Mengenal Temperamen Bayi dan Cara Menghadapinya

Tidak ada dua bayi yang sama persis. Ada bayi yang menenangkannya lebih mudah, ada yang lebih serius, ada yang lebih moody, dan ada yang lebih sosial. Meskipun perilaku bayi saat dewasa nanti juga akan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti pengasuhan orangtua, lingkungan pertemanan, dan pengalaman hidupnya, temperamen bawaan lahir turut berperan dalam menciptakan kepribadian yang unik.

Temperamen adalah cara bayi berespon terhadap dunia sekitarnya. Penelitian longitudinal yang dilakukan oleh Stella Chess & Alexandar Thomas selama 30 tahun menemukan bahwa ada 9 dimensi temperamen.

Setiap bayi menunjukkan 9 dimensi ini dalam derajat yang berbeda-beda. Kombinasinya akan membentuk temperamen bayi secara umum apakah termasuk easy baby, slow to warm up baby, atau difficult baby. Beberapa dimensi temperamen sudah tampak jelas ketika lahir, sebagian baru terlihat di usia agak besar. Yuk Bubu kenali lebih lanjut, manakah yang lebih mencerminkan si kecil?

Tingkat Keaktifan

Apakah bayi Bubu tipe yang tenang dan suka mengamati, atau suka sekali bergerak? Bila si Kecil tingkat keaktifannya tidak terlalu tinggi, jangan terlalu membuatnya kewalahan dengan terlalu banyak permainan fisik. Sebaliknya, untuk bayi yang sangat aktif, berikan banyak kesempatan untuk ia bergerak. Ajak ia bermain lempar tangkap bola, naik sepeda, loncat-loncat di trampolin, perbanyak aktivitas di luar ruangan. Orangtua harus lebih berhati-hati dengan keamanan rumah dan perlu selalu mengawasi si Kecil karena ia akan sangat terdorong untuk menjelajah segala sudut.

Keteraturan

Apakah bayi Bubu punya jadwal yang cenderung menetap kapan ia tidur, makan, dan buang air? Atau sulit sekali membangun rutinitas untuknya? Biasanya lebih mudah bagi orangtua jika bayi punya rutinitas yang kurang lebih sama setiap hari, sehingga dapat mengatur berbagai urusan dengan menyesuaikan jadwal bayi. Bayi tipe ini nyaman terhadap struktur karena membuatnya merasa aman dan ia tahu apa yang harus diantisipasi. Sebaliknya, bila bayi cenderung tidak dapat diprediksi, berusahalah agar kita tidak terlalu kaku atau kita akan frustrasi sendiri. Tetaplah coba untuk membangun rutinitas harian untuknya.

Kemudahan Bersosialisasi

Apakah bayi Bubu tampak tersenyum pada siapa saja dan mau diajak bercanda oleh orang asing, atau justru tampak selalu cemas dan menolak diajak berinteraksi dengan orang selain pengasuh utamanya? Bila bayi Bubu tipe yang sangat sosial, berikan ia banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain seperti kelas bermain atau ajak dirinya saat mengurus keperluan rumah tangga (belanja, ke bank, dll). Sebaliknya, jangan paksa bayi pemalu dengan situasi yang tidak familiar. Dampingi dia dari dekat sampai ia memberi sinyal bahwa ia lebih siap berbaur. Bila Bubu ingin mengajak ke tempat/ lingkungan baru, datanglah lebih awal agar bayi punya kesempatan mengamati lebih dulu.

Kemampuan Adaptasi

Apakah si Kecil tipe yang mudah menyesuaikan diri dengan perubahan, atau sulit baginya untuk transisi dari satu hal ke hal lain, menolak tidur selain di tempat tidurnya sendiri, dan tidak mau memakan makanan baru yang ditawarkan? Bayi yang mudah beradaptasi dan bisa mengatasi perubahan dengan cepat tidak akan terlalu terganggu dengan pergantian pengasuh, pindah sekolah, kelahiran adik baru, atau traveling. Nikmati fleksibilitasnya, tapi jangan sampai memanfaatkannya dan menganggap ia akan oke dengan setiap hal baru yang Bubu putuskan untuknya. Untuk bayi yang butuh waktu adaptasi lebih lama, kenalkan hal baru secara perlahan-lahan dan pastikan ada waktu transisi antar kegiatan.

Intensitas

Apakah bayi Bubu tipe yang meledak-ledak dan mudah terbaca emosinya, atau lebih cenderung diam dan datar bahkan saat ada sesuatu yang membahagiakan dan meresahkannya? Untuk bayi yang dramatis, beri kesempatan untuk mencurahkan emosi. Tangisannya mungkin akan lama, jangan merasa bersalah kalau Bubu tidak bisa dengan cepat menenangkannya. Bantu bayi untuk tenang dengan menggendong atau memperdengarkan lagu-lagu yang iramanya mengalun lembut. Untuk bayi yang tidak terlalu intens, perlu usaha ekstra untuk mengetahui apa yang sedang ia pikirkan dan rasakan. Perhatikan sinyal-sinyal kecil dari bayi untuk menunjukkan kesukaan/ ketidaksukaannya pada sesuatu.

Suasana hati

Apakah si Kecil ceria dan jarang bad mood, atau sebaliknya, tampak menjalani hari dari bangun hingga tidur dengan cemberut, merengut, merajuk? Bayi yang ceria mudah diajak bercanda dan bermain. Namun jangan salahkan diri Bubu bila sebaliknya, bayi lebih sering terlihat serius atau murung daripada tersenyum. Hal ini tidak berarti ia tidak menyayangi Bubu, itu memang pembawaannya. Tetap berikan kasih sayang untuk membantu dirinya menghadapi dunia dengan lebih antusias. Ajak ia bermain dengan permainan seperti cilukba atau bermain dengan boneka jari hewan sambil tirukan suaranya.

Seberapa Mudah Perhatiannya Dialihkan

Apakah bayi Bubu dapat dengan mudah ditenangkan dengan mengganti suasana, atau sulit sekali menenangkannya kecuali Bubu memberinya apa yang ia mau? Untuk bayi yang mudah dialihkan, positifnya adalah tidak terlalu sering tantrum dan cepat tenang, misalnya saat ditinggal orangtua kerja atau ketika permintaannya beli mainan tidak dituruti. Kelemahannya adalah saat ia harus fokus pada sesuatu, suara mobil di jalan atau gerakan kipas angin juga bisa membuatnya teralih. Jaga lingkungan agar tidak terlalu banyak distraksi saat Bubu ingin mengajaknya bermain atau belajar sesuatu.

Ketekunan

Apakah si Kecil termasuk tipe yang tidak mudah menyerah? Misalnya saat ingin mengambil barang di rak meski jatuh berkali-kali, atau langsung menangis bila ia tidak bisa memahami cara memainkan sesuatu? Untuk bayi-bayi yang tekun, berikan tantangan demi tantangan agar dia tidak bosan. Sebaliknya, untuk bayi yang mudah menyerah, pastikan kita memberi pengalaman berhasil agar ia lebih percaya diri. Mainan menumpuk balok atau puzzle yang tingkat kesulitannya bisa dinaikkan secara bertahap merupakan contoh mainan yang cocok.

Tingkat sensitivitas sensori

Seberapa sensitif si Kecil terhadap stimulasi sensori seperti sentuhan, suara, rasa, cahaya, bau, gerakan berputar? Untuk bayi-bayi yang sensitif sensorinya, orangtua perlu lebih peka untuk melihat indera manakah yang butuh perhatian khusus. Jika sensitif auditori, berbicaralah padanya dengan suara pelan, jangan menyetel musik terlalu kencang, dan bisa pakaikan headset saat berpergian ke tempat ramai. Sebaliknya, untuk bayi yang tidak terlalu perasa, orangtua perlu cek secara berkala apakah baju atau popoknya perlu diganti, atau apakah ada luka.

Sebagai orangtua, penting untuk mengenali dan menerima temperamen bayi. Hal ini akan membantu Bubu agar terhindar dari rasa bersalah ketika bayi tidak berperilaku sesuai bayangan atau harapan. Jadi Bubu bisa berespon sesuai kebutuhannya. Ada orangtua yang lebih ‘fit’ temperamennya dengan bayi, ada yang kurang.

Ketika kurang fit, di situlah isu biasanya timbul. Misal, orang tua yang suka bersosialisasi mungkin gemas melihat anaknya mudah menangis ketika diajak pergi, sementara orang tua yang kurang suka bergerak mungkin kewalahan menghadapi anak yang sangat aktif. Tapi percayalah, bayi dan orang tua bisa sama-sama adaptasi kok. Selamat berproses bersama!

Oleh: Orissa Anggita Rinjani, Expert Partner Sahabat Ibu Pintar

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY