Potty Training

Melihat anak sudah bisa berjalan, bahkan sudah bisa berlari-lari kecil tentu menjadi hal yang sangat membahagiakan ya, Moms. Kemampuan berjalan ternyata juga bisa menjadi salah satu tanda si kecil sudah siap melakukan toilet training, loh Moms. Kondisi fisik yang baik menjadi salah satu syarat anak bisa diajarkan toilet training. Usia ideal untuk memulai toilet training berkisar 18 bulan-24 bulan.

Selain kemampuan berjalan, Anda juga bisa melihatnya dari posisi duduk si kecil. Bila dia bisa duduk tenang dalam waktu 2-5 menit dan bisa mengangkat bokong ke atas lalu ke bawah lagi, berarti posisi kakinya sudah cukup baik untuk menopang badannya dan sesi toilet training bisa dimulai.

Pada usia 18 bulan-24 bulan, biasanya si kecil sudah bisa diajak berkomunikasi. Misalnya Anda suruh mengejar bola atau mengambil mainan. Bila diajak komunikasi sudah lancar , toilet training bisa dilakukan dengan lebih mudah. Berikut ini beberapa tips mengajarkan toilet training pada bayi:

Membiasakan buang air di kamar mandi

babyzania_disney-soft-baby-pqotty-seat-nemo-biru-dudukan-toilet_full01
Lucu banget ya potty seat ini.

Saat si kecil mulai kegiatan toilet training, dia biasanya masih menggunakan popok. Meskipun dia masih menggunakan popok, biasakan mengajaknya ke kamar mandi, khususnya sebelum tidur dan ketika bangun tidur. Bila si kecil sudah bisa buang air kecil (BAK) sebelum tidur, kemungkinan dia tidak ngompol saat tidur. Bila sudah rutin, siap-siap senyum Moms ketika pagi hari popoknya tetap kering.

Mulai melepas popok

Bila si kecil sudah bisa dilatih pipis sebelum tidur dan ketika bangun tidur, Anda sudah bisa mulai melepas popoknya. Anda bisa menandai intensitas BAK dan buang air besar (BAB). Dalam waktu 1-2 hari mungkin si kecil akan ngompol di celana. Tapi Anda bisa tahu jadwal dan jeda BAK dan BAB. Misalnya si kecil BAK setiap 1-2 jam. Anda bisa mengajaknya ke toilet 1-2 jam setelah dia  BAK.

Kenalkan dengan potty chair

Potty Chair Lucu
Si kecil pasti tertarik melihat bentuk potty chair ini.

Salah satu alat untuk memudahkan toilet training adalah potty chair. Anda bisa memilih potty chair berwarna cerah dengan gambar lucu agar si kecil tertarik dan mudah diajak ke toilet sesuai jadwal dia BAK dan BAB. Meskipun potty chair lucu tersebut bisa digunakan di luar kamar mandi, usahakan Anda mengajarkan toilet training di dalam kamar mandi. Hal ini untuk memudahkan si kecil memahami bahwa tempat BAK dan BAB di kamar mandi.

Asah kreativitas

Saat memulai mengenalkan toilet training, mungkin si kecil masih sulit diajak ke kamar mandi. Keluarkan kreativitas Anda untuk membujuk si kecil mau masuk ke kamar mandi. Misalnya saja Anda menyiapkan boneka bebek di kamar mandi, lalu katakan kepada si kecil bahwa ada bebek berenang di kamar mandi. Cara-cara persuasif seperti ini penting agar si kecil mau mengikuti keinginan Anda. Jangan memaksa si kecil untuk melakukan toilet training.

Berikan pujian

Sekecil apa pun keberhasilan si kecil dalam proses ini, berikan pujian kepadanya. Meskipun si kecil baru melangkahkan satu kaki dan tiba-tiba dia sudah BAK di depan pintu, hal tersebut tetap sebuah keberhasilan. Setidaknya dia sudah mau dan berusaha untuk BAK di kamar kandi. Katakan si kecil pintar dan akan lebih baik lagi bila BAK dan BAK di potty chair miliknya.

Cara-cara di atas akan memudahkan proses toilet training bagi si kecil. Bila Anda lakukan dengan sabar, dalam waktu 1-2 bulan sudah akan terlihat perkembangannya. Untuk mendukung toilet training si kecil, Anda bisa menghadiahkan perlengkapan toilet training seperti ini

Anda tak perlu repot berkeliling ke mal untuk membeli perlengkapan toilet training yang disukai si kecil. Cukup cari di Blibli.com dan lakukan Pembelian Melalui Apps. Bebas macet, bebas lelah. Mudah kan Moms.

Tyas

Tyas

Tyas - Big fans of coffee, TV series, and books.
Tyas

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY