Hai moms! Bagi para moms yang punya si kecil di rumah, pasti sering mengalami momen di mana buah hati sulit di kontrol ketika bermain. Lari-larian, berantakin rumah, atau teriak-teriak. Bagi orang tua, hal ini bisa menjadi mimpi buruk yang menguras energi fisik dan pikiran.

Tidak jarang para orangtua meminta bala bantuan teknologi untuk mengatasi hal ini. Misalnya, memberi anaknya iPad atau Tab buat dimainkan sementara agar anaknya diam.

Namun, walau banyak orangtua mengakui bahwa bermain itu penting untuk perkembangan kognitif si kecil, mereka tidak tahu seberapa pentingnya. Bermain tidak hanya berinteraksi dengan sebuah game. Bermain buat si kecil butuh aktivitas kognitif dan fisik yang merangsang.

Namun, bukan berarti moms membiarkan si kecilnya berlarian lepas dan berbuat seenaknya. Berikut 5 aktivitas bermain unik yang bisa moms lakukan bersama buah hati untuk merangsang perkembangan kognitif dan fisiknya.

1. Menjadi apa saja dengan kotak imajinasi

kotak imajinasi

via novakdjokovicfoundation.org

Apakah moms pernah melihat kotak imajinasi yang ada di kartun Spongebob? Biasanya, Spongebob dan Patrick akan masuk ke dalam kotak kardus dan berperan menjadi siapapun yang mereka inginkan! Mereka hanya perlu berimajinasi!

Moms bisa mengikuti cara ini dengan menyediakan kotak yang telah digambar bentuk mobil, pesawat, atau kapal ruang angkasa! Si kecil kemudian bisa masuk ke dalamnya, dan memainkan peran apapun yang di sukainya.

Di sini, moms harus selalu mendukung visualisasi buah hatinya. Walau terkadang kurang realistis, sudah tugas seorang ibu untuk membantu anak mengembangkan imajinasinya. Jangan malu untuk bermain! Bantu si kecil menjadi apa yang ia inginkan

2. Melukis dengan jari bersama si seniman kecil

melukis dengan jari

Selain menyalurkan imajinasinya dengan peran, si kecil juga bisa menyalurkannya dengan melukis. Pensil warna dan crayon sudah mainstream. Untuk mengembangkan kreativitas dan seni yang lebih dalam untuk buah hati, moms bisa mencoba melukis dengan jari.

Selain lebih interaktif (dan menyenangkan!), melukis dengan jari yang menggunakan bahan warna cair bisa mengajarkan si kecil tentang percampuran warna, dan membiarkannya bereksperimen, yang sangat bagus untuk perkembangan otak kanannya.

Tentu, untuk memastikan bahwa si kecil tetap bisa aman bermain, moms bisa memakaikan sarung tangan plastik, atau memakai cat warna khusus untuk hand painting yang menggunakan bahan-bahan yang aman meski si kecil memakannya. Moms juga harus selalu berada di samping untuk membimbing setiap karya seniman kecilnya.

3. Main board games untuk mengasah kecerdasan

board games pengasah kecerdasan

Banyak yang berpikir board games terlalu kompleks buat si kecil. Sebenarnya, tidak sama sekali. Justru si kecil sedang dalam kondisi yang paling baik untuk belajar bermain ular tangga, Connect, dan bahkan catur atau othello!

Justru di saat-saat beginilah, moms bisa mengajarkan logika berpikir sistematis buat buah hati, untuk merangsang perkembangan otak kirinya. Melalui board game, moms bisa mengajarkan anak untuk berhitung, fokus, mengikuti peraturan, mengajarkannya untuk menunggu giliran.

Salah satu board game yang komplit mengajarkan itu semua adalah Monopoly. Tidak perlu jauh-jauh, moms bisa menemukannya di Blibli.com, dan bisa segera meluangkan waktu berkualitas bersama si kecilnya!

4. Berjoget bersama si kecil!

berjoget

via wallpaperfolder.com

Bukan dangdut loh, moms! Untuk menstimulasi gerakan motorik si kecil, moms bisa mengajaknya untuk bermain games dansa. Coba saja ke arena bermain seperti Timezone untuk bermain games dansa (seperti Dance Dance Revolution). Gesek kartu, putar musik, dan menari bersama si buah hati.

Anak yang mendengar musik upbeat  sangat mudah terangkat semangatnya. Dijamin sebentar saja, ia akan menari-nari dengan riang sambil menginjak panah!

Atau, moms bisa menyediakan permainan dengan gyro sensor di rumah (Wii atau PS4), dan menyetel permainan yang mirip seperti Just Dance 2016. Berkeringatlah sepuasnya dengan si kecil. Moms bisa olahraga, energi si kecil pun bakal terkuras habis! Tidak ada waktu buat lari-larian bikin berantakan di rumah deh!

5. Membangun imajinasi dengan LEGO

lego

LEGO dirancang untuk menstimulasi kreativitas anak dalam membangun sesuatu sesuai dengan imajinasinya. Apalagi, buat moms yang ingin mendukung anaknya menjadi arsitek atau teknik.

Jutaan kemungkinan kombinasi dari setiap set mainan LEGO dapat dipakai untuk membangun apa yang diinginkan si buah hati. Moms juga bisa mengikuti dan turut memberi inspirasi untuk membangun.

Selain mengasah kreativitas, fokus dan perhatian anak juga tersita. Ia juga akan mengembangkan rasa memiliki terhadap karya ciptanya yang susah payah dibangun. Hanya saja, moms perlu menjaga agar bagian kecil LEGO jauh dari mulut atau saluran pernafasan si kecil.

Bagaimana, apakah para moms tertarik untuk mencoba aktivitas-aktivitas di atas? Harus ingat, loh! Permainan apapun itu, yang paling dibutuhkan oleh si kecil bukanlah mahalnya atau serunya permainan, melainkan kehadiran moms di sisinya untuk selalu menemani dan membimbing. Karena bagi si kecil kehadiran moms lah yang membuat permainan-permainan tersebut jadi semakin menyenangkan. Selamat bermain!

Ruth

Happy mommy of twin 3yo, living in Jakarta and working for digital media company.

That's why I like to doing some research and asking for some opinion to my friends via social media, messenger apps, or even small gathering at cafe.

I’m living in a daily activity filled with innovative books about parenting and interior that come bundled with extra hot chocolate marshmallow and home-made cake.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY