sintang1

 

Kepopuleran kain tenun nusantara dalam kancah mode Indonesia dan dunia sudah tidak diragukan lagi ketenarannya. Berbagai perancang lokal dan internasional sudah lama melirik dan mengolah kain tenun tradisional yang sarat nilai-nilai budaya ini. Maka menurut saya, sudah saatnya lho  kita ikut serta mengoleksi beberapa pilihan kain tenun Indonesia. Namun, kain yang terkenal mahal ini memerlukan perawatan yang tidak mudah juga. Anda tidak ingin kan mengeluarkan biaya mahal namun mendapati kain tenun Anda menjadi cepat rusak karena kesalahan teknik perawatan? Berikut saya share tips merawat kain tenun untuk kita yang mencintai budaya lokal Indonesia.

house-of-ian_saian-iswara-travel-bag_full01 house-of-ian_saian-karina-back-pack_full01

 

Setelah membeli kain tenun, sudah sepantasnyalah kita menguji kadar kekuatan zat pewarnanya, agar kita tahu treatment mana yang paling pas dilakukan. Untuk mengujinya, masukkan kain tenun ke dalam air jernih lalu goyang-goyangkan selama beberapa saat. Jika air menjadi cepat sekali keruh, itu berarti zat pewarna yang digunakan tidak cukup kuat dan lekas luntur, jadi sebaiknya Anda menghindari kain tenun tersebut dari air. Gunakanlah sistem mencuci dry clean untuk membersihkan bahan tenun Anda tersebut. Namun, jika air rendaman hanya sedikit keruhnya setelah beberapa lama dicelup atau bahkan masih tetap bening, maka kain tenun tersebut dapat kita cuci dengan air dan tidak perlu menggunakan sistem dry clean.

 

Kain tenun dengan bahan katun, terutama yang bukan super quality katun sangat rentan terhadap penyusutan. Seringkali kita membuat kain tenun endek atau kain tenun misris menjadi sebuah busana siap pakai, namun setelah dicuci tiba-tiba menjadi sempit. Untuk mencegahnya, ada baiknya kita melakukan pencucian pertama pada kain tenun yang baru dibeli sebelum dijahit dan dijadikan busana. Tidak usah menggunakan deterjen, kain tenun cukup dicelupkan secara merata dalam air lalu dijemur. Selain untuk menghindari penyusutan kain, pencucian pertama ini berguna untuk menghilangkan sisa pewarna yang terdapat dalam kain.

 

Setelah mencuci, usahakanlah untuk tidak memeras kain agar kain tidak menjadi belel setelah dicuci. Selain itu, karena tidak diperas, kain jadi lebih awet dan struktur benangnya tidak mudah patah.

 

Setelah mencuci pula, jemurlah di tempat yang teduh atau diangin-anginkan. Seperti halnya kain batik dengan pewarna alami, kain tenun asli sangat berbahaya jika terkena sinar matahari langsung karena dapat membuat zat pewarnanya (yang biasanya menggunakan zat pewarna alami) menjadi cepat pudar dan belel.

 

Untuk teknik pencucian sehari-hari, ada baiknya jika kita mencuci kain tenun asli dengan lerak atau bahan pencuci khusus. Hindari sabun deterjen yang banyak mengandung zat kimia. Jika Anda tidak dapat menemukan lerak, maka gunakanlah shampu bayi atau bahan pencuci dengan kadar zat kimia yang rendah. Cukup cuci dengan mengucek kain menggunakan tangan dan hindari selalu menggunakan mesin cuci.

 

Ketika menyetrika, hindari sentuhan langsung antara logam besi setrika dengan kain tenun Anda. Gunakan kain pelapis lain untuk melapisi antara kain tenun dengan mesin setrika.

 

Untuk menyimpan kain tenun, sebaiknya digulung dan dibungkus kertas. Karena jika dilipat, maka ketika Anda ingin mengenakan, ada bekas lipatan yang tidak mudah hilang pada bahan kain tenun. Sementara bungkusan kertas berfungsi sebagai pelindung dari debu.

 

the-y-label_the-y-label-prodigal-sun-long-sleeve-persian-blue_blue_full01


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY