Naik gunung bisa jadi salah satu opsi pelepas penat, lho! Di daerah pegunungan, kamu akan menemukan banyak keindahan yang menenangkan, salah satunya milky way. Nah, saat melihat milky way secara langsung, jangan lupa sempatkan diri untuk memotret milky way yang kamu temukan, ya! Buat kenang-kenangan dan bahan posting-an dari pendakianmu kali ini.

Supaya hasil foto milky way-mu bagus, Mas Aju Prasetyo, salah seorang fotografer milky way andal, bakalan bagi-bagi tips khusus dalam menemukan dan memotret milky way. Penasaran apa saja? Simak dulu selengkapnya!

DAPATKAN HARGA KHUSUS UNTUK KAMERA IDAMANMU HANYA DI SINI!

1. Nggak harus sampai puncak

memotret milky way
Via – @ajuprasetyo

Mas Aju mengatakan bahwa milky way bisa ditemukan di daerah yang rendah polusi udara, seperti halnya pegunungan. Namun, meski ke daerah pegunungan, kamu nggak perlu mendaki hingga puncak gunungnya. Soalnya, milky way sudah terlihat jelas meski dari lereng gunung.

Jika memasuki fase bulan mati atau bulan separuh, Mas Aju selalu menyempatkan dirinya ke lereng gunung senggaknya dua kali. Sayangnya, nggak setiap kali kunjungan bakalan ada milky way terus-terusan. Semuanya itu tergantung pada cuaca. Kalau hujan atau berkabut, berarti langit akan tertutup awan dan milky way nggak akan terlihat.

ABADIKAN MOMEN PERTAMA MILKY WAY-MU DENGAN PILIHAN KAMERA BERIKUT INI

2. Gunakan aplikasi pembantu

memotret milky way
Via – @ajuprasetyo

Untuk menemukan milky way, kamu bisa menggunakan aplikasi pembantu seperti Photopills dan Stellarium. Dua aplikasi ini akan memudahkan kamu dalam mencari milky way. Buka kedua aplikasinya sesekali dan pahami petunjuknya, lama kelamaan kamu bakal hapal letak milky way di luar kepala.

Mas Aju memberitahukan bahwa pada umumnya, milky way bisa ditemukan mulai bulan April hingga September. Rentang bulan tersebutlah yang dinamakan fase bulan mati atau bulan separuh. Selain fase bulannya, waktu pemotretan juga perlu diperhitungkan, misalnya di bulan September ini, waktu idealnya ada pada rentang 19.00 hingga 24.00.

CARI KAMERA YANG PAS BUAT MILKY WAY? DI SINI AJA!!!

3. Pengaturan kamera jangan sampai salah

memotret milky way
Via – @martin_marthadinata

Dalam memotret, Mas Aju mengaku bahwa dirinya menggunakan kamera DSLR Canon EOS 700 D dengan setting diafragma sebesar f-2.8 sampai f/4. Lalu, untuk shutter speed-nya mulai dari 20 hingga 30 detik dan ISO 1600 hingga 3200.

Selain pengaturan kamera, Mas Aju juga menyarankan kamu untuk menggunakan lensa wide 10–18 mm agar tangkapan gambar lebih luas. Selain itu, ia juga menyarankan kamu agar menggunakan alat tambahan, yaitu tripod dan flash. Tripod berfungsi agar kamera nggak goyang saat kamu mulai memotret milky way. Flash berfungsi untuk menerangi daerah foreground agar nggak terlihat gelap.

DAPATKAN KAMERA YANG PAS BUAT DI GUNUNG SEKARANG JUGA!!!

4. Penyimpanan foto juga nggak kalah penting

memotret milky way
Via – @ajuprasetyo

Terakhir, Mas Aju menyarankan agar kamu menyimpan file hasil potretan dalam bentuk raw. Hal ini disebabkan data dalam file raw lebih lengkap jika dibandingkan dalam bentuk jpg. Selain itu, file raw juga memiliki keuntungan lain, yaitu white balance yang bisa diatur saat post processing.

TEMPATNYA SEMUA KAMERA IMPIAN DENGAN HARGA LEBIH TERJANGKAU


Itu dia 4 tips menemukan dan memotret milky way ala Mas Aju. Jika ada yang kurang jelas atau kamu mau kolaborasi boleh banget. Langsung aja hubungi Mas Aju di Instagram pribadinya @ajuprasetyo.

Agar bisa memotret milky way, kamu tentu perlu kamera. Nah, kamu sudah punya kamera sendiri, belum? Kalau belum, kamu bisa temukan semua kamera yang kamu mau di Blibli.com. Lagi ada diskon hingga 16 juta untuk kamera pilihan, lho! Jangan sampai kehabisan, segera #BlibliSekarang!

DAPATKAN KAMERA IDAMANMU DENGAN HARGA TERBAIK SEKARANG JUGA!!!

Rio

Digital agency’s worker, amateur internet scholar, professional gamer also very in love to running in a field and swimming. A community person who loves touring with bike or motorcycle.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY