Cerita Rubysh, Perhiasan dari Sampah yang Bersanding dengan Mutiara

rubysh

Apa yang ada di pikiranmu kalau melihat tumpukan sampah, Friends? Membersihkannya, menggunakannya kembali, atau justru memilah sampah yang bisa dijual ke pengepul? Apapun yang kamu pilih dari opsi-opsi itu bagus dan bermanfaat, kok. Nah, ngomongin soal pemanfaatan sampah, Rubysh karya Encep Amir bisa banget jadi contoh sukses pengolahan sampah yang unik.

Pernah dengan soal Rubysh sebelumnya? Rubysh merupakan merek perhiasan yang terbuat dari sampah plastik. Lupakan soal bentuk daur ulang sampah lain yang pernah kamu lihat. Sekilas, kamu mungkin nggak akan menyangka bawa perhiasan lokal yang satu ini terbuat dari bahan dasar sampah plastik. Sekeren apa, ya, produknya? Simak aja cerita singkat finalis 20 besar BBS Indonesia yang satu ini.

JANGAN KETINGGALAN, IKUTI KESERUAN PESERTA BBS INDONESIA SEASON DI SINI!!!

Bermula dari riset saat kuliah di lokasi yang tepat

rubysh

Ide membangun Rubysh nggak muncul begitu saja. Ada pengalaman historis yang jadi latar belakang berdirinya usaha perhiasan ini selama beberapa tahun terakhir. Berawal dari riset biogas untuk keperluan kuliah pada 2015, Amir berkesempatan untuk bekerja sama dengan warga Cibangkong, Bandung. Para warga yang terlibat dalam riset ini diminta untuk menyimpan biogas di rumah masing-masing dan mengisinya dengan sampah makanan.

Selama melakukan riset, Amir menyadari bahwa warga Cibangkong ini kaya potensi dalam hal pemanfaatan sampah. Selain sampah makanan yang diubah menjadi biogas, para warga juga memanfaatkan sampah plastik untuk didaur ulang menjadi kreasi yang menarik. Hasil produknya pun beragam, dua di antaranya adalah perhiasan dan tas.

Nggak lama setelah melakukan riset, Amir diminta untuk merepresentasikan hasil risetnya kepada publik. Karena ukuran biogas yang besar dan sulit untuk dibawa, Amir pun memilih mengganti presentasinya dalam bentuk poster. Nggak ingin kesempatan untuk membanggakan warga Cibangkok hilang begitu saja, dirinya turut membawa perhiasan dan tas daur ulang sampah yang ada.

Sayangnya, beberapa produk daur ulang itu terlihat kurang komersil. Maklum, biasanya produk-produk yang dibuat warga hanya dipergunakan di lingkungan sekitar. Nggak kehabisan akal, Amir meminta bantuan desainer kenalannya untuk melakukan sedikit perbaikan. Hasilnya tentu bisa diduga, pengunjung yang datang sangat tertarik dengan produk-produk yang ditampilkan. Biogas yang jadi tujuan utama bahkan sempat tergeser!

JADI YANG PERTAMA TAHU PERJALANAN PESERTA BBS INDONESIA SEASON 4 DI SINI!

Perhiasan jadi peluang usaha paling menjanjikan

rubysh

Awalnya Amir sekali nggak kepikiran untuk menjadikan perhiasan dari sampah sebagai bisnis sampingannya. Namun, kenyataannya, permintaan pasar yang besar membuat jiwa pengusahanya tergerak. Pada 2016, Rubysh dibangun dengan konsep yang matang dan terus mengalami peningkatan seiring waktu. Beberapa komponen perhiasan seperti logam dan mutiara air tawar pun didatangkan dari Bali dan Lombok.

Amir memilih perhiasan dari sampah bukan hanya karena bentuknya yang cantik atau karena harga jualnya lebih tinggi. Dari segi pembuatan, perhiasan relatif lebih mudah. Soalnya, plastik PET bekas yang dibutuhkan sebagai bahan utama nggak sulit dicari dan cenderung konsisten bentuk dan warnanya. Beda banget dengan sampah plastik lainnya.

Sebelum menjadikan perhiasan dari sampah sebagai produk utama, Amir sempat berpikir untuk mencoba memanfaatkan plastik bungkusan kopi sachet. Setelah melewati berbagai pertimbangan, dirinya menyadari bahwa tas kopi kurang menjanjikan karena banyaknya kompetitor yang punya produk sejenis. Selain itu, pemanfaatan sampahnya pun cukup sulit. Untuk membuat satu tas, diperlukan ratusan bungkus kopi dengan desain yang konsisten atau sama persis. Hal ini sulit banget dilakukan karena pada umumnya produsen kopi sering banget ganti kemasan untuk keperluan promosi.

TEMUKAN PRODUK INSPIRATIF DARI 20 FINALIS BBS INDONESIA SEASON 4

Upaya mengembangkan diri dan masyarakat sekitar

rubysh

Kalau dibandingkan dengan perhiasan konvensional, Rubysh tentu lebih unggul karena penggunaan bahan dasarnya. Akan tetapi, jika disandingkan dengan produsen perhiasan daur ulang sampah sejenis, Rubysh mungkin akan tampak sama. Namun, di balik kesamaan tersebut, ada keunggulan yang tersembunyi dari hal nilai sosial. “Saya bukan entrepreneur, tapi socialpreneur,” aku Amir singkat.

Sebagai seorang socialpreneur, Amir nggak ingin berkembang seorang diri. Dirinya ingin semakin banyak orang yang terbantu karena kehadiran Rubysh. Nggak hanya mewadahi ide kreatif nan unik dari mahasiswa desain, melalui Rubysh, Amir berharap semakin banyak ibu-ibu dari kelas menengah ke bawah yang bisa punya penghasilan tambahan untuk mensejahterakan kehidupannya.

“Pengerajin Rubysh saat ini kebanyakan ibu-ibu berusia 40-an yang tinggal di bangunan semi permanen dekat tempat pengumpulan sampah. Pelatihan membuat perhiasan yang dilakukan ternyata nggak hanya bermanfaat untuk ekonomi mereka, tapi juga meningkatkan rasa kepercayaan diri mereka. Salah seorang ibu yang mengalami KDRT berani untuk speak up karena sudah memiliki kepercayaan diri dan penghasilan sendiri,” cerita Amir singkat.

KENALAN DENGAN PRODUK INSPIRATIF LAINNYA DULU, YUK!!!

Harapan Rubysh setelah ikut BBS Indonesia Season 4

Rubysh

Ketertarikan Amir mengikuti BBS Indonesia Season 4 ini berawal dari informasi yang diberikan salah satu komunitas di media sosial. Walaupun baru memberanikan diri di tahun ini, Amir mengaku sudah mengikuti perkembangan Blibli Big Start Indonesia season sebelumnya. Bagi dirinya, kompetisi ini bukan sekadar kalah menang, namun juga soal pengetahuan dan mentoring yang berharga.

Ke depannya, Amir ingin mengembangkan usaha rintisannya lebih jauh. Rubysh yang saat ini masih menggunakan teknik sederhana akan melakukan variasi bentuk molding dalam waktu dekat. Penggunaannya pun nggak lagi terbatas pada plastik PET saja, namun juga melibatkan plastik jenis lain seperti HDPE.

SIMAK KESERUAN PESERTA BBS INDONESIA SEASON DI SINI!


Cerita singkat Rubysh dalam memanfaatkan sampah dan memberdayakan masyarakat di sekitarnya ini menarik banget, kan, Friends? Kamu bisa ikut memberikan kontribusi dengan menggunakan produk-produknya, lho. Desain perhiasannya dijamin kekinian!

Supaya lebih kaya inspirasi dan tambah termotivasi, simak juga cerita dari para finalis Blibli Big Start Season 4 lainnya. Penasaran produk dan kisah apa saja di baliknya? Jangan lupa tunggu dan selalu baca di sini, ya!

KLIK DI SINI UNTUK DAPAT INFO TERBARU BBS INDONESIA SEASON 4!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY