Salah satu kunci utama untuk menjaga keawetan kendaraan adalah rajin melakukan perawatan. Servis ringan dan rutin sesuai buku panduan adalah kiat terbaik untuk menjaga performa mesin. Tapi tahukah kamu apa hal paling penting yang kadang malah dilupakan orang? Ganti oli!

Sepertinya memang tak semua orang sadar. Asal pakai ada bensin, motor dianggap oke-oke saja karena bisa jalan ke mana-mana. Padahal tanpa oli, mesin bisa ngadat. Oli adalah komponen paling penting untuk melumasi mesin agar bisa berjalan mulus. Karena dipakai terus-terusan, oli yang licin makin lama makin encer. Kalau sudah encer, pelumasan mesin bisa kurang maksimal. Kalau sudah begitu, mesin gampang panas. Kalah sudah panas, oli sedikit demi sedikit menguap dan akhirnya habis. Kalau habis? Hmm… jangan tanya ongkos bengkel untuk perbaikan motor yang kehabisan oli, bisa jutaan!

Nah, agar motor awet, kamu harus rutin ganti oli ya. Kalau ingin bagus, ganti setelah mencapai 2000 km atau setiap dua bulan sekali. Lalu, tipe seperti apa sih yang paling tepat untuk motor kamu? Inilah pentingnya mengenali kode “rahasia” angka di kemasan oli, apa saja?

  • Kode SAE

Cara Membaca Kode Oli_2

via parrotheadjeff.com

Ini berhubungan dengan tingkat kekentalan oli. SAE adalah kependekan dari Society of Automotive Engineer, yakni sebuah asosiasi yang mengatur standarisasi berbagai bidang teknik.

Biasanya di oli akan tertulis SAE 10W-30, 10W-40 atau 20W-40, 20W-50. Apa artinya ini? Angka di depan huruf W menunjukkan tingkat kekentalan oli pada suhu dingin. Sedangkan setelah angka W adalah tingkat kekentalan pada saat motor sudah bekerja atau sudah panas. Makin panas wilayah, misalnya daerah rata-rata di Indonesia, butuh oli yang cenderung berkarakter panas, misalnya SAE 10W-30 sampai SAE 15 W-50.


BACA JUGA Cara Mudah Membaca Kode Ban


  • Kode JASO

Cara Membaca Kode Oli_23jpg

via i-moto.com

Ini adalah kode untuk motor-motor Jepang. JASO kependekan dari Japanese Automotive Standards Organization. Pada oli biasanya ada kode JASO MA atau JASO MB.

Ini berhubungan dengan bagian mana yang bisa dilumasi dengan oli jenis tersebut. JASO MA bisa melumasi bagian mesin, transmisi, dan sekaligus kopling. Ini dipakai untuk motor semi otomatis seperti jenis motor bebek atau motor cowok yang menggunakan kopling. Sedangan JASO MB adalah oli yang hanya bisa digunakan untuk melumasi transmisi saja. Ini paling cocok hanya untuk motor matic. Jadi kalau punya motor bebek, lebih baik tidak menggunakan oli berkode JASO MB ya Friends.

  • Kode API

Cara Membaca Kode Oli_4

via http://hertfordshiresuperbikes.com

Ini adalah kependekan dari American Petroleum Institute. Kode ini berhubungan dengan jenis oli tertentu untuk mesin yang berbeda-beda. Biasanya, kode setelah API ada huruf S untuk kendaraan berbahan bakar bensin dan berkode C untuk yang berbahan diesel.

Biasanya, untuk kode API SJ, bisa digunakan untuk motor tua di bawah tahun 2001. SL untuk motor keluaran tahun 2004, SM untuk tahun 2010 dan motor-motor baru gunakan yang berkode SN. Kategori ini bisa kamu cek di website resmi API.org.

Nah, semoga dengan paham penggunaan oli sesuai kode masing-masing ini, motor kamu makin mulus dan awet ya Friends.

Rio

Rio

Digital agency’s worker, amateur internet scholar, professional gamer also very in love to running in a field and swimming. A community person who loves touring with bike or motorcycle.
Rio

1 COMMENT

LEAVE A REPLY