Perbedaan Gerd dan Maag, Sudah Tahu?

Maag dan gerd sering kali dianggap sebagai penyakit yang sama. Mengingat gejala keduanya nggak jauh berbeda. Hanya saja, maag dan gerd tetaplah penyakit yang berbeda dan nggak bisa disamakan begitu aja. Kalau kamu juga kebingungan perbedaan antara maag dan gerd, kamu berada di artikel yang tepat.

Mengenal GERD dan Maag

Gerd atau yang sering disebut asam lambung merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi itu akan memberikan rasa yang tidak nyaman bagi tubuh kamu. Mulai dari perut yang mulai merasa mulas hingga muncul nyeri di area dada.

Sedangkan maag, terjadi ketika lapisan lendir yang melindungi lambung memiliki volume yang menurun. Penurunan volume lapisan lambung tersebut membuat asam pencernaan mulai melapisi perut kamu dan memberikan rasa yang tidak nyaman. Jika tidak segera diatasi, maag bisa jadi akan memburuk dan menimbulkan komplikasi penyakit lainnya.

BACA JUGA: MAKANAN UNTUK PENDERITA ASAM LAMBUNG

Lalu apa perbedaan dari penyakit asam lambung dan maag?

Perbedaannya yang menonjol terletak dari asam lambungnya itu sendiri. Di mana gerd terjadi disebabkan oleh kondisi asam lambung yang mulai naik ke kerongkongan. Sedangkan, terjadinya maag bukanlah disebabkan oleh asam lambung yang naik. Akan tetapi, penyakit maag yang kemudian dibarengi dengan asam lambung yang naik akan menyebabkan gejala yang semakin buruk dan nggak nyaman. Jika hal itu terjadi, kamu perlulah mengajukan konsultasi ke dokter secara langsung.

Bagaimana? Kamu sudah mulai menyadari perbedaan keduanya, kan Blibli Friends? Untuk semakin memudahkan kamu membedakan gerd dan maag, simak perbedaan gejala yang dialami keduanya. Meski hampir sama, tetapi keduanya memiliki perbedaan gejala yang bisa dibilang signifikan.

Gejala Maag

  • Munculnya sensasi terbakar di beberapa area tubuh, seperti antara tulang dada dan pusat, hingga area usus.
  • Mengalami kondisi perut yang gak nyaman seperti nyeri tepat beberapa jam setelah makan. Biasanya sekitar dua hingga tiga jam setelah makan.
  • Perut terasa kembung.
  • Mengalami rasa sakit di malam hari yang membuatmu terbangun.
  • Rasa nyeri atau sakit yang sebelumnya dirasakan mulai mereda setelah mengkonsumsi obat maag.
  • Merasa mual dan muntah.
  • Nafsu makan menurun.
  • Muncul darah di kotoran.
  • Bersendawa dalam intensitas yang tinggi.
  • Bagian dada terasa nyeri dan sesak hingga disusul oleh rasa pusing di area kepala.

Gejala Asam Lambung

  • Munculnya rasa asam di area belakang mulut.
  • Batuk kering yang mengganggu.
  • Tenggorokan merasa tidak nyaman dan sakit.
  • Perut mengalami mulas setiap kali mengkonsumsi beberapa makanan pemicu asam lambung, seperti makanan asam, berlemak, berminyak, pedas.
  • Rasa sakit memburuk saat tubuh dalam kondisi membungkuk atau berbaring.

BACA JUGA: OLAHRAGA UNTUK PENYAKIT ASAM LAMBUNG

Agar gejala yang telah disebut di atas tidak kamu alami, sebaiknya kamu menjaga pola makan sebaik mungkin. Mengingat pola makan yang buruk menjadi salah satu pemicu munculnya sakit maag dan gerd. Untuk penyakit asam lambung atau gerd sendiri juga sering kali disebabkan oleh berat badan yang naik hingga obesitas. Pola makan yang terlalu banyak serta makan yang terlalu cepat juga bisa menjadi pemicu utama munculnya penyakit asam lambung.

Jika kamu merasa mengalami beberapa gejala penyakit gerd atau maag, sebaiknya kamu mulai menyiapkan stok obat maag di rumah. Sehingga nantinya kamu bisa langsung mengonsumsi obat tersebut setiap kali rasa nyeri mulai muncul. Aneka obat maag berkualitas dan makanan pereda gejala maag dan gerd seperti buah, sayuran segar dan oatmeal berkualitas bisa dengan mudah kamu temukan di laman Blibli. Namun, jika gejala yang kamu alami sudah mengganggu aktivitas kamu, segera kunjungi dokter, ya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY