Moms, orang dewasa memang punya tanggung jawab agar selalu peka mengawasi perkembangan anak. Karena nggak hanya untuk menurunkan ilmu dan ajaran baik, orangtua juga harus berperan memastikan generasi penerus dunia ini tidak berkembang di bawah tekanan.

Tekanan? Yep, beberapa waktu yang lalu ada netizen yang posting di Facebook, sebuah foto dengan judul “Apa ini menjadi bukti rusaknya sistem pendidikan di negara ini? Seorang anak SD yg sakit demam berdarah DIPAKSAKAN ikut Ujian Nasional di rumah sakit”. Netizen bernama Gene Netto ini juga menuliskan, anak di dalam foto ternyata harus bertarung dengan kondisi kesehatannya karena Ujian Daerah yang masih disebut dengan UN itu wajib dikerjakan walaupun sakit.

Capture

Hmm, ada beberapa hal yang bisa disoroti sih dari hal ini. Misalnya jika anak itu merasa tertekan, orangtua bisa terus mendampingi dan memberikan semangat agar tidak patas semangat sehingga bisa menyelesaikan UN dengan baik, lulus dan melanjutkan sekolahnya. Keberhasilan anak adalah kebahagiaan orangtua.

Nah, anak-anak baiknya diberi penghargaan atas usaha yang ditunjukkan. Karena, dengan begitu si anak dapat memahami bahwa prestasi atau pencapaian tidak didapat dengan mudah. Berbicara soal penghargaan, salah satu pilihan yang paling dekat dengan mereka saat ini adala dengan membelikannya console game.

parents
Sayang anak, sayang anak

 

Console game, selain bisa mengasah kreativitas, bisa juga mengenalkan teknologi dan membuat bahagia atau melepas stress. Selain itu, anak juga bisa lebih pandai, lho!

Kok, bisa ya? Padahal bermain game kerap dikaitkan dengan hal-hal negatif seperti menghabiskan waktu, tak produktif, membuat anak tak belajar, dan lain sebagainya. Namun, para peneliti dari Jerman telah menemukan bahwa bermain video game setidaknya 30 menit per hari dapat memicu peningkatan di daerah tertentu di otak.

parents-gaming-kids
Family Gaming, is soooooooo fun!

Dikutip dari Okezone, riset dilakukan terhadap dua kelompok berbeda, yakni gamer dan non-gamer, menunjukkan hasil yang berlainan setelah melalui tes Magnetic Resonance Imaging (MRI). Kelompok gamer yang memainkan game paling sedikit 30 menit per hari menunjukkan adanya pertumbuhan pada bagian otak besar, korteks prefrontal kanan dan juga otak kecil.

Pertumbuhan di semua area tersebut berperan dalam orientasi spesial, pembentukan memori dan perencanaan strategis serta keterampilan motorik. Selain itu bermain game dipercaya bermanfaat dalam membantu proses terapi pada gangguan kejiwaan yang menyebabkan otak menyusut atau berubah seperti penyakit skizofernia, gangguan stress pasca trauma, dan alzheimer.

Bahkan, penelitian dari University of California-Irvine juga menemukan bagian otak yang bernama hippocampus atau daerah otak yang berhubungan dengan memori dan hal kompleks, bisa berubah dengan memainkan game. Yap, dari sejumlah orang yang ikut dalam penelitian tersebut, daya memori mereka meningkat sebesar 12%!

sony_sony-playstation-4-500gb---street-fighter-v_full02

Bagaimana, tertarik untuk membeli console game untuk apresiasi prestasi anak? Yuk hindari anak jadi stres dengan membelikan game console, lihat harganya dengan klik di sini! Mumpung sedang diskon!

 

 

Ruth

Ruth

Happy mommy of twin 3yo, living in Jakarta and working for digital media company.

That's why I like to doing some research and asking for some opinion to my friends via social media, messenger apps, or even small gathering at cafe.

I’m living in a daily activity filled with innovative books about parenting and interior that come bundled with extra hot chocolate marshmallow and home-made cake.
Ruth

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY