Mengajarkan Si Kecil Untuk Bermain Dengan Aman

Photo via shutterstock.com

Tahukah Bubu, bahwa perkembangan yang dialami si Kecil tidak hanya terjadi di aspek kognitif, motorik kasar, motorik halus tapi juga di aspek sosial?

Tumbuh kembang di aspek sosial biasanya terlihat dari semakin luas dan beragamnya interaksi sosial yang dilakukan oleh si Kecil.  Nah, seperti apa perkembangan sosial anak yang terjadi di usia 3-4 tahun? Menurut Papalia & Feldman (2012), di usia 3-4 tahun si Kecil mulai tertarik untuk bermain bersama anak-anak lain. Mereka menikmati kebersamaannya bersama teman, mulai belajar tentang berbagi dalam bermain, serta senang berpartisipasi dalam kegiatan kelompok.

Bubu dan Pak Suami tentunya senang ketika melihat si Kecil mampu secara mandiri berinteraksi dengan teman-temannya. Namun di lain pihak, seringkali para orangtua merasa khawatir kalau dalam situasi bermain tersebut si Kecil berkonflik dengan temannya. Biasanya kekhawatiran yang dirasakan adalah antara 2 hal, yaitu: si Kecil yang membuat temannya menangis, atau kebalikannya si Kecil yang dibuat menangis oleh temannya. Hayo Bubu, siapa yang pernah merasa begini? 😊

Untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil, tidak mungkin bila si Kecil justru kita tarik dari lingkungan sosialnya. Terus-terusan “dilindungi” oleh orangtua pun tidak baik, karena nantinya si Kecil tidak akan belajar mandiri. Kalau begitu, apa yang bisa dilakukan ya?

Bubu dan Pak Suami perlu nih mengajarkan si Kecil tentang cara bersosialisasi yang baik. Menurut Mindes (2005), seorang professor pendidikan di DePaul University, Chicago, fokus untuk pengembangan kemampuan sosial di usia 3-4 tahun adalah tentang bagaimana dirinya berperilaku dan bagaimana perilakunya berdampak pada lingkungan. Menetapkan aturan bermain bersama sudah bisa dilakukan nih Bubu!

Aturan bermain ini disebut sebagai Kesepakatan Bermain Aman. Kenapa kesepakatan? Karena aturan dibuat berdasarkan diskusi bersama antara orangtua dan anak hingga tercapai kesepakatan. Dengan demikian, si Kecil jadi tahu dan paham perilaku apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

Photo via shutterstock.com

Contoh beberapa kesepakatan bermain aman yang bisa diterapkan ke si Kecil adalah:

  1. Berjalan ketika di dalam ruangan, tidak boleh berlari-lari

Jelaskan kepada si Kecil bahwa bila berlari-lari dalam ruangan beresiko untuk menabrak orang lain atau benda yang ada disitu. Hal tersebut dapat menyakiti diri sendiri ataupun orang lain, yang membuat menjadi tidak aman.

  1. Meja untuk makan/menulis, bukan untuk dinaiki

Ketika si Kecil ingin memanjat meja, jelaskan bahwa hal itu tidak hanya beresiko membuatnya jatuh dan terluka, tapi juga bisa mengotori atau merusak meja. Bila sudah begitu, ia dapat mengerti bahwa fungsi dari meja hanyalah untuk makan atau menggambar.

  1. Meminta izin terlebih dahulu ketika ingin pinjam barang kakak/adik/teman

Jelaskan kepada si Kecil bahwa langsung mengambil barang tanpa izin itu tidak sopan, dan bisa membuat teman marah atau sedih karena merasa barangnya direbut. Si Kecil tentu juga tidak suka diperlakukan demikian oleh orang lain. Oleh karena itu, perlu untuk meminta izin terlebih dahulu.

  1. Berperilaku yang lembut kepada kakak/adik/teman

Jelaskan kepada si Kecil bahwa bila kita memegang/menyentuh orang lain terlalu kencang dapat menyakiti orang tersebut. Bisa saja si Kecil tidak sengaja mendorong atau menarik teman hingga jatuh, atau memukul terlalu kencang. Karena itu, perlu untuk selalu berperilaku lembut kepada orang lain.

Kesepakatan bermain aman bisa dikembangkan lagi oleh Bubu dan Pak Suami ya. Coba saja lihat kira-kira perilaku main seperti apa dari si Kecil yang sekiranya berpotensi menimbulkan konflik atau cedera. Yang perlu diingat, buat kesepakatan bermain menggunakan kalimat yang spesifik mengenai apa yang tidak boleh dilakukan dan perilaku apa yang diharapkan. Berikan juga pemahaman kepada si Kecil mengapa hal tersebut penting untuk dilakukan, agar si Kecil bisa mandiri dan konsisten dalam melakukan kesepakatan tersebut (bukan dilakukan hanya kalau ada orangtuanya saja karena takut). Berikan apresiasi juga kepada si Kecil ketika ia bisa menunjukkan perilaku main yang aman di lingkungan sosialnya ya, Bubu. Selamat bertumbuh dan berkembang bersama!

DAFTAR MENJADI SAHABAT IBU PINTAR DI SINI

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY