Apa yang kamu temukan ketika travelling ke tempat baru, Friends? Mungkin kamu menemukan hal baru yang luar biasa dan tak bisa ditemui di negara kita. Tapi, pernahkah kamu merasa, sejauh apa pun kamu melangkah, kamu merasa paling diterima di Indonesia? Hal itulah yang dirasakan salah satu kawan kita, Ragil Jumedi, akrab disapa Medi, yang sudah pernah merasakan tinggal di Belgia, tapi akhirnya melabuhkan rasa nyaman di sebuah kota kecil bernama Magelang di Jawa Tengah.

Medi bercerita, ia pernah tinggal di Belgia sebagai pastry chef sekaligus street singer. Pekerjaannya membuat ia berjumpa dengan banyak jenis manusia. Obrolan demi obrolan membawanya ke dalam sebuah percakapan yang sangat bermakna. Tak hanya berhenti di percakapan belaka, ia akhirnya membuat satu keputusan besar dalam hidupnya.

Keputusan Itu Mewujud Sebagai Rumah Dharma

medi-rumah-dharma

“Selama di Belgia, saya banyak bertemu orang yang sangat mendambakan untuk bisa tinggal dekat dengan alam, yang menginspirasi saya untuk membangun rumah berkonsep alam, dan menjadi awal berdirinya Rumah Dharma,” paparnya.

Ya, Rumah Dharma adalah bentuk kecintaannya akan alam yang mewujud menjadi sebuah penginapan berkonsep bed and breakfast berkonsep alam di Magelang. Satu hal yang menjadi penyemangatnya adalah semangat orang asing untuk bisa menikmati keindahan alam Indonesia. Mengapa tidak membuat tempat untuk menghargai alam yang bisa dinikmati bersama?

“Tamu internasional sangat menikmati alam Indonesia dan saya menemukan kebahagiaan saat bisa bertukar cerita dan pengalaman dengan berbagai orang dari manca negara. Saya anggap Rumah Dharma adalah pusat dunia tanpa harus ke mana-mana,” jelas pria berusia 34 tahun ini.

medi-masak
Memasak jadi salah satu kegiatan sehari-hari Medi.

Dikisahkannya, Rumah Dharma berasal dari kata ‘dharma’ yang artinya tugas untuk melakukan kebaikan. Selain menyajikan rumah tinggal di mana orang-orang bisa melihat sekaligus menikmati alam, ia juga sering bermusik untuk tujuan amal. Tak hanya itu, 5% pendapatan juga ia sumbangkan untuk panti asuhan dan fakir miskin.

Berbagi, Cara Untuk Peduli

Medi tidak menjalankan bisnisnya untuk keuntungan pribadi belaka. Seperti yang sudah dikisahkan di atas, ia membagikan kebahagiaan dengan berbagai cara. Katanya, berbagi adalah salah satu cara untuk menunjukkan kepedulian seorang manusia.

“Saya pernah denger kutipan ‘Happiness is the only thing doubled when shared”. Itu yang saya rasakan tiap hari di Rumah Dharma. Saya bahagian dengan berbagi kebahagiaan. Saya lebih positif ketika menularkan pikiran positif. Saya menjalankan hidup dengan pedoman Sharing is Caring,” jelasnya.

Membagikan kebahagiaan pada orang lain, itulah tujuan Medi.
Membagikan kebahagiaan pada orang lain, itulah tujuan Medi.

Tujuannya mendirikan Rumah Dharma sebenarnya sederhana. Ia tidak ingin membuktikan apa-apa pada dunia, Medi mengaku kalau ia melakukan semuanya untuk dirinya sendiri, menciptakan rasa nyaman dan damai di diri sendiri.

“Memulai damai dan nyaman pada diri akan membuat nyaman pada orang lain” – Medi

Selain prinsip pribadinya tersebut, ia juga menerapkan prinsip sharing is caring kala menjalankan bisnisnya. Katanya, ia selalu mendukung lingkungan sekitar seperti membantu panti asuhan atau pembangunan sesuatu yang positif.

“Ini bukan tujuan saya, tapi kewajiban saya ketika saya punya rezeki lebih. Sekali lagi, sharing is caring,” tegasnya.

Medi Berjuang Sendiri Dan Membuktikan Ia Mampu!

medi-blibli

Serunya, dalam mengoperasikan Rumah Dharma, Medi benar-benar menjalankannya sendiri tanpa resepsionis. Walau kadang ada bantuan dari saudara atau warga lokal, tak bisa dimungkiri ia kadang kewalahan, termasuk urusan belanja.

Bayangkan saja, satu hotel kecil saja bisa punya pegawai sebegitu banyak dengan tugas yang berbeda. Lain halnya dengan Medi, ia harus melakukan semuanya sendiri. Akhirnya, ia mencari solusi agar bisa terus menjalankan usahanya tanpa ada hambatan. Belanja online dilihat sebagai salah satu solusi.

“Berhubung Rumah Dharma agak jauh dari kota dan saya selalu sibuk, perjuangan banget kalau saya harus pergi belanja ke kota untuk beli kebutuhan operasional. Saya memilih belanja online aja biar nggak ribet dan ga lama barang sampai rumah,” katanya.

Blibli.com ia jadikan pilihan karena banyak fitur yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung usahanya. Mulai dari cicilan 0%, kualitas barang yang terjamin, bebas biaya pengiriman, hingga beragam cara pembayaran.

Good Life Versi Medi

Jika dilihat sekilas, hal yang dilakukan Medi bisa jadi dilakukan orang lain. Bedanya, ia melakukan hal tersebut untuk hidupnya untuk mewujudkan good life versinya. Perjalanannya dari Belgia yang akhinya berujung di Magelang mengajarkannya bahwa hati yang sehat adalah good life sebenarnya.

Bernyanyi dan membuat konser amal juga jadi salah satu wujud good life Medi.
Bernyanyi dan membuat konser amal juga jadi salah satu wujud good life Medi.

“Percuma badan sehat tapi hati nggak sehat. Melalui Rumah Dharma dan segala elemen di dalamnyaa, saya bisa terus menyehatkan hati saya. Di Rumah Dharma, saya menemukan arti hidup,” pungkasnya.

Penasaran dengan kisah lengkap Medi? Kamu bisa menikmati kisah yang menyejukkan ini dengan cara yang lebih menyenangkan di webseries The Big Fans of Good Life dari Blibli.com ini.

Nah, gimana? Dapatkah kamu menemukan inspirasi yang Medi bagikan? Jangan mau kalah dengan Medi karena sesungguhnya setiap orang punya good life-nya masing-masing. Yuk, bagikan good life versi kamu juga! Sst, ada kesempatan untuk mendapatkan berbagai produk senilai total 120 juta dari Blibli.com. Jangan biarkan orang lain tidak tahu good life versi kamu ya, Friends!

Tyas

Tyas

Tyas - Big fans of coffee, TV series, and books.
Tyas

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY