Memupuk Kemampuan Sosial Pada Bayi Disaat Pandemi

Photo via pexels.com

Memiliki bayi di masa pandemi merupakan tantangan tersendiri ya, Bubu. Bukan saja proses kelahirannya yang perlu prosedur lebih banyak, tapi juga kekhawatiran mengenai kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Salah satu aspek perkembangan yang cukup sering dikeluhkan selama masa pandemi ini adalah keterampilan sosial pada bayi. Ya, bagaimana kita bisa melatih kemampuan bayi berinteraksi saat kita sedang harus terkurung dari rumah dan mengurangi interaksi dengan orang di luar rumah? Yuk, kita kupas sama-sama bagaimana caranya mengembangkan keterampilan sosial bayi saat di rumah saja.

Hal utama yang perlu Bubu dan Pak Suami ketahui tentang kemampuan sosial si Kecil yang berusia di bawah 1 tahun adalah dalam perkembangan sosial emosional anak, yang pertama mereka kembangkan adalah rasa percaya terhadap pengasuh utama mereka. Rasa percaya yang dibangun di setahun awal kehidupan si Kecil ini menjadi dasar bagaimana mereka akan berinteraksi dengan orang lain di kemudian hari. Oleh karena itu, sebenarnya di usia 0-1 tahun si Kecil belum terlalu butuh berinteraksi dengan orang lain di luar keluarga intinya. Bagaimana cara mengembangkan rasa percaya si Kecil pada Bubu dan Pak Suami sejak dini?

Mengembangkan rasa percaya pada si Kecil dimulai dengan Bubu dan Pak Suami bisa memenuhi kebutuhan dasarnya dengan segera. Misalnya, Ketika anak lapar Bubu atau Pak suami memberikan susu atau makanan dengan segera maka si Kecil akan belajar: “Oh, setiap kali aku butuh sesuatu orang-orang ini yang selalu memberikan”. Atau Ketika si Kecil menangis karena tidak nyaman, Bubu atau Pak Suami segera menggendong dan memberikan kenyamanan. Ikatan yang terbentuk dari interaksi positif ini adalah pengalaman interaksi sosial pertama pada bayi. Begitu pula Ketika Bubu dan Pak Suami mengajak anak berbicara sambil melakukan kontak mata penuh pada si Kecil.

Apa akibatnya jika si Kecil gagal mengembangkan rasa percayanya di awal kehidupan mereka? Ketika orang dewasa sekitar si Kecil tidak responsif terhadap kebutuhannya, mereka jadi mengembangkan rasa cemas dan takut. Misalnya, Ketika si Kecil merasa aman pada Bubu, yang selalu responsif terhadap kebutuhannya, namun suatu Ketika Bubu tidak ada, dan orang dewasa lain tidak merespon kebutuhan si Kecil seperti Bubu maka si Kecil akan cemas dan takut Ketika harus berpisah dari Bubu. Oleh karena itu, interaksi positif pada si Kecil juga harus dibangun oleh Pak Suami, dan orang dewasa lain di rumah ya.

Nah, jadi Bubu dan Pak Suami tidak perlu terlalu khawatir dengan kemampuan sosial si Kecil, ya. Situasi memang tidak memungkinkan kita untuk bisa bertemu banyak orang, tapi di usia 0-1 tahun jauh lebih penting membangun interaksi sosial yang positif antara Bubu, Pak Suami, dan si Kecil. Ketika si Kecil sudah mengembangkan rasa percaya pada orang tua, maka interaksi sosial ke depannya dapat dikembangkan dengan optimal. Semakin anak besar, maka lingkaran lingkungan sosialnya akan meluas dengan sendirinya dan mudah-mudahan nanti pandemi sudah berlalu sehingga si Kecil bisa berintaraksi langsung dengan teman sebaya. Tapi seandainya belum pun, bertemu virtual dengan teman sebaya dapat membantu memberi gambaran kepada anak bahwa ada anak lain di luar sana yang seperti mereka. Semangat ya, Bubu dan Pak Suami. Semoga pandemi ini segera berlalu.

Oleh: Agstried Elisabeth, M.Psi., Psikolog
Expert Partner Sahabat Ibu Pintar
Source:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK556096/
Illustrations:
https://www.shutterstock.com/image-photo/asian-parent-playing-their-baby-boy-533589136
https://www.shutterstock.com/image-photo/portrait-young-asian-family-relaxing-418996342
 

Ruth

Happy mommy of twin, living in Jakarta and working for a digital media company. That's why I like to do some research and asking for some opinion to my friends via social media, messenger apps, or even small gathering at a cafe.

I’m living in a daily activity filled with innovative books about parenting and interior that come bundled with extra hot chocolate marshmallow and home-made cake.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY