Jangan Salah! Perbedaan ODP dan PDP

Perbedaan ODP dan PDP — ODP, PDP menjadi istilah yang sering kamu dengar sejak bulan Maret 2020 lalu. Istilah ini memang muncul sejak adanya pandemi covid-19 yang menyebar di Indonesia. Munculnya kedua istilah tersebut dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat Indonesia dalam membedakan status pasien yang rentan terkena covid-19 dan yang bukan.

Selain kerap disebutkan pada pemberitaan nasional, kedua istilah tersebut juga sering muncul pada grafis yang memunculkan daftar pasien positif corona. Dengan kata lain, Blibli Friends sebaiknya bisa membedakan istilah ODP dan PDP tersebut. Bagi kamu yang masih bingung membedakan keduanya, simak perbedaan ODP dan PDP berikut.

BACA JUGA: Hindari Risiko Penularan Corona Saat Kamu Di Rumah

______________________________________

1. ODP (Orang dalam Pemantauan)

Sesuai dengan namanya, istilah ODP akan diberikan kepada individu atau kelompok yang sedang dalam pantauan pihak kesehatan. Siapa saja yang baru melakukan perjalanan ke daerah terinfeksi covid-19 dan mengalami gejala ringan, akan langsung disebut sebagai ODP. Gejala yang dimaksud disini diantaranya yakni demam atau batuk.

Sehingga masyarakat yang masuk dalam daftar ODP ini haruslah melakukan isolasi selama 14 hari lamanya. Tahapan isolasi mandiri ini dimaksudkan untuk memperjelas, apakah gejala yang kamu alami merupakan gejala corona atau bukan. Berbeda dengan pasien yang menjalankan isolasi langsung di Rumah Sakit, para ODP cukup melakukan isolasi di rumah.

Meski hanya berdiam diri di dalam rumah, pihak medis akan melakukan pemantauan secara rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan para ODP. Jika gejala yang dialami semakin parah atau terbukti positif corona, barulah ODP akan dilarikan ke Rumah Sakit.

2. PDP (Pasien dalam Pengawasan)

Blibli Friends akan langsung disebut sebagai PDP, jika pernah melakukan kontak langsung pada pasien yang terkonfirmasi positif covid-19. Disinilah perbedaan antara ODP dan PDP. Jika kamu hanya melakukan perjalanan ke tempat terinfeksi covid-19 tanpa melakukan interaksi dengan pasien, kamu hanya akan disebut sebagai ODP.

Sama halnya dengan ODP, PDP juga telah mengalami beberapa gejala, Seperti demam hingga sesak napas. Mengingat PDP berinteraksi dengan pasien terkonfirmasi covid-19, kamu yang berstatus PDP sebaiknya melakukan pemeriksaan ke laboratorium sesegera mungkin. Selagi gejala yang dialami belum parah, PDP juga bisa melakukan isolasi mandiri di rumah sembari menunggu hasil laboratorium.

3. OTG (Orang Tanpa Gejala)

Selain ODP dan PDP, ada satu istilah lagi yang juga nggak kalah populer, yakni OTG. Berbeda dengan ODP dan PDP, OTG nggak menunjukkan gejala apapun, sekalipun dirinya sudah terkonfirmasi terkena covid-19. Meski begitu, OTG juga harus tetap melakukan isolasi mandiri di rumah dan menerapkan physical distancing. Sekalipun nggak menunjukkan gejala, virus yang ada di tubuh OTG akan rentan menular pada orang lain.

Sekalipun berada di rumah, para OTG juga harus tetap menggunakan masker dan mencuci tangan sesering mungkin. Jangan lupa untuk juga cek kondisi suhu tubuh secara rutin. Agar virus bisa segera mati, lakukan olahraga secara rutin, makan makanan yang sehat, dan perbaiki pola tidur. Lakukan kontrol pada pusat kesehatan terdekat, jika OTG sudah selesai melakukan isolasi selama 14 hari.

______________________________________

BACA JUGA: Merk Vitamin C yang Bagus untuk Daya Tahan Tubuh di Tengah Pandemi Corona

Berdasarkan ulasan di atas, pastikan kini kamu nggak salah lagi dalam membedakan ODP, PDP, dan OTG, ya. Bagi kamu yang sempat mengalami gejala ringan atau bahkan telah sembuh dari covid-19, kamu perlu mengonsumsi produk immune booster secara rutin.

Selain bisa mempercepat pemulihan, produk immune booster juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh kamu. Segera kunjungi laman Blibli dan beli produk immune booster lebih mudah dan cepat sekarang juga, Friends!

BELI SUPLEMEN DAN VITAMIN BERKUALITAS DI SINI

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY