Penyemangat Bubu Setelah Kehamilan yang Tertunda

Keberhasilan dalam kehamilan bisa menjadi hal yang tidak terduga. Ternyata banyak pasangan yang merencanakan sebuah kehamilan tetapi tidak berjalan dengan mudah. Apakah Bubu memiliki pengalaman yang sama? Menurut data BKKBN di tahun 2017, angka keguguran di Indonesia terjadi pada sekitar 21 keguguran per 1000 kehamilan. Namun sayangnya, masyarakat belum banyak memberikan penanganan secara psikologis terhadap pasangan yang mengalami keguguran (Markin, 2016).

Kegagalan dalam kehamilan dapat memberikan kesedihan mendalam dan stress pada pasangan, hingga menurunkan kepercayaan diri seseorang untuk berusaha hamil kembali (APA, 2017). Apalagi emosi ini dapat dipengaruhi dengan melihat dan mendengarkan atas keberhasilan kehamilan orang lain. Kegagalan kehamilan tidak hanya berdampak pada mental pada masing-masing pasangan, tetapi juga berdampak pada kualitas hubungan pasangan.

Rinehart & Kiselica (2010) menemukan pada pasangan bahwa pria dan wanita mengalami rasa kehilangan yang sama saat menghadapi keguguran. Berbeda dengan wanita yang lebih emosional untuk mengungkapkan kesedihan dan amarah, pria lebih banyak menutup diri pada kesedihan mereka supaya terlihat kuat mendampingi pasangannya.

Jika Bubu merupakan salah satu yang memiliki pengalaman kegagalan dalam kehamilan, it’s okay untuk masih merasakan kesedihan atau masih memiliki ketakutan untuk mencoba lagi untuk hamil. Saat ingin mencoba kembali, Tracey Sainsbury dan Sarah Rayner yang menulis buku “Making Friends with Your Fertility” memberikan tips bagi pasangan maupun seseorang yang ingin memotivasi pasangan lain untuk hamil, sebagai berikut:

  • Belajar bersahabat dengan diri sendiri, untuk menerima apa yang terjadi dan apa yang dirasakan.

Menurut Sainsbury dan Rayner, tidak melulu kita harus selalu optimis atau menghilangkan kesedihan ketika mengalami kehamilan yang tertunda. Apa yang dirasakan adalah hal wajar, maka bersahabatlah dulu dengan perasaan yang dirasakan.

  • Menjaga ekspektasi dengan mencoba merencanakan kembali satu per satu sesuai dengan tahapan yang dijalani.

Bubu perlu ingat bahwa terkadang apa yang direncanakan bisa saja mengalami kegagalan kembali. Maka dari itu, Bubu perlu mempersiapkan pula mental untuk menghadapi yang terburuk. Lakukan satu per satu rencana, tidak perlu terlalu berkepanjangan supaya dapat menjaga ekpekasi dari setiap proses yang dilalui.

  • Bersama pasangan, ciptakan hubungan yang intim dan hidup sehat bersama-sama.

Dengan kualitas hubungan yang meningkat maka akan mengurangi tingkat stress ketika berusaha untuk mencoba sebuah kehamilan. Bubu dapat pergi ke tempat favorit dengan pasangan supaya percikan cinta tumbuh kembali atau melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama seperti nonton bioskop, camping, atau pergi ke gym bersama.

  • Sampaikan kepada pasangan atau keluarga/teman terdekat bahwa kita membutuhkan dukungan psikologis jika mengalami kegagalan lagi.

Bubu dapat ceritakan kepada mereka dukungan seperti apa yang membuat diri Bubu nyaman, apakah sekedar mendengarkan atau memberikan pelukan ketika sedang bersedih. Dengan menyadari bahwa banyak orang yang sayang dengan kita, akan membantu menguatkan mental Bubu dalam menjalani kehamilan kelak.

  • Ingatlah kembali hal-hal apa yang dapat menguatkan diri kita ketika sedang mengalami kesedihan atau kekecewaan.

Belajar mengenali diri sendiri untuk mengatasi rasa sedih. Lakukan hal-hal yang dapat memupuk rasa positif dalam diri misalnya dengan melakukan me-time untuk menjalankan hobi, meditasi, mendengarkan musik, atau berendam dengan air hangat.

“Be mindful and be aware. Acknowledge all thoughts and feelings as validating the situation. This can help to alleviate the sense of how you think you “should” be feeling.” (Sainsbury & Rayner, 2017).

Semoga dengan bersahabat dengan diri kita setelah mengalami kegagalan, dapat membawa kembali semangat untuk sebuah kehamilan ya Bubu.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY