Saat Anak Bermain, Apakah Selalu Harus Berbagi?

Anak selalu senang dengan kegiatan bermain. Menurut penelitian Yogman et al. (2018), orangtua dapat mengobservasi perkembangan anak melalui proses bermain yang mereka lakukan seperti melihat apakah kemampuan motoriknya terampil, apakah kosa katanya mulai banyak, atau apakah anak sudah mau mencoba permainan baru lainnya. Hal ini dilakukan supaya anak dapat berkembang dengan optimal karena proses bermain akan melatih anak untuk menyelesaikan masalah, mengembangkan kreativitas, dan juga kemampuan personal sosialnya.

Saat mendampingi anak bermain, mungkin Bubu pernah melihat anak tidak mau berbagi dengan apa yang ia mainkan atau masih asyik bermain sendiri tanpa menggubris anak yang lain. Akan tetapi, apakah saat bermain anak harus selalu berbagi? Menurut Psikolog Mildred Parten, ada perubahan pada cara bermain anak seiring dengan tahapan usianya, dari bermain dengan dirinya sendiri hingga bermain dengan bersosialisasi pada lingkungan di sekelilingnya (Hughes, 2010). Berikut tahapan perkembangan bermain pada anak, yaitu :

  1. Unoccupied play (usia lahir hingga 3 bulan)

Pada tahap ini, anak akan bermain untuk mengenali anggota tubuh mereka dan bagaimana cara menggunakannya sehingga mereka bermain dengan menggerakkan tangan, kaki, atau seluruh badan.

  1. Solitary Play (usia lahir hingga 2 tahun)

Dikatakan solitary play karena anak lebih suka dengan bermain sendiri, dan belum tertarik untuk bermain dengan orang lain. Pada usia ini, anak masih cenderung asik untuk mengeksplorasi mainan yang dimilikinya. Makanya Bubu jangan bingung jika anak usia ini belum mau berbagi mainannya dengan anak lain. Bukan berarti mereka pelit loh.

  1. Spectator/Onlooker Behavior dan Paralel Play (2 tahun)

Ketika anak memasuki 2 tahun, anak mulai memperhatikan cara anak lain dalam bermain, tetapi belum bermain bersama-sama. Mereka bisa asyik sendiri, tanpa ikut bergabung dengan teman lain yang ada di sebelahnya. Pada tahapan usia ini pun, anak  belum memahami konsep berbagi.

  1. Associate Play (3-4 tahun)

Anak mulai berinteraksi dengan anak lain saat bermain, tetapi interaksi ini masih terbatas. Misalnya: anak bermain pada arena bermain yang sama tetapi mereka melakukan permainan yang berbeda-beda seperti kegiatan memanjat, ada yang main ayunan, atau ada yang main perosotan. Dalam tahapan ini, anak mulai belajar untuk berbagi dan berkomunikasi dengan teman.

5 . Cooperative Play (4 tahun ke atas)

Nah pada usia 4 tahun ke atas, anak mulai bermain dengan anak lain untuk tujuan permainan yang sama dan memiliki interaksi dalam menjalani permainannya. Anak mulai belajar bernegosiasi dengan teman sepermainannya, bertukar peran, dan memberi masukan kepada temannya. Bubu mulai dapat melihat bagaimana anak berbagi dan mencari alasan ketika anak tidak mau berbagi atau menolak bermain dengan anak lain.

Ketika Bubu mencoba memahami tahapan bermain pada anak, maka akan membantu Bubu untuk melihat bagaimana proses belajar anak saat bermain. Bisa jadi anak tidak mau berbagi atau anak tidak mau bermain sama temannya bukan selalu karena mereka pelit atau merasa egois, tetapi memang karena kemampuan bermain di usianya. Perlu diingat pula bahwa setiap anak berbeda-beda, jika Bubu menemukan ada kesulitan ketika anak bermain maka Bubu dapat konsultasikan kepada professional. Semoga Bubu dapat memberikan pendampingan yang tepat saat bermain dengan anak kelak yaaa..

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY