Sudah lama tinggal di Indonesia tapi nggak terlalu mengenal produk lokal? Apakah kamu tahu kalau produk kerajinan tangan lokal dari Indonesia seperti perhiasan dan pernak-pernikย pernah menjadi produk yang laku keras di Prancis?

Sebagai warga lokal, kamu jangan mau kalah untuk mengenal kultur Indonesia serta produk-produk setempat. Berikut adalah 5 contoh produk kultus khas Indonesia yang harus kamu dapatkan ketika traveling supaya kamu semakin mengenal produk khas lokal!

1. Kalau ke bali: perak Ceruk

kerajinan-perak-ceruk

Via KSM Tour

Walaupun Bali merupakan kota yang sangat populer di kalangan turis lokal, masih sangat jarang produk khas yang diketahui selain pie/pia susu dan kaos barong.

Apakah kamu tahu kalau Perak Ceruk Bali adalah salah satu produk logam khas Bali yang sangat terkenal di kalangan wisatawan? Mungkin kamu pernah melihatnya, tapi belum mengenalnya benar-benar.

Produk kerajinan tangan yang dibuat dari Perak Ceruk Bali bisa berupa anting, kalung, bros, gelang, dan aksesori lainnya. Hal yang membuat Perak Ceruk Bali laku keras di kalangan wisatawan adalah bentuk dan motifnya yang sangat unik.

2. Kalau ke Yogyakarta: tas rajut Dowa

tas-rajut-dowa

Via Bunda Eil

Produk khas kedua yang namanya sudah tenar ini adalah Dowa. Siapa sih yang nggak pernah dengar tas rajut Dowa? Produk ini dibuat pada tahun 1989 di Yogyakarta oleh Delia Murwihartini yang awalnya hanya ingin mencoba merajut sesuatu.

Karena produk ini dibuat secara manual atau handmade, maka tas rajut yang dihasilkan per minggu pun nggak terlalu banyak.

Faktor ini juga menyebabkan harga tas rajut Dowa cukup tinggi. Kamu bisa memperolehnya mulai dari harga sekitar Rp200.000. Produk ini mulai terkenal di kalangan luar negeri ketika ada turis dari Swedia yang membeli 100 buah tas rajut untuk dibawa pulang.

Tas rajut Dowa menarik banyak perhatian karena kualitas bahan kain yang digunakan. Tas ini juga mampu menampung barang-barang yang cukup berat.

Bagi kamu yang berniat untuk berlibur ke kota pelajar ini, jangan lupa untuk mampir ke toko merek Dowa untuk melihat tas rajutnya yang fashionable.


BACA JUGA Apa Saja Makanan Khas yang Bisa Kamu Santap di Bali?


3. Songkok Awing, kalau ke Gresik

songkok-awing

Via Om Joni

Nah, bagi kamu penggemar topi daerah, kamu nggak boleh melewatkan songkok yang bermerk Awing ini. Mungkin memang masih belum begitu terdengar di kalangan global, tapi songkok Awing sudah berhasil menjual lebih dari 20.000 produk per bulannya.

Pada umumnya, songkok dibuat dengan menggunakan kertas karton pada bagian dalamnya. Namun, songkok Awing yang berasal dari kota Gresik ini menggunakan bahan kain yang kaku dan keras. Sehingga, ketika memakainya nggak mudah jatuh atau salah posisi.

Selain itu, bahan luarnya pun menggunakan beludru. Karena menggunakan bahan yang berbeda dari songkok lainnya, songkok Awing pun menjadi lebih nyaman digunakan.

Terlepas dari mereknya, songkok merupakan topi yang digambarkan oleh lambang pergerakan oleh I.R. Soekarno. Maka dari itu, ketika menggunakan songkok, kamu secara nggak langsung turut bersemangat atas legasi Founding Father-nya Indonesia!

4. Anyaman tikar pandan, kalau mampir ke Pulau Bawean

anyaman-tikar-pandan-bawean

Via Desanagrak

Kalau kamu berkunjung ke pulau Bawean di Jawa Timur, kamu nggak boleh lupa untuk membeli produk khas kerajinan tangannya yang sangat terkenal, yaitu anyaman tikar pandan.

Popularitas tikar anyaman pandan saat ini sedang menurun di kalangan warga lokal, terlepas cukup laris di kalangan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Proses pembuatan anyaman ini pun nggak mudah dan membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Walaupun dibuat secara manual, anyaman tikar pandan ini mempunyai kualitas yang tinggi.

Anyaman tikar ini pun bisa dibuat menjadi beberapa produk lainnya seperti tas, dompet, sandal, dan banyak lagi. Hiasan tambahan berupa bros bunga dan renda yang lucu semakin menambah cantiknya kerajinan ini.

Mungkin karena waktu produksi yang lama, atau karena ekspornya yang terhambat. Inilah salah satu produk tradisional yang berpotensi terancam punah. Ayo, sebagai warga Indonesia, kita bantu populerkan kerajinan orang-orang kita sendiri!

5. Batik Semarangan

batik-semarangan

Via Batik Semarang 16

Popularitas batik saat ini memang sudah sangat meningkat. Banyak orang juga sudah mulai menggunakan baju batik dalam menghadiri acara apapun, dari jalan-jalan kasual sampai acara formal.

Salah satu hal yang paling unik tentang batik adalah perbedaan motifnya sesuai yang khas kepada daerah asalnya. Batik pertama kali dibuat di Kampung Batik, Semarang oleh perusahaan Batikkerij Tan Kong Tin.

Walaupun motif batik bervariatif, ada beberapa jenis batik yang tetap terkesan lebih unik dari motif-motif batik lainnya. Salah satunya adalah batik Semarangan. Batik yang berasal dari kota Semarang ini mempunyai ciri khas tersendiri dari seni coraknya.

Biasanya, kamu pasti bisa menemukan corak pohon asam, Lawang Sewu, atau Tugu Muda. Batik khas Semarang sebenarnya merupakan campuran dari motif batik Jogja dan motif pesisir. Coba lihat gambar di atas. Batik mana lagi sih, yang punya gambar baju di coraknya?

Wah, ternyata cukup banyak produk khas dalam negeri yang masih belum dikenal khalayak umum. Bagi kamu yang penasaran terhadap produk-produk ini, bisa loh mencarinya langsung di daerah asalnya.

Kalau kamu tahu ada produk yang unik dan menarik lainnya, bisa juga

Bagi yang sudah nggak sabar ingin berwisata, nggak perlu takut harga tiket yang menjulang tinggi di akhir tahun. Pasalnya, Blibli.comย mengadakan promo Big Wish akhir tahun yang menawarkan pelanggan setianya untuk gratis keliling seluruh Indonesia!

Jadi, kamu tunggu apa lagi? Segera cari tahu tentang promo My Big Wish di sini!


1 COMMENT

LEAVE A REPLY