Eksplorasi Konten Bersama Videografer dan Fotografer Ahli di #BlibliFriendsMeetup

Jimmy dan Heret, yang membagikan pengalamannya dalam membuat konten

Masih ingat #BlibliFriendsMeetup hari Minggu kemarin? Bersama Fotografer Heret Frashtio dan Videografer Jimmy Indra, kita diajak untuk mengenal lebih dalam mengenai dunia fotografi dan videografi khusunya yang berkaitan dengan “How to Make Great Content on the Go!

Di zaman dimana semuanya terjadi super cepat, proses pembuatan konten visual juga semakin dinamis. Nggak heran kini mulai populer proses pembuatan content on the go yang sangat erat kaitannya dengan spontanitas.

Penasaran bagaimana pengalaman dan petualangan Heret dan Jimmy dalam mengeksplorasi konten foto dan video secara digital? Yuk, simak ulasannya!

1. Konvensional vs. Digitalkonvensional

“Saya selalu tertawa jika mengingat dua tahun lalu pernah membeli kamera dengan harga super mahal, namun justru kamera tersebut sudah menjadi hal yang sangat konvensional”, ujar Heret menggambarkan betapa cepatnya perkembangan teknologi kini.

Bagi Heret, metode konvensional yang mengharuskan kesesuaian produk dengan konsep menjadikan proses pembuatan justru menjadi lebih panjang, juga membatasi kreativitas dari pembuatan konten.

Ia merasa dengan proses yang panjang ini, akan sulit memaksimalkan social media dalam pendistribusian konten.

Kalau Jimmy, Ia pribadi selalu pergi ke berbagai tempat hanya bermodalkan visualisasi di kepala, tanpa storyboard.

Ia menjelaskan, “tanpa konsep, kita justru akan menghasilkan karya yang lebih relevan dengan situasi. Disinilah kita mulai masuk ke era baru digital dimana kita lebih engage dengan paparan di lapangan. Bila terlalu kaku, banyak hal yang bagus justru terlewatkan.”

2. Insider Talentinsider-talent

Satu lagi hal yang dikemukakan Heret yang membedakan proses konvensional dan digital dalam pembuatan konten adalah penggunaan “Insider Talent” atau bakat-bakat lokal.

“Ketika ingin membuat gambar gadis Bali pendaki gunung, maka talent yang digunakan adalah benar-benar gadis Bali yang menyukai aktivitas naik gunung dengan segala wardrobe pribadi yang ia miliki”, jelas Heret.

Selain lebih menghemat biaya produksi, nyatanya hal seperti ini mampu menghasilkan konten yang jauh lebih relevan dan memiliki karakter.

Wah, nggak heran jika kamu melihat konten digital saat ini semuanya terlihat jauh lebih nyata. Rahasianya ternyata adalah penggunakan talent lokal yang memang relevan dengan konten yang ingin diciptakan.

3. Kecepatan menjadi kuncikecepatan

Selain dengan menggunakan berbagai sumber daya lokal, salah satu kunci untuk menciptakan konten yang relevan adalah spontanitas. Dari sinilah, kita bisa menangkap momen-momen yang mungkin nggak bisa terulang atau dihasilkan melalui metode konvensional, lho.

Seperti ketika Jimmy hendak mengambil gambar burung yang tengah terbang, ia bahkan terpaksa menggunakan kamera smartphone agar tidak melewatkan momen tersebut.

Tentu jika kamu harus repot-repot menyiapkan kamera dan perlatan lainnya kamu akan melewatkan hal-hal non-simulasi tersebut. Fokus dan sigap merupakan elemen utamanya.

“Jadi, kunci dalam menghasilkan content on the go yang baik adalah kecepatan”, ungkap Jimmy menyimpulkan pengalamannya bertualang menciptakan konten.Disini, insting dan naluri kamu sebagai fotografer dan videomaker akan diuji.

4. Senjata yang tepatsenjata

Bisa dibilang, spontanitas menjadi tantangan tersendiri saat membuat content on the go karena kita tidak bisa memprediksi berbagai momen yang akan kita temui. Berbeda dengn metode konvensional yang kita tentukan arahnya lebih dulu.

Jadi, pemilihan “senjata” yang tepat sangatlah penting. Bahkan Heret dan Jimmy sepakat bahwa mereka paling tidak selalu menyiapkan lebih dari 7 cadangan baterai kamera saat berpergian membuat konten. Nggak mungkin kan kita bisa mengisi baterai ketika berada diatas gunung?

Selain itu, salah satu hal yang cukup penting adalah menyediakan media penyimpanan yang mumpuni. Jadi, hard disk portable menjadi salah satu “senjata” yang wajib dibawa saat bertualang menciptakan konten.

Namun, nggak sembarang hardisk bisa mendukung kegiatan kamu membuat content on the go.Hard diskyang dipilih perlu memiliki daya tahan cukup tinggi sehingga mampu melewati berbagai medan ketika kamu melakukan perburuan konten.

5. Data hilang (!)hilang

Berbicara mengenai proses penyimpanan, ternyata hal ini nggak kalah penting dari proses shooting, lho!

Baik Jimmy dan Heret berbagi kisah mengenai salah satu pengalaman terburuk mereka ketika menciptakan konten yaitu ketika semua data gambar yang telah dibuat hilang.

Apalagi berbicara mengenai proses pembuatan content on the go, penggunaan teknologi penyimpanan yang baik cukup penting.

Maka dari itu Pak Tirta yang bergabung ditengah sesi mencoba mengenalkan “Seagate Portable Plus” yang memang dirancang untuk kegiatan-kegiatan mobile seperti pembuatan content on the go.

Mulai dari kapasitasnya yang besar, ukuran yang kecil serta daya tahan yang baik untuk menghadapi berbagai situasi dan kondisi.

Ngomong-ngomong, “Seagate Portable Plus” ini bisa kamu temukan secara eksklusif online di Blibli.com, lho! Artinya, ini hard disk pertama dengan spesifikasi seperti ini yang pertama di dunia! Apalagi, kamu bisa menikmati potongan harga serta fasilitas cicilan dengan bunga 0%!

Perkembangan teknologi menjadi faktor penting yang mempengaruhi perilaku dalam menciptakan konten. Kini konten menjadi jauh lebih dinamis dan tentunya disatu sisi membuka ruang lebih luas untuk berkreasi.

Berbagai teknologi dan peralatan juga menjadi elemen yang nggak kalah penting, mulai dari proses pembuatan karya hingga penyimpanan serta pendistribusiannya. Nggak heran jika akhirnya produk seperti hardisk “Seagate Backup Plus” yang bersifat portable namun memiliki kapasitas super besar menjadi penting kehadirannya dalam era digital seperti sekarang!

Kira-kira selain pembuatan “content on the go”,apa lagi yang bisa kita pelajari selanjutnya? Tunggu #BlibliFriendsMeetup selanjutnya!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY