Buat kamu generasi muda yang hidup di metropolitan, pasti punya yang namanya first world problem. Merasa kesal karena wi-fi putus, tiket nonton kehabisan, dan kupon belanja udah kadarluarsa.

Hidup di kota besar sudah mencukupi namun kita tetap saja bisa menemukan alasan untuk merasa kesal. Padahal, apa yang di sekitar kita patut di syukuri.

Apalagi jika kamu hidup jauh dari kota? Tanpa fasilitas dan kepraktisan teknologi, bisakah kamu bertahan hidup?

Bayangkan, jika kamu tinggal di wilayah yang lebih dalam dari pedesaan. Misalnya, seperti suku pedalaman Baduy. Banyak sekali tantangan hidup yang harus kamu terima dan hadapi. Pertanyaannya, kamu sanggup nggak?

1. Hidup tanpa gadget dan internet

tanpa-internet

Via digitaltrends.com

Bagaimana rasanya hidup tanpa smartphone atau tablet atau gadget lainnya yang biasa selalu ada di genggaman kamu? Tanganmu mungkin bakal gatal-gatal. Rasanya seperti bagian jiwamu hilang entah ke mana.

Ada gadget pun, singal juga nggak ada. Jadi nggak ada gunanya. Mungkin saatnya bagi kamu untuk bermain dan mengapresiasi alam lepas. Berhenti sejenak dari koneksi web, dan mulai temukan apa yang kamu bisa lakukan di alam natural.

2. Butuh sesuatu? Cari atau buat sendiri!

buat-sendiri

Via dailymail.co.uk

Suku bangsa Indonesia memang terkenal dengan berbagai kerajinan tangan, mulai dari tenun, ukir, pahat, hingga anyam. Semakin dalam kita mencari, maka semakin otentik dan berharga sebuah kerajinan bernilai.

Nggak heran, karena suku yang ada di Indonesia sejak dulu terbiasa membuat sendiri setiap barang yang mereka perlukan. Nggak hanya berguna, namun juga dengan rancangan yang indah.

Perkakas, perangkat masak, rumah, dan bahkan pakaian semua dibuat menggunakan tangan. Senantiasa kamu bisa menikmati produk-produk handmade dengan bahan alami, karena merupakan hasil buatan sendiri. Bayangkan kalau kamu harus memberi barang dengan dua kriteria tersebut di toko. Pasti mahalnya minta ampun!

3. Ketika lapar dan dahaga tiba

ketika-lapar-dan-haus

Via kakakpintar.com

Nggak hanya soal barang-barang pakai saja loh. Bagaimana ketika kamu merasa lapar dan haus? Tanpa restoran dan pasar, saatnya kamu mengandalkan insting dan indramu untuk mencari pangan.

Kalau ada sumur, bagus. Namun jika nggak ada, kamu harus mencari sumber air dari danau maupun sungai. Kamu harus mencari dan mengenali tanaman, umbi, dan buah yang aman untuk di makan. Apalagi, kalau kamu butuh daging. Alat buru dan perangkap itu nggak mudah dibuat loh!

Belum lagi kalau memasak, kamu harus mengumpulkan kayu bakar, membuat tungku, dan menyalakan api.

Terdengar merepotkan sih, tapi sebenarnya mengasyikan juga. Kamu bakal lebih mudah menghargai makanan yang disajikan di depanmu.

4. Bosan? Menyatu dengan alam liar

menyatu-dengan-alam-liar

Via thecontrarianmedia.com

Kebosanan merupakan hal yang suka bikin frustasi. Masalah kebosanan juga bisa menjadi first world-problem orang yang hidup di perkotaan.

Tanpa mall, cafe, ataupun bioskop, kemana kah kamu bisa melepas gundah dan lelah? Kalau sudah di alam, sebenarnya alternatif untuk mengurangi kebosanan itu lebih banyak.

Menelusuri hutan, membuat kerajinan, bermain dengan hewan, mendaki gunung, melewati lembah, memanjat pohon, dan bahkan berenang di sungai.

Bahkan sebenarnya kamu akan lebih sulit merasa bosan kalau sudah hidup di pedalaman. Kedekatan dengan alam bisa menenangkan otakmu dan menghilangkan stres akibat rutinitas yang membosankan.

5. Tetap sosial meski tanpa social media

tetap-sosial-tanpa-sosial-media

Via www.hipwee.com

Jika kamu setiap hari terbiasa membuka Facebook, Instagram, Twitter, atau media sosiallainnya, maka ucapkan selamat tinggal pada jejaring sosial tersebut. Karena, di pelosok Indonesia kamu tidak akan bisa mengakses hal-hal tersebut.

Tapi, kamu nggak perlu merasa kesepian karena masyarakat pedalaman sebenarnya sangat suka aktivitas sosial dan memiliki tingkat keramahan yang tinggi. Jika kamu memiliki kesempatan untuk hidup bersama suku pedalaman seperti suku Badu y, maka kamu bisa membuktikannya sendiri.

Mencari makan bersama, membuat senjata, bermain musik, bermain dan belajar filosofi bersama, dan bahkan berpetualang bersama menjelajah hutan merupakan hal yang menyenangkan. Namun, bagi kamu yang terbiasa bersosialisasi dalam media, bisa bersosialisasi seperti merekakah?

Meskipun banyak tantangan, hidup menyatu dengan alam bersama suku-suku di pelosok Indonesia bisa memberikanmu pengalaman spesial yang nggak tergantikani.

Kamu nggak hanya bisa tenang dari hiruk-pikuk kota metropolitan, tetapi juga juga mensyukuri segala kenikmatan yang ada di kota sepulangnya kamu dari pelosok pedalaman.

Kalau kamu berniat mencoba, kamu bisa memulai dengan mengikuti wisata Suku Baduy. Tantang dirimu sendiri, dan buktikan kalau kamu bisa bertahan dari semua ujian di atas.

 

Raya

Raya

Crafts and cultures enthusiast who lives in Kota Gede, DIY.

I love to travelling around Indonesia, because this country is more adventurous, unique, and interesting than any other.

When i stay in the city, I usually going to spa, jogging in the city park, and of course, gathering with my friends 🙂
Raya

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY