Suka Produk Handmade? Yuk Kenalan dengan 5 Pengrajin Lokal Ini

Tren produk handmade kembali dicari banyak orang! Inilah saatnya bagi para pengrajin lokal kembali bersinar dan menghadirkan karyanya yang kreatif, inovatif namun tetap kental dengan nuansa Nusantara.

Bila kamu sempat berpikir kalau produk handmade hanya itu-itu saja, kamu harus kenalan dengan beberapa pengrajin lokal berikut yang akan membuatmu tercengang!

1. Ruaya si pengrajin speaker kayu

produk handmade

Berasal dari Kota Gudeg, Yogyakarta, nama “Ruaya” didapatkan dari filosofi ketangguhan sekelompok ikan cakalang (Skipjack), yang terus berenang dan berkembang biak agar bisa tetap hidup.

Bagaikan filosofi tersebut, Ruaya nggak mudah menyerah dalam menciptakan karya masterpiece-nya! Meski selama 5 bulan awal usahanya membuat speaker kayu mengalami kendala bahkan kegagalan, ia tetap selalu berusaha hingga akhirnya berhasil menciptakan speaker kayu yang unik nan inovatif.

Speaker buatan Ruaya ini terbuat dari kayu asli tanpa komponen elektronik sedikit pun, lho! Sehingga nggak perlu daya listrik untuk menghidupkannya. Selain itu, Ruaya dibuat seukuran genggaman tangan sehingga speaker kayu Ruaya bisa kamu gunakan kapan pun dan dimana pun.

Speaker kayu seharga Rp 312.000 hingga Rp 520.000 ini bisa digunakan oleh smartphone iPhone 4 hingga iPhone 6 Plus!

2. Schors si pengrajin dompet kulit

produk handmade

Dompet kulit binatang, sudah biasa! Kalau kamu mencari dompet unik dan beda, Schors jawabannya! Pengrajin lokal asal Bandung ini menggunakan limbah kulit kayu atau pohon sebagai material utama pembuatan dompetnya.

Bicara soal kualitas, dompet Schors nggak kalah bagus dibanding dompet kulit binatang. Karena ide kreatifnya ini, Schors bahkan pernah menjadi merchandise resmi untuk Konferensi Asia-Afrika tahun 2015. Keren!

Bahan dasar dari kulit kayu membuat dompet Schors memiliki tekstur unik dan dibanderol dengan sangat terjangkau. Kisaran harganya mulai harga Rp 169.000 hingga Rp 229.000. Uniknya lagi meski dibuat dari kulit kayu, dompet Schors sangat halus, lentur dan juga tahan air! Dompet idaman banget deh!

3. Lawe Indonesia si pengrajin berbagai produk dari tenun

produk handmade

Lawe merupakan social enterprise yang mengembangkan tenun tradisional Indonesia menjadi produk yang modern dan fungsional. Pengrajin asal Yogyakarta ini berusaha mengembangkan kain tenun dari Lombok, Lampung, Pontianak, bahkan hingga ke Nusa Tenggara Timur!

Proses pembuatannya yang manual dan butuh waktu lama membuat harga kain tenun cenderung lebih mahal. Untuk itu, Lawe menyiasatinya dengan mengolah kain tenun menjadi satu bentuk baru seperti dompet, gantungan kunci, tas, stationery hingga souvenir.

Dengan membuat produk turunan dari tenun, sekarang kamu dapat menikmati tenun dengan harga yang lebih terjangkau. Sebut saja untuk souvenir dipatok mulai harga Rp 25.000 sementara untuk produk seperti tas harganya hanya Rp 425.000. Cukup ramah di kantong, bukan?

4. WISH si pengrajin jam tangan batik

produk-handmadeSeperti halnya Lawe yang ingin mengenalkan kain tenun pada masyarakat melalui produk turunannya, WISH juga memiliki keinginan yang sama, namun berfokus pada kain batik dan jam tangan. Dengan sentuhan batik serta desain premiumnya, WISH ingin jam tangan nggak hanya dilihat sebagai penunjuk waktu, namun juga fashion statement bagi pria maupun wanita!

Menggunakan tema ”Batik Sentinel”, WISH menawarkan koleksi jam tangan batik premium pertama di Indonesia. Jam tangan analognya memadukan black stainless steel case dan strap kulit asli dengan detail kain batik.

Jam tangan yang didesain chic dengan bezel berwarna silver atau hitam buatannya menggunakan teknologi Japan Movement serta kemampuan water resistant di kedalamam 30 meter. Dengan segala kemegahannya, nggak heran jika produk Wish dibanderol dengan harga yang lumayan tinggi mulai dari Rp 1,8 juta hingga Rp 2,5 juta. Worth it untuk dimiliki, bukan?

5. Cawang Art Radio si pengrajin radio vintage

produk handmade

Sekilas mirip radio transistor jadul, namun tampilannya lebih rupawan dan terkesan sangat artistik. Selidik punya selidik, ternyata Radio Cawang bukanlah pemain baru di industri radio transistor. Bahkan, Radio Cawang inilah yang merupakan cikal-bakal radio transistor nasional pertama di Indonesia, lho!

Meski menggunakan nama Cawang, salah satu kawasan terkenal di Jakarta. Sebenarnya nama Radio Cawang tidak merujuk ada nama tersebut. Melainkan merupakan kependekan dari “Cari Uang”.

Cawang Art Radio menampilkan sebuah radio berbahan paduan MDF, brass, melamic, dan crystal coat yang didesain vintage dan elegan. Sehingga cocok dijadikan koleksi ataupun hiasan dekorasi ruangan kamu.

Radio seharga Rp 1,5 jutan hingga Rp 2 jutaan ini dapat digunakan untuk mendengarkan berita, musik, maupun acara lainnya yang disiarkan dalam tuner band FM dan AM. Cawang Art juga dilengkapi dengan 3 tombol putar untuk mengatur volume, band, dan tuner. Dengan suara yang jelas dan jernih membuat kamu nyaman dan makin menikmati saat-saat bersantai.

Hal unik yang mampu kita tangkap dari berbagai produk handmade yang ditawarkan para pengrajin lokal diatas adalah kemampuan mereka dalam mengolah bahan-bahan sederhana menjadi sebuah produk modern.

Kekhasan yang ditampilkan dalam setiap produknya bahkan membuat kita sadar bahwa alam Indonesia ini sangat kaya dan bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Nah, produk handmade mana yang menarik minatmu? Nggak perlu jauh-jauh mencarinya, karena semua pengrajin lokal diatas bisa kamu temukan di Blibli.com dalam kategori Galeri Indonesia! Kamu bisa temukan beragam pilihan produk handmade berkualitas dengan harga yang terjangkau. Yuk cintai produk lokal Indonesia demi perekonomian negara agar lebih maju!

Raya

Raya

Crafts and cultures enthusiast who lives in Kota Gede, DIY. I love to travel around Indonesia because this country is more adventurous, unique, and interesting than any other. When I stay in the city, I usually going to a spa, jogging in the city park, and of course, gathering with my friends.
Raya

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY