Serunya Sharing Seputar Gerakan Tutup Mulut Anak di Kelas Pintar Vol. #6

Gerakan Tutup Mulut atau lebih dikenal dengan istilah GTM adalah isu yang dialami oleh hampir semua orangtua. Hal ini bisa menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan bagi Bubu maupun si Kecil, sehingga menimbulkan stress setiap waktu makan. Komunitas Sahabat Ibu Pintar memahami permasalahan tersebut, oleh karena itu event Kelas Pintar Vol. #6 kemarin mengangkat isu “Gerakan Tutup Mulut Anak: Gemas Tapi Menantang.” Melalui Kelas Pintar Vol. #6, Sahabat Ibu Pintar menghadirkan para pakar di bidangnya yang dapat membantu Bubu dalam menghadapi tantangan GTM.

Event Kelas Pintar Vol. #6 yang diadakan pada hari Sabtu, 29 Februari 2020 di restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat mengundang Expert Partner Sahabat Ibu Pintar dari Rumah Dandelion, Carmelia Riyadhni, S.Psi., dokter spesialis gizi, dr. Ida Gunawan, MS SpGK (K), dan aktris sekaligus ibu dua orang anak, Ryana Dea. Dalam kesempatan ini, Carmelia Riyadhni, S.Psi. menjelaskan bahwa hampir 20-50% anak usia 6 bulan hingga 4 tahun mengalami GTM. Hal ini bisa ditunjukkan dengan tindakan seperti melepeh dan makanan, atau anak mengalami tantrum saat menolak makan.

Pada kenyataannya, GTM ini tidak hanya berdampak pada anak, tetapi juga mempengaruhi psikologis ibu sehingga merasa cemas dan tertekan. Menurut Carmelia Riyadhni, S.Psi., ada beberapa cara agar Bubu dapat mengatasi rasa tertekan tersebut yaitu dengan menjaga ekspektasi, tidak membandingkan perkembangan si Kecil dengan anak-anak lain, dan membentuk manajemen waktu yang baik dengan membuat jadwal makan anak. Bubu juga perlu menjaga kondisi fisik agar tetap bersemangat dan tidak mudah stress.

Dari sisi pemenuhan gizi anak, Dr. Ida Gunawan, MS SpGK (K) juga menjelaskan pentingnya penanganan GTM dengan baik agar pemenuhan gizi pada anak tidak terganggu. Untuk mengatasi GTM, Bubu tentu harus mengetahui penyebabnya. GTM dapat mengindikasikan beberapa hal, seperti bosan dengan makanan (menu, tekstur, rasa), anak sedang tidak enak badan, tumbuh gigi, tidak merasa lapar, atau trauma terhadap makanan atau proses makan itu sendiri.

Setelah memahami penyebabnya, Bubu bisa mencoba beberapa solusi untuk mengatasi GTM pada anak. Menurut dr. Ida Gunawan, MS SpGK (K), GTM dapat diatasi dengan menyesuaikan volume makanan, jenis makanan, bentuk dan tekstur makanan. Selain itu membuat jadwal makan menjadi 5-6 kali sehari, menyiapkan lingkungan makan yang nyaman, dan membatasi durasi makan menjadi 30 menit juga bisa mendorong anak untuk menikmati proses makannya.

Bagi seorang ibu, dukungan dari lingkungan sekitar juga bisa membantu mengatasi rasa cemas dalam mengasuh si Kecil, termasuk dalam menghadapi GTM pada anak. Menurut Bubu Ryana Dea, bergabung dengan komunitas parenting seperti Sahabat Ibu Pintar juga membantunya menghadapi permasalahan seputar parenting. Komunitas bisa menjadi support system para ibu untuk saling bertukar pikiran dan menguatkan satu sama lain. Selain itu, event Kelas Pintar seperti ini juga memberikan kesempatan bagi para ibu untuk belajar dan sharing dengan para pakar di berbagai bidang perkembangan anak.

Tidak hanya untuk berbagi ilmu, di event Kelas Pintar, Bubu juga bisa membangun networking dengan ibu lainnya. Sebagai komunitas parenting, Sahabat Ibu Pintar berkomitmen untuk rutin mengadakan event Kelas Pintar dengan berbagai topik menarik yang dapat menginspirasi Bubu untuk menerapkan pola asuh modern kepada si Kecil. Oleh karena itu jangan sampai ketinggalan event Kelas Pintar selanjutnya ya, daftar komunitas Sahabat Ibu Pintar sekarang! 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY