong kecil-kecil atau suwir kemudian dicampur dengan karbohidrat dan sayur.

STEAMER DAN BLENDER PHILLIPS AVENT INI PRAKTIS UNTUK MENGUKUS SEKALIGUS MENCAMPUR MPASI

Ikan

Via Pexels

Jumlah protein yang terkandung pada berbagai jenis ikan sangat beragam. Misalnya, setiap 100 gram ikan patin mengandung 17 gram protein. Sementara pada 100 gram ikan kembung terdapat 21,3 gram protein.

Kalau Moms ingin mengolah ikan untuk MPASI, pilihlah ikan yang tidak banyak duri seperti salmon, tuna, dan kembung. Ikan air tawar yang tidak tercemar logam berat juga bagus sebagai alternatif sumber protein untuk anak. Selain sebagai sumber protein, ikan juga mengandung omega 3, EPA dan DHA yang baik untuk perkembangan otak anak.

JIKA HARUS MEMBERI MAKAN BAYI SAMBIL DIGENDONG, DROOL BIB INI AKAN MENJAGA AGAR BABY CARRIER TETAP KERING DAN BERSIH.

Kacang-kacangan

Via Pexels

Salah satu keunggulan kacang-kacangan sebagai sumber protein untuk bayi adalah rasa yang gurih. Si kecil bisa menikmati waktu makannya dengan lebih menyenangkan. Selain itu, kacang-kacangan menyimpan berbagai kandungan gizi yang baik untuk tumbuh kembang anak. Moms bisa mendapatkan 8-17 persen protein, zat besi, kalsium, berbagai vitamin dan mineral dalam kacang-kacangan.

Moms bisa memilih kacang hijau pada awal perkenalan si Kecil dengan kacang-kacangan. Untuk MPASI, pilihlah kacang hijau kupas yang berwarna kuning agar lebih mudah dicerna oleh anak. Setelah itu, Moms juga bisa menambahkan jenis kacang-kacangan lain dalam menu MPASI anak, seperti kacang polong dan kacang kedelai.

LUMATKAN MAKANAN DENGAN NUBY GARDEN FRESH MASH N’ FEED SET INI

Sekarang, sudah ada tidak cerita “ayam lagi, ayam lagi” karena Moms sudah tahu berbagai alternatif sumber protein untuk MPASI. Berdasarkan panduan ini, Moms bisa menyusun jadwal menu harian anak sehingga tidak perlu bingung ketika sudah sampai di depan tukang sayur. Setelah bahan-bahan MPASI lengkap, moms bisa mengolahnya dengan berbagai alat masak yang bisa dipilih di Blibli.com.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY