Nutrisi yang Perlu Dipenuhi untuk Anak Usia MPASI

Via id.theasianparent.com

Siapa Bubu disini yang anaknya mulai memasuki usia MPASI?

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) disarankan untuk diberikan setelah bayi berusia 6 bulan. Mengapa? Karena hingga bayi berusia 6 bulan, kebutuhan energi bayi adalah sekitar 400-600 kkal, dan sudah terpenuhi dari pemberian ASI saja. 100 ml ASI mengandung sekitar 67 kkal – oleh karena itu, jika bayi mampu meminum ASI sebanyak 600-900 ml per harinya, hal tersebut harusnya sudah memenuhi kebutuhan bayi, seperti tertera dalam grafik di bawah ini.

Figure 1 Pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI), UKK Nutrisi dan penyakit metabolic, IDAI 10/10/2018

Nah, jika ingin memulai pemberian MPASI, bukan berarti pemberian ASI harus dihentikan ya Bubu. ASI tetap dapat diberikan hingga usia anak mencapai 24 bulan. Selama masa MPASI, Bubu harus sabar dalam melatih anak untuk belajar makan. Perlu diingat untuk tidak memaksa si Kecil untuk makan. Berikanlah ia tempat makan atau mangkuk tersendiri agar Bubu dapat mengetahui berapa jumlah makanan yang mampu dihabiskan oleh si Kecil.

Berikut adalah beberapa hal penting yang wajib Bubu perhatikan dalam mempersiapkan MPASI:

  • Jumlah, porsi, tekstur dan frekuensi MPASI

Keempat hal berikut harus diberikan sesuai dengan tingkat usia bayi.

  1. Usia 6 bulan: MPASI diberikan 2x sehari, sebanyak 2-3 sendok makan sebagai step awal bayi belajar makan. Tekstur yang dianjurkan berupa bubur kental (puree). Contoh makanan: Puree buah pisang, wortel, kentang, dsb.

2. Usia 6-9 bulan: Diperlukan tambahan dari MPASI sebanyak 200 kkal/hari.

  • Frekuensi pemberian MPASI ditingkatkan menjadi 2-3x makan dengan 1-2x selingan dalam sehari.
  • Porsi yang dianjurkan sekitar 125 ml (½ mangkuk), dan jumlah ini dapat ditingkatkan secara bertahap.
  • Tekstur boleh ditingkatkan menjadi bubur kental (puree) hingga bentuk lumat atau dihaluskan (mashed).
  • Contoh makanan: Nasi tim telur yang diblender, mashed potatoes (kentang halus) dengan daging cincang, dsb.

3. Usia 9-12 bulan: Diperlukan tambahan dari MPASI sebanyak 300 kkal/hari.

  • Frekuensi makan ditingkatkan menjadi 3-4x makan, dengan 1-2x selingan setiap harinya.
  • Porsi makanan bisa sampai 125 ml (sekitar ½ mangkuk).
  • Tekstur boleh dalam bentuk makanan cincang halus (minced), cincang kasar (chopped), atau makanan yang dapat dipegang oleh anak (finger foods).
  • Contoh makanan: Misoa telur wortel cincang halus, nasi tim hati ayam cincang, kentang perkedel daging cincang, dsb.

4. Usia 12-24 bulan: Diperlukan tambahan dari MPASI sebanyak 550 kkal/hari.

  • Frekuensi makan menjadi 3-4x, dengan 1-2x selingan dalam sehari.
  • Porsi makan menjadi 3/4 mangkuk atau sekitar 175 ml.
  • Tekstur atau bentuk makanan dapat berupa makanan keluarga (yang juga Bubu dan Pak Suami konsumsi), namun dihaluskan atau dicincang seperlunya.
  • Contoh makanan: Mashed potato dengan steak daging cincang dan tempe, nasi tuna saos bayam, bihun bakso udang kuah, dsb.

Pemilihan jenis makanan dan rasa pada MPASI

Karbohidrat

Diutamakan karbohidrat kompleks seperti nasi, kentang, jagung, ubi, oats.

Protein

Protein hewani seperti daging, ikan, telur dan daging ayam harus diberikan ke si Kecil dalam kondisi benar-benar matang. Disamping itu, protein nabati seperti tahu, tempe dan kacang-kacangan sudah dapat mulai diberikan sejak bayi berusia 6 bulan.

Minyak, mentega atau santan

Dapat diberikan secukupnya sebagai penambah kalori dalam makanan anak.

  • Hindari memberikan makanan dengan kadar lemak tinggi, gula tinggi dan penyedap rasa tambahan.

Proses persiapan, cara memasak dan bahan baku yang digunakan haruslah bahan yang aman, segar dan terjamin kualitasnya

  • Pastikan Bubu selalu menjaga kebersihan tangan dan alat yang digunakan untuk menyiapkan proses masak, seperti telenan (pisahkan antara telenan untuk makanan mentah dan matang), panci, sendok masak, mangkuk, dsb agar terhindar dari kuman dan bakteri. Untuk alat makan dan memasak, Bubu bisa menggunakan sterilizer yang efektif membunuh kuman, bakteri dan jamur.
  • Bahan makanan yang akan dipakai harus terjamin kesegarannya dan bebas dari bahan pengawet. Simpanlah bahan baku makanan di lemari pendingin sesuai suhu yang dianjurkan, seperti daging untuk disimpan di freezer (pembeku) pada suhu < 50
  • Sebelum memberikan makan pada anak, selalu ingat baik Bubu maupun si Kecil harus mencuci tangan terlebih dahulu.
  • Makanan harus segera diberikan ke si Kecil selagi hangat, sehingga rasa maupun tekstur makanan tetap terjaga.

Nah, sekarang Bubu jadi lebih paham kan, hal yang perlu disiapkan untuk MPASI si Kecil? Penting untuk mengetahui pemenuhan gizi si Kecil sesuai dengan usianya, sehingga ia dapat tumbuh secara optimal. Selamat memulai MPASI bersama si Kecil ya, Bubu! 😊

*Sumber artikel dari Dr Ida Gunawan, MS SpGK (K)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY