Agar tidak mengecewakan pendukungnya, setiap pemain sepakbola harus berada pada kondisi tubuh yang prima ketika bertanding. Artinya, badan harus bugar, dan mental harus kuat!

Namun, apa sih sebenarnya ‘mental’ itu? Kita sering mendengar para komentator atau atlet menyebutnya. Pemain yang sebugar apapun bisa drop permainannya kalau berada di bawah tekanan. Kok bisa?

Kali ini, Blog Blibli Friends berguru dengan Dr. Johannes A. A. Rumeser (Pak Yo), Psikolog olahraga yang pernah menangani atlet-atlet di PSSI untuk belajar lebih lanjut tentang aspek mental dalam pertandingan! Yuk lihat, apa kata beliau!

1. Pentingnya elemen mental untuk atlet

mental

Via – Ibtimes

Menurut Pak Yo, elemen fisik memang penting. Tapi, semakin jago dan profesional seorang atlet bermain, elemen mental semakin penting. Peranan  mental lebih dibutuhkan untuk mengatasi stress ketika berada di lapangan. Stress adalah tekanan yang menggoyah performa jika berlebihan. Oleh karena itu, perlu diatasi secepat dan seefektif mungkin.

2. Tekanan yang paling sering dialami

tenakan

Via – Dispensablesoccer

Tekanan yang dialami setiap pemain berbeda-beda. Apalagi pertandingan besar dengan ribuan penonton. Namun, bisa dikatakan tekanan yang paling umum adalah stage fright. Apalagi ketika sedang bertanding di kandang lawan dengan mayoritas jumlah pendukung yang lebih memihak lawan. Pasti bikin grogi banget. Namun, menurut Pak Yo, ini sebetulnya adalah permasalahan persepsi. Jangan fokus pada hal tersebut, dan stress ini bisa dengan cepat diatasi.

3. Kondisi mental dan tingkat cedera

tingkat-cedera

Via – Smart-learning

Tingkat cedera seringkali disangkut-pautkan dengan kekasaran lawan pemain. Namun, menurut Pak Yo, kondisi mental juga berpengaruh tingkat cedera.

Dalam bermain sepakbola, diperlukan juga konsentrasi tinggi untuk mengatur strategi. Para pemain harus menganalisa kuatnya angin, arah operan bola, keseimbangan tubuh, dan juga teknik yang harus digunakan. Nah, ketika pemain kurang fokus, maka pemain pun lebih mudah untuk ‘dijatuhkan’.

4. Bagaimana pelatih berperan

peran-pelatih

Via – Championsleagueblogms

Untuk melatih mental dibutuhkan effort yang lebih. Pertama yang dilatih adalah resiliensi, atau ketahanan. Pemain dilatih untuk bermain lebih lama dibandingkan dengan waktu pertandingan (2 x 45  menit). Tujuannya supaya nggak cepat menyerah ketika mulai merasa capek.

Kerjasama dan sinkronisasi dalam tim juga penting. Menurut Pak Yo jika masing-masing pemain di tim melakukan tugasnya dengan tepat maka tingkat keletihan pun bisa berkurang jauh.

Untuk membuat para pemain lebih ingat dengan tugasnya, para pelatih hanya akan memberikan instruksi dalam jumlah yang sangat minim. Lebih mudah diingat dan diterapkan di lapangan.

5. Ketahanan pemain ketika sedang dalam posisi kalah

ketahanan-pemain

Via – 101greatgoals

Ketika tim sedang di bawah angin, para pemain pun beresiko panik dan tertekan. Berlatih untuk mengatasi tekanan ini memang butuh waktu dari jauh-jauh hari sebelum bertanding.

Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menanamkan fakta ke para pemain. Untuk menghindari stress, pemain harus bisa menerima kenyataan.

Pujian dari para pelatih pun bisa membantu pemain untuk termotivasi. Seperti misalnya walaupun kalah, pelatih bisa mengatakan kalau tim sudah berjuang sebaik mungkin.

6. Melatih selective attention untuk tetap fokus

selective-attention

Via – Sporttechie

Untuk tetap fokus dalam jangka waktu lebih dari 1 jam memang nggak mudah. Karena itu, diperlukan kemampuan untuk menguasai selective attention.

Selective attention adalah kemampuan pemain untuk mengatur tingkat fokusnya pada hal di sekitar. Misalnya, ketika bola sedang berada di luar jangkauan, pemain bisa rileks sesaat.

Jarak pandang pemain juga mempengaruhi tingkat fokus para pemain lho. Contohnya ketika pemain sedang melakukan tendangan penalty dan mengoper biasa.

Ketika penalty, fokus bisa lebih tinggi karena jarak pandangan hanya selebar gawang, sementara kalau operan biasa membutuhkan fokus lebih.

 7. Persiapan di luar lapangan nggak kalah penting

persiapan-luar-lapangan

Via – Dailymail

Pak Yo menyarankan para pemain belajar mengenai keseimbangan hidup. Pemain disarankan untuk menggunakan waktu luang untuk menikmati hidupnya, jangan terlalu membebankan hidup pada latihan.

Keseimbangan hidup jika dipadukan dengan pola makanan yang teratur bisa membantu jiwa merasa siap ketika memasuki musim pertandingan.

8. Strategi ‘sengaja kalah’

sengaja-kalah

Via – Fatsaloon

Nah, jika kamu penggemar sepakbola, pasti kamu mengerti pola bermain tim favorit bukan? Seperti misalnya tim Liverpool yang mempunyai pola unik. Ketika sedang melawan tim peringkat atas, persentasi kemenangan Liverpool lebih besar dibandingkan ketika melawan tim peringkat bawah.

Mengapa begitu? Di sini, Pak Yo memberikan pencerahan. Ketika kamu menganggap remeh kemampuan lawan, performamu pun akan menurun. Maka dari itu, tim biasanya akan mengalah dengan memberikan satu gol kepada lawan.

Dengan begini kamu akan menjadi lebih tertantang untuk bertanding. Tapi, perlu diingat juga tingkat tekanan yang terlalu tinggi juga bisa menurunkan performamu.

Nah, sudah paham kan betapa pentingnya aspek psikologi apalagi di olahraga sepakbola. Walaupun latihan mental sangat penting, kamu juga nggak boleh melupakan latihan fisik!

Hasil latihan yang maksimal bisa dicapai dengan cepat jika kamu menggunakan perlengkapan yang sesuai. Maka dari itu, jangan lagi menggunakan perlengkapan-perlengkapan yang nggak menunjang performamu. Sederhana saja, kamu bisa memulai dari sepatu sepakbola yang tepat. Yuk, langsung saja cek Blibli.com untuk lebih lengkapnya! Terimakasih tipsnya, Pak Yo!

Rio

Rio

Digital agency’s worker, amateur internet scholar, professional gamer also very in love to running in a field and swimming. A community person who loves touring with bike or motorcycle.
Rio

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY