Membentuk Pola Tidur Bayi untuk Mendukung Tumbuh Kembangnya

“Selamat yaa buat kelahiran bayinya, wah siap-siap begadang semalaman nih!!”

Saat punya bayi baru lahir, memang biasanya waktu tidur orang tua menjadi berkurang ya, karena mengikuti jam tidur bayi yang belum terpola. Ritme ‘jam tubuh’ bayi belum mengikuti siklus 24 jam, sehingga siang dan malam belum ada bedanya bagi mereka.

Biasanya bayi baru lahir tidur selama 16-17 jam sehari, namun periode tidurnya singkat sehingga terbangun setiap 1-2 jam sekali termasuk di malam hari. Namun tenang Bubu, dengan pembiasaan dan pembentukan pola tidur yang dilakukan orang tua, lama-kelamaan ritme jam tubuh bayi akan mengikuti orang dewasa. Kebutuhan tidurnya akan semakin berkurang, dengan durasi tidur siang yang semakin singkat dan tidur malam yang semakin lama.

Penting bagi Bubu untuk membentuk pola tidur dan memenuhi kebutuhan tidur si kecil. Berbagai studi menunjukkan bahwa tidur yang cukup dan berkualitas akan berdampak positif pada pertumbuhan fisik, perkembangan bahasa dan memori bayi, serta kemampuan mengontrol diri di usia 2 tahun. The National Sleep Foundation merekomendasikan durasi tidur 14-17 jam/hari untuk bayi baru lahir-3 bulan, 12-15 jam untuk bayi 4-11 bulan, 11-14 jam untuk anak 1-2 tahun, dan 10-13 jam untuk anak 3-5 tahun.

Apa yang dapat Bubu lakukan untuk membentuk pola tidur bayi sehingga mendukung tumbuh kembangnya? Berikut beberapa tipsnya.

1. Bantu bayi membedakan siang dan malam

Studi menunjukkan bahwa bayi dapat menyesuaikan jam tubuhnya terhadap siklus 24 jam dengan lebih cepat ketika orang tua memberikan petunjuk lingkungan yang jelas antara waktu siang dan malam (Custodio dkk 2007; Tsai dkk 2012).

Saat siang hari, paparkan bayi pada sinar matahari dan situasi terang. Di samping itu, berikan stimulasi yang membuat mereka aktif bergerak dan eksplorasi lingkungan sekitarnya, ajak jalan-jalan keluar rumah dan bermain. Sementara di malam hari dan sudah waktunya tidur, jauhkan bayi dari lingkungan yang terang, karena paparan cahaya akan memberi sinyal ke otak untuk menunda proses tidur. Hindari pula memberikan screen time menjelang waktu tidur karena pancaran sinar biru (bluelight) bisa membuat bayi lebih sulit tidur.

2. Buat rutinitas menjelang tidur yang menenangkan

Sama seperti orang dewasa, bayi akan lebih sulit tidur ketika mereka dalam keadaaan gelisah, rewel, atau cemas. Oleh karena itu, menjelang waktu tidur, Bubu dapat membuatkan rutinitas yang membuat si kecil merasa nyaman, aman, dan bahagia. Rutinitas ini bisa mencakup membacakan cerita, mendengarkan alunan musik yang lembut, atau pijat bayi.

3. Atur waktu tidur siang bayi agar tidak terlalu lama

Ketika waktu tidur lama terlalu lama, wajar bila bayi menjadi lebih sulit untuk ditidurkan di malam hari karena belum merasa mengantuk. Jadi bila Bubu merasa si kecil sudah tidur siang terlalu lama, dibangunkan saja ya!

4. Hindari mengajak bicara dan main bayi ketika terbangun di malam hari

Umumnya, bayi masih suka terbangun tengah malam untuk menyusu, dan kadang karena buang air sehingga Bubu perlu mengganti popoknya. Di saat-saat ini, Bubu sebaiknya melakukan dengan cahaya dan suara yang minim ya. Bergeraklah dengan tenang, hindari kontak mata atau mengajak bicara yang bisa diartikan si kecil bahwa Bubu mengajaknya main, karena suara Bubu adalah suara yang paling senang didengar terutama oleh bayi baru lahir. Nah, bila si kecil terbangun atau sedikit gelisah namun ternyata tidak ingin menyusu ataupun tidak perlu ganti popok, Bubu jangan terburu-buru meresponnya (misal langsung menggendongnya). Bisa jadi, si kecil dapat menenangkan diri sendiri dan kembali tidur tanpa rewel loh!

5. Perhatikan kondisi emosi orang tua

Tahukan Bubu, bahwa emosi itu menular? Ketika Bubu sedang merasa resah dan tidak sabar ingin menidurkan si kecil buru-buru, mungkin saja itu malah membuat bayi semakin rewel dan sulit tidur karena ikut merasa gelisah. Sebaliknya, bila Bubu dalam keadaan tenang, relaks, dan responsive terhadap kebutuhan bayi, bayi bisa tertidur lebih cepat dan lebih baik. Hal ini ditemukan pada bayi yang tidur sendiri di kamarnya maupun yang berbagi kamar tidur dengan orang tua (Teti dkk 2010; Jian & Teti 2016).

Selamat mencoba ya Bubu. Semoga Bubu, Pak Suami, dan si kecil dapat tidur nyenyak sepanjang malam ya, sehingga lebih siap menghadapi esok hari!

Referensi:

Tham, Elaine.K.H, Schneider, Nora, & Broekman, Birit F.P. (2017). Infant sleep and its relation with cognition and growth: a narrative review. Nat Sci Sleep 9: 135–149. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5440010/

Dewar, Gwen. (2018.) 15 evidence-based baby sleep tips. https://www.parentingscience.com/baby-sleep-tips.html

Gregory, Alice. Nodding Off: The Science of Sleep from Cradle to Grave

https://thepsychologist.bps.org.uk/sleeping-baby-sleep-first-years-life

Oleh: Orissa Anggita Rinjani, M.Psi, Psikolog

Expert Partner Sahabat Ibu Pintar

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY