Kalau mendengar kata “pernikahan”, mungkin bayangan yang muncul di kepalamu adalah satu hari dimana pengantin wanita yang memakai gaun berwarna putih dan pengantin pria yang mengenakan setelan jas, bersama-sama mengucapkan sumpah untuk sehidup semati dan akan saling mencintai dalam keadaan suka maupun duka. SO SWEET!

Tapi, sebenarnya setiap negara memiliki tradisi pernikahan yang berbeda-beda, loh. Nggak hanya dari model pakaian saja, aktivitas serta maknanya pun bervariasi. Berikut adalah 7 tradisi pernikahan yang unik dari mancanegara.

1. Berdansa ceria ala ‘Money Dance’ – Nigeria

nigeria

Di Nigeria, ada sebuah tradisi pernikahan yang disebut dengan “Money Dance”. Sesuai dengan namanya, pengantin pria dan wanita akan berdansa dan mereka akan diberikan uang oleh para tamu. Oh ya, uangnya nggak diberikan dari tangan ke tangan ya, namun dilempar!

Sebelum mulai berdansa, para tamu pria akan meminta izin dengan pengantin pria untuk melemparkan uang ke pengantin wanita, dan hal ini juga berlaku sebaliknya. Ketika uang-uang tersebut berjatuhan, yang bertugas untuk mengambilnya adalah si pendamping-pendamping setia kedua pengantin tersebut. Wah, emang sahabat sejati, ya!

Tujuan dari tradisi ini sebenarnya lebih ke arah hura-hura dan have fun. Uang-uang tersebut dimaksudkan agar para pengantin bisa menggunakannya untuk membangun keluarga baru mereka. Jadi jangan sungkan-sungkan ya kalau mau kasih uangnya.

2. Satu hari nggak cukup – India

india

Tradisi pernikahan di India terkenal sangat mewah dan meriah. Hal ini ditunjukkan melalui dekorasi pesta pernikahan yang heboh serta kostum pasangan pengantin yang banyak menggunakan perhiasan emas.

Uniknya, jika pada umumnya pesta pernikahan hanya dilakukan sehari, kemeriahan pesta pernikahan India diadakan selama 3 hari berturut-turut dengan fokus acara yang berbeda setiap harinya. Para pengantin dan tamu yang hadir juga akan mengenakan baju, aksesoris, dan dandanan yang berbeda-beda, loh! Wah, berapa ya budget menikah di India?

Di hari pertama, pesta akan diisi dengan tarian tradisional dan hanya dihadiri oleh kedua mempelai bersama keluarga inti dan kerabat terdekatnya. Upacara Mehndi diadakan di hari kedua dan sang pengantin beserta beberapa sahabat wanitanya akan memakai tattoo henna di tangannya.

Di malam tersebut, para anggota keluarga akan berkenalan dengan tamu undangan sambil makan dan berdansa. Kemudian, upacara dan resepsi utama pernikahan diadakan di hari terakhir.

3. Pengantin hitam – Skotlandiaskotlandia

Via Emlii

Di Skotlandia terdapat sebuah tradisi yang mempercayai bahwa mempelai pengantin harus dijauhkan dari roh-roh jahat sebelum hari pernikahannya tiba. Tapi jangan salah, tradisi ini nggak melibatkan upacara pengusiran setan ala film “The Exorcist”, ya! Tradisi ini dinamakan “Blackening the Bride” atau menghitamkan pengantin.

Satu hari sebelum hari pernikahannya, sang pengantin akan dinaikkan ke bagian belakang sebuah truk. Kemudian, para anggota keluarga, kerabat, dan tamu yang hadir akan secara bergantian menyiram cairan hitam ke pasangan pengantin. Cairan ini berupa hasil campuran dari berbagai bahan seperti, bubuk hitam, rumput laut, bubur, dan lain-lain. Hmmm jijik juga ya, ihhh!!!

Tapi kalau dipikir-pikir lagi, kok tradisinya mirip ya dengan perayaan hari ulang tahun di Indonesia? Bedanya, kita pakai telor, kecap, tepung, kopi, dan ribuan bumbu masak lainnya.


BACA JUGA Lakukan 7 Hal Ini Sebelum Masuk Jenjang Pernikahan, Biar Gak Nyesel!


4. Pecah belah – Jermanjerman

Via Temple Square

Kalau kamu sedang stress dan ingin memecah-mecahkan piring untuk menenangkan diri, datang saja ke acara menjelang pernikahan di Jerman. Ada sebuah pepatah Jerman yang mengatakan bahwa barang pecah belah bisa membawa keberuntungan.

Menjelang hari pernikahannya, calon pengantin di Jerman akan mengadakan semacam “Bachelor/Bachelorette Party”. Bedanya, mereka bukan berpesta dan bersenang-senang di club, tapi semua tamu bisa memecahkan berbagai barang pecah belah, seperti gelas dan piring kaca.

Setelah selesai memecahkan semua barang pecah belah seperti di film “Poltergeist”, kedua pengantin harus menyapu dan membersihkan semua pecahan yang berantakan. Hal tersebut menunjukkan bahwa keduanya mampu bekerjasama ketika resmi menjadi suami istri nanti.

5. Pengantin yang….diludahi? – Kenya

kenyaDi Kenya, seorang pengantin wanita di suku Maasai biasanya masih berusia sangat muda, berusia sekitar 13-16 tahun. Para gadis muda ini dinikahkan dengan pria yang belum pernah ia kenal dan berusia jauh lebih tua.

Pada prosesi pernikahannya, kepala sang pengantin wanita akan dicukur hingga botak dan dilumuri lemak domba. Sang ayah dari pengantin tersebut kemudian meludahi putrinya sebagai bentuk restu untuk melepaskan anaknya ke pria lain, yakni si calon suami. Aneh ya, kalau memberi restu kan tinggal ucapkan saja, nggak perlu sampai diludahi kali.

Setelah basah kuyup mandi air ludah, si pengantin wanita ini akan dibawa pergi oleh suami ke rumahnya. Saat itu, pengantin wanita nggak boleh melihat atau menoleh ke belakang selama perjalanan karena takut bisa menjadi batu.

6. Menangis masal, menangis terus – China Pedalamanchina-pedalaman

Via Zhang Jia Jie Tor Club

Apakah kamu pernah merasa saking senangnya, akhirnya meneteskan air mata dan menangis? Masyarakat suku Tujia di China merayakan kebahagiaan pernikahannya dengan tangisan. Selama puluhan hari menjelang hari pernikahannya, sang pengantin harus menangis setiap hari selama satu jam.

Sepuluh hari kemudian, ibu dari pengantin akan menangis setiap hari juga seperti putrinya. Lalu setelah sepuluh hari, nenek pengantin juga akan menyusul menangis. Apa rasanya ya menangis bersama-sama antar generasi? Bukannya suasana rumah justru terasa mencekam karena ada tetesan air mata dimana-mana?

Ternyata, hal ini dilakukan masyarakat suku Tujia sebagai bentuk kepercayaan bahwa air mata bisa muncul karena seseorang merasa bahagia.

7. Menyembunyikan tanduk – Jepangjepang

Dalam upacara tradisional Jepang, kedua mempelai akan mengenakan kimono, pakaian adat negeri sakura ini. Umumnya, wanita mengenakan kimono berwarna putih, sedangkan pria mengenakan kimono hitam.

Selain itu, pengantin wanita juga akan mengenakan rambut palsu dan kertas putih besar yang menutupi rambutnya. Konon katanya kertas yang dinamakan tsuno-kakushi atau “horn hider” dikenakan untuk menyembunyikan tanduk-tanduk dari para iblis yang cemburu.

Dalam proses pernikahan, kedua pengantin akan menjalani upacara san-san-ku-do, dimana mereka harus mengucap 3 sumpah sebanyak 3 kali, yang diwakili oleh tiga cangkir, yang diisi sebanyak tiga kali, dan diminum dalam tiga kali surupan.

Ternyata unik-unik kan tradisi pernikahan di negara-negara lain? Siapa yang menyangka kalau ada pasangan pengantin di belahan dunia lain yang harus diludahi atau disiram cairan ketika menikah? Apa kamu sudah siap untuk menikah? Jangan lupa membeli cincin nikah di sini.

Nadine

Hi, my name is Nadine, a fashion stylist who loves make up too! My routines is reading a bunch of information about fashion, lifestyle, and entertainment.

Before that, I have another habit such jogging, yoga, and sipping a glass full of smoothies every single morning.

I like to hang out with my besties after work, enjoying a cup of green tea while discussing everything.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY